Wacana single ECU ARRC AP250 …. aneh aja.

Keberhasilan Tim AHRT dalam ajang ARRC AP250 memang cukup fantastis, dari pertama mengikuti sampai saat ini tahun 2018 gelar juara pertama mereka dapatkan dan membuat tim yang sebelumnya begitu mendominasi yaitu Yamaha Thailand tidak bisa berbicara banyak dalam gelaran tersebut.

lanjut membaca…

Iklan

Akan adakah matik di antara 250cc dan 150cc …???

Yups saat ini pasar matik premium di Indonesia masih berkutat di kubikasi 150cc dan 250cc saja, memang ada yang diatas itu namun tidak signifikan, nah yang menarik adalah keduanya selisih 100cc it’s a chance to create new market. Akan kah pabrikan yang telah merilis matik 150cc dan 250cc mengisinya ???

lanjut membaca…

Lexy 125 motor ojol … ?

Beberapa kali TB melihat meme yang mensiluetkan motor yang mirip Yamaha Lexy 125 sebagai motor ojol, ditambah pemberitaan di jagad blogsphere yang mengkonotasikan Lexy sebagai motor ojol. Memang sepintas biasa saja, namun kalau ini jadi masif jelas akan menurunkan imej lexy dan pada akhirnya akan mempengaruhi penjualan produk tersebut.
Namun yang lebih parah kalau menurut TB sih efeknya ke produk Maxi Yamaha lainnya, karena Lexy juga dianggap sebagai bagian dari Squad Maxi Yamaha

lanjut membaca…

Produk baru bermasalah, yang penting bagaimana pabrikan merespon..!!!

Beberapa hari terakhir ini lagi hot bin panas viral mengenai permasalahan yang dialami lexy 125 yang diduga memiliki masalah di kebocoran shockbreaker Yamaha lexy yang masih kinyis kinyis di tangan konsumen dengan milage 200 – 300km, tentu seperti kasus kasus sebelumnya terjadi (shock PCX bengkok, Shock NMax keras, engine klotok klotok)

pic from : iwanbanaran.com

lanjut membaca…

NMAX harus segera update…!!!

Suka nggak suka memang hal ini yang saat ini dialami oleh Yamaha NMAX, kehadiran Honda PCX lokal jelas memberikan efek persaingan yang ketat terhadap pasar maxi scooter di Indonesia. Jujur saja sebagai first mover Honda PCX memang banyak diminati namun karena pricing policy yang relatif tinggi karena barang import membuat cinta itu kandas karena berat di ongkos.

baca sampai selesai…

Yamaha mulai keok di Belitung IMHO

Kalau bicara permotoran di Belitung tentu nggak akan pernah lepas dari yang namanya Yamaha, kenapa… Yamaha punya sejarah bagus dan oke di Belitung. Sang Raja motor nusantara pun Honda harus bersusah payah di Belitung agar bisa eksis dan memdapatkan kue pasar di Belitung.
Namun seiring perjalanan waktu dan kerja keras Honda TB melihat ada pergeseran signifikan switching brand dari Honda ke Yamaha.

Baca sampai selesai…

Desain R15, mesin GSX-150R… ahhhh…!!!

Kalau melihat distribusi Motor Sport Fairing 150cc bulan Februari 2018 jelas CBR150R menang banyak dari kompetitor terdekat mereka, Yamaha. 7000an lawan 2600an hampir tiga kali lipat. Angka yang mengkhawatirkan, unggul telak. Nah di sisi lain ada GSX-150R yang memiliki performa superior dibandingkan CBR dan R15 tapi distribusinya tetap saja mangkrak dibandingkan R15 apalagi dengan CBR150R.

lanjut membaca…

Rossi tetap di Yamaha hingga 2020

AKhirnya terjawab sudah teka teki kemana Valentino Rossi di 2019, ternyata VR46 tetap setia dengan Yamaha Movistar sebagai tim pabrikan. Vale memperpanjang kontraknya 2 tahun 2019 – 2020.

Vale menyatakan “Ketika saya menandatangani kontrak terakhir saya dengan Yamaha, pada bulan Maret 2016, saya bertanya-tanya apakah itu akan menjadi kontrak terakhir sebagai pembalap MotoGP. Pada saat itu, saya memutuskan bahwa saya akan mengambil keputusan itu selama dua tahun berikutnya. Dua tahun terakhir saya sampai pada kesimpulan bahwa saya ingin melanjutkan karena balapan, menjadi pembalap MotoGP, tapi terutama mengendarai Yamana M1, adalah hal yang membuat saya merasa nyaman. Memiliki kesempatan untuk bekerja dengan tim saya, dengan Silvano, Matteo dan semua mekanik saya, dan bekerja dengan semua insinyur Jepang, Tsuji-san, dan di atas semua Tsuya-san, adalah sebuah kesenangan – saya bahagia.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yamaha – Lin Jarvis dan Maio Meregalli pada khususnya – atas kepercayaan mereka pada saya, karena tantangannya sulit: bersikap kompetitif sampai saya berusia 40 tahun! Saya tahu ini akan sulit dan membutuhkan banyak usaha dari pihak saya dan banyak latihan, tapi saya siap, saya tidak kurang motivasi, karena itulah saya tandatangani perpanjangan dua tahun lagi. ”

Baik kita tunggu bagaimana level kompetitif Rossi di usia yang tidak muda untuk pembalap motoGP, akan kah menoreh rekor baru…???