Megapro akan digantikan Verza …???

Verza 150 baru tinggal nunggu hari saja peluncurannya, Yupps sebagai produk lokal tanpa menganut desain dari luar seperti Megapro dan rapot penjualannya yang juga cukup bagus jelas Verza mendapat sentuhan facelift untuk menyegarkan pilihan konsumen. Walau dikategorikan entry level namun tidak harus asal ada atau asal jadi harus ada sentuhan yang menyentuh hati konsumen Indonesia.

lanjut membaca…

Iklan

Launching All New PCX 150 di Belitung

Walau pun secara nasional sudah launching, namun untuk di Belitung baru akan di launching tanggal 17 Februari 2018 bertempat di lokasi Pantai Wisata Tanjungpendam, Honda terlihat sangat serius menggarap pasar matik premium ini di Belitung, kalau menurut TB sih itu wajar saja karena di Belitung matik premium seperti NMAX beredar lebih mirip matik low end, sangat mudah ditemui seolah olah bukan matik premium.

Dengan fakta seperti ini menurut TB wajar kalau Honda optimis bisa mendapatkan kue pasar matik premium di Belitung. IMHO kendala PCX CBU Impor adalah harga yang tinggi sehingga membuat konsumen kudu banyak mikir meminangnya, contoh kehadiran NMAX yang reasonable value for moneynya membuat konsumen berbondong untuk memilikinya, plus brand imej Yamaha yang luat di Belitung, komplit sudah kemudahan tersebut, praktis memang dalam pengamatan TB penjualan Yamaha di Belitung didominasi Yamaha NMAX.

Dengan masuknya PCX akan seperti apa..??? Kita tunggu saja..!!!

Baby NMAX, Lexi 125VVA blunder baru dari Yamaha

Pertama melihat Yamaha Lexi 125cc diumum kan TB jujur saja agak terkejut saat mendengarnya, kenapa..??? Nggak biasanya produk Yamaha tidak terdapat spyshootnya, bisa jadi nggak ada test jalanan seperti biasanya karena sudah pede dengan produk atau memang nggak ketangkap sama tukang jepret jalanan karena merubah rute test jalanannya.

sumber foto tmcblog.com

Namun baik lah, terlepas dari semua itu, ketika melihat desain yang ditawarkan Lexi jujur saja TB merasa Yamaha seperti kehilangan arah dan DNA Racing mereka biasanya, yang selalu melekat disetiap produk mereka, desain memang relatif, seperti hal juga cantiknya seorang wanita, namun ketika kita bicara katakanlah Raisa, TB yakin hampir semua bakalan memberikan respon cantik walau memang belum tentu menyukai kecantikannya. Sama dengan desain motor, desain adalah first sight, suka nggak suka atau beli nggak beli urusan nanti, namun apa yang terbersit ketika melihat pertama kali suatu produk itulah sebenarnya ungkapan terjujur dari kita.

Nah sehubungan dengan Lexi 125 ini TB melihat Yamaha memang mempersiapkan dengan matang dan rapat sehingga nggak bocor ke permukaan, namun dari sisi desain TB merasakan dan melihat Yamaha menciptakan blunder tersendiri dengan meberikan desain yang “agak” Japanesse, jadi ingat gaya desain Suzuki yang Japanesse oriented.

Nggak tau deh itu Feel TB aja atau yang lain juga, namun menurut TB dengan desain yang dihadirkan walau dilengkapi sejuta fitur,untuk mengganggu Vario sangat lah sulit (sorry nebak duluan), sisi emosional konsumen Indonesia yang lebih mengedepankan sesuatu yang kasat mata dari pada fitur yang disematkan akan membuat Lexi akan kesulitan menurut TB dipasaran.
Dalam pandangan TB Yamaha akan kesulitan dobel nantinya, pertama menahan gempuran PCX Lokal, plus tidak akan sesuainya rencana Lexi 125VVA dengan kenyataan di lapangan.
Ini pendapat TB bisa benar bisa salah, yang pasti perlu waktu untuk melihat kenyataan daya dobrak lexi 125 dipasar Indonesia. Kita Tunggu saja…!!!

Unit CRF150L sudah ready di garasi Teras Belitong, siap dieksplorasi…!!!

Yuppp rasa penasaran TB atas motor dua purpose besutan Honda yang baru meluncur di tahun 2017 yaitu CRF150L sangat besar, terlebih memang TB sangat sangat jarang tertarik dengan motor motor versi trail, entah kenapa apakah faktor umur sekarang punya kecenderungan ke unit dua purpose maupun klasik.

Nah akhirnya TB coba hubungi pihak Honda dan Alhamdulillah, terimakasih pada Honda yang udah mau meminjamkan unit tes mereka pada TB untuk dicoba ala TB tentunya. Apa aja sih yang pingin TB coba…?

1. Impresi naikin CRF150L ala first dual purpose rider, disini memang TB adalah boleh dikatakan sangat jarang dengan motor jenis ini, jadi pingin merasakan seperti apakah feel saat pertama mencoba motor dual purpose.

2. Bagaimana kalau motor ini dipergunakan untuk komuter sehari-hari apakah cocok, atau memang hanya untuk fun.

3. Bagaimana jika motor diajak jarak jauh, apakah bakal bikin capek, pegel dan sebagainya…???

Yupss tunggu saja ya sob…!!!

Potensi New PCX 150 di Belitung

Well guyss udah tahun 2018, raport masing masing pabrikan di tahun 2017 udah bisa dilihat di data AISI, namun lepas dari semua itu TB pingin bahas versi lokalan dulu lah yaitu kehadiran PCX 150 lokal dan potensinya di pasar Belitung.

Baiklah, kalau bicara PCX sebenarnya ketika masih import pun penjualan di Belitung sih nggak jelek-jelek amat, lumayan lah untuk matik premium yang harga segitu, apalagi harga import, karena kalau di Jawa mungkin dianggap over price, tapi di Belitung sih nggak juga, karena sisi emosi dominan akibatnya yahh suka beli nggak suka tinggalkan, dan peminatnya juga lumayan.

lanjut membaca…

Tiger dan Scorpio tinggal ganti baju untuk jadi Retro

Yapp duo pabrikan besar di Indonesia ini sebenarnya sudah punya akses untuk membuat motor retro. Engine sudah siap tinggal ubah tampilan sehingga memberikan tampilan retro dengan reborn produk mereka masing-masing. Fakta di lapangan bukan sedikit pemilik Tiger dan Scorpio merubah tampilan motor mereka menjadi retro desain. Soo kalau pabrikan sudah sediakan tentu semakin baik.

lanjut membaca…

PCX 150 Lokal, calon jawara baru matik premium..!!!

Pede amat bro bikin judul, he he PCX kan cuma SOHC 2 valve, nggak 4 Valve nggak punya VVA, dsb dsb, yuppp betul kawan, garis besar spesifikasi teknis jelas memang kesannya New Honda PCX lokal biasa saja jika dibandingkan dengan kompetitor, namun kalau kita cermati sesungguhnya yang menjadi bahan pertimbangan konsumen membeli matik premium sudah dipenuhi oleh Honda PCX.

lanjut membaca…

Retro Honda mungkin nggak sih…???

Yupsss pasar retro Indonesia udah mulai panazzzz, kehadiran Kawasaki W175 jelas jelas menunjukkan bahwa visi pabrikan yakin akan potensi pasar retro Nasional. Nah memang belum terbukti dipasaran namun melihat dari antusias modifikasi maka tentunya pasar ini selalu ada dan terus memiliki peminatnya tersendiri. Kalau Kawasaki sudah memulai bagaimana dengan Penguasa pasar Indonesia Honda, akankah mereka meluncurkan produk retro juga tanpa harus menunggu pasar dipenuhi produk kompetitor.

lanjut membaca…