Honda K0JA Air Blade 150cc penantang Aerox 155 …?

Melenggang nya Aerox 155 jelas merupakan PR Bagi Honda AHM untuk menyiapkan produk yang sepadan dengan jagoan Yamaha ini. Walaupun sudah ada Vario 150 namun melihat dari desain dan diferensiasi yang dilakukan oleh Yamaha, maka jelas Aerox 155 tidak bisa dihadapkan dengan Vario 150, it’s totally different.

lanjut membaca…

Iklan

AHM siapkan X-ADV 150 …?

Pasar roda dua Indonesia memang terus bertumbuh, namun bagi penguasa pasar seperti AHM jelas pertumbuhan bagi mereka merupakan peluang baru untuk menambah market share nasional. Penguasaan AHM pada pasar Indonesia tahun 2018 sebesar 74.6% menandakan bahwa peluang untuk menguasai pasar masih terbuka lebar. Angka 80% bukan mustahil untuk dikejar.

Pada pasar matik terutama kelas 150cc premium, Honda masih tertinggal, Yamaha NMAX 155 belum terkalahkan, Yamaha Aerox 155 juga bermain sendiri. Honda sudah meluncurkan Honda PCX 150 sebagai produk pesaing Yamaha NMAX 155, sedangkan untuk Yamaha Aerox 155 belum memiliki lawan yang sepadan dari Honda.
lanjut membaca…

Pertempuran Street Fighter dan Retro Cafe Racer siapa yang menang…?

Melihat kelas sport 150cc naked terlihat ada semacam perubahan arah atau lebih tepatnya balik badan Honda untuk kembali menggunakan headlamp bulat ketimbang menggunakan tetap berubah menjadi headlamp street fighter yang cenderung dual head ala sport fairing.

Memang hal ini belum terjadi di Indonesia, mengingat armada sport Honda yang balik ke lampu bulat baru Verza, namun kehadiran CB150R Exmotion di Thailand, dan menarik minat bagi biker Indonesia, merupakan kode keras dari alam he he he, bahwa kemungkinan besar Honda balik ke headlamp bulat, kalaupun tidak seluruhnya akan terjadi dua produk yang pararel di kelas 150cc dengan beda konsep satu street fighter dan satu cafe racer look.

lanjut membaca…

Sold CBR250R ku, bye bye the red one

Akhirnya CBR250R tahun 2011 kepunyaan TB pun laku terjual, kebersamaan yang cukup lama menyisakan berbagai kenangan namun nggak apa-apa life must go on, suka nggak suka harus dilepas kepemilikannya, dari pada tidak terawat dan cuma mangkrak saja.

Alhamdulillah yang beli adik sendiri jadi kalau kangen masih bisa lihat sih, ini motor pertama ku 250cc, diidam-idamkan sudah dari tahun 2006(versi Thai 150cc), ke beli tahun 2011 (versi Thai 250cc) terjual tahun 2018.
Motor sangat jarang dipergunakan, kilometer saat terjual only 10.000an Km, jadi selama 7 tahun rata rata setahun nih motor hanya menempuh jarak 1450 kman kurang lebih he he he.
Ban Battlax S20R nya pun masih dalam kondisi terawat dengan baik.

Semoga di pemilik baru dapat lebih bermanfaat dan berguna.

Akan adakah matik di antara 250cc dan 150cc …???

Yups saat ini pasar matik premium di Indonesia masih berkutat di kubikasi 150cc dan 250cc saja, memang ada yang diatas itu namun tidak signifikan, nah yang menarik adalah keduanya selisih 100cc it’s a chance to create new market. Akan kah pabrikan yang telah merilis matik 150cc dan 250cc mengisinya ???

lanjut membaca…

Wiiwww CBR250RR bakalan ikut WSSP300..???

Yups boleh dikatakan di ajang WSSP300 Honda kurang bersinar, ya mau gimana lagi pada ajang ini Honda menggunakan CBR500R itu pun dengan tim yang nggak disupport oleh Honda Eropa mau HRC. Artinya tentu tanpa dukungan pabrikan jelas akan kesulitan untuk menemukan optimal setting motor. Lawannya pun nggak gampang ada KTM 373 cc single, Kawasaki 399 cc twin, dan Yamaha 321 cc Twin sedangkan Honda dengan Twin 471cc.

lanjut membaca…

Secercah harapan Sport Retro Honda

Membaca di blog IWB ada atensi khusus dari Honda mengenai potensi produk sport klasik pada lini produk mereka untuk pasar Indonesia terutamanya. Kehadiran Kawasaki W175 jelas suka tidak suka dengan angka penjualan yang bagus membuat Honda akhirnya mesti aware, bukan karena Kawasakinya tetapi lebih kepada fulus yang muncul di segmen itu.

lanjut membaca…

Black Freedom bikin ketar ketir…!!!

Dirilisnya CBR250RR dengan pricing strategi 59.9jt jelas merupakan usaha keras AHM untuk mendominasi segmen 250cc yang selama ini memang belum berhasil mereka taklukkan walaupun dengan produk yang memang benar-benar terbaik di kelasnya. Saat kondisi pasar lesu sebagus apapun produk ketika mulai jenuh plus harga yang nggak menarik jelas akan membuat produk yang notabene bagus harus terseok di pasaran.

lanjut membaca…