eSP+ next platform skutik 150cc Honda…?

Kehadiran Skutik SH150i My2020 di ajanga EICMA 2019 menarik perhatian TB bukan kenapa-kenapa ada yang baru dengan skutik ini, bukan desain maupun fitur namun yang baru adalah mesin yang digunakan yang oleh Honda sendiri dinamai eSP+ engine.


IMHO jelas ini merupakan jawaban Honda atas engine 155 VVA yang menjadi andalan Yamaha saat ini. eSP+ menurut Honda Eropa adalah mesin yang All New, Sudah 4 klep sob alias 4 valve, yang selama ini sering menjadi bahan bullyan skutik 150cc Honda ya ini, dianggap mesinnya jadul, namun kita cuma bisa lihat kala itu Honda punya cara sendiri mengoptimalkan mesin 2 valve tersebut.
Namun seiring standar penerimaan konsumen atau kalau Eropa lebih ke standar emisi kali ya, maka muncul generasi berikutnya dari Enhance Smart Power alias eSP+

Jelas kalau all new semua pasti grafiknya naik, mulai power, torsi dan efisiensi, nggak lucu mesin baru lebih inferior dari mesin lama he he he. Seberapa besar itu yang perlu kita kepoin, SH150 saat ini menggunakan dimensi bore x Stroke piston 57,3 x 57,9 mm ( sama dengan Vario 150 dan PCX 150 ) menjadi 60 x 55.5 mm, terjadi perubahan karakter mesin yang semula near square menjadi overbore dengan total kapasitas 156,9 cc soo lebih besar dari mesin VVA Yamaha saat ini yaitu 155cc

Menarik karena kali ini Honda memberikan kubikasi di atas Yamaha. Power maksimum yang dihasilkan oleh mesin SH150i ini juga naik menjadi 16dk pada 8500rpm dan torsi 14,2 Nm/6.500 rpm. Bandingkan dengan NMAX 155 saat ini yang memiliki power maksimum 14,9 dk/8.000 rpm dan torsi maksimum 14,4 Nm/6.000 rpm, terlihat eSP+ unggul power maks, dan NMAX unggul tifisss torsi.

Jelas dengan power yang dimiliki potensi mesin eSP+ digunakan pada Vario 150, PCX 150 dan ADV150 akan memberikan nilai tambah bagi skutik tersebut. Trus apalagi…? Fitur- fitur lain seperti side stand switch, ISS, ACG starter, Smart Key system yahh udah standarlah ya, nah yang baru adalah implementasi dari Traction Control (TC) yang mungkin bisa saja diimplementasikan pada seri komplit dari produk.

Pada mesin Honda Traction Control dikenal dengan istilah Honda Selectable Torque Control (HSTC), cara kerjanya seperti TC pada umumnya, yaitu sensor kecepatan pada roda depan dan belakang akan memantau kecepatan putaran roda depan dan roda belakang, jika terjadi perbedaan kecepatan putaran roda depan dan belakang maka ECU akan memerintahkan perubahan perubahan untuk menyelaraskan putaran roda depan dan belakang, sehingga tidak terjadi perbedaan traksi pada roda depan dan belakang.

Intinya HSTC berfungsi untuk mengontrol gejala spinning pada ban belakang.
Jika kemudian Honda menerapkan HSTC pada segmen 150cc atau bahkan 125cc di Indonesia, maka jelas ini pukulan buat Yamaha, karena saat ini Yamaha baru menerapkan Traction Control pada Yamaha XMAX, jika Yamaha telat merespon isu ini, Honda akan menjadi pabrikan yang pertama menerapkan TC pada motor 150cc atau bahkan 125cc.

Menarik bukan, kita tunggu saja di Tahun 2020.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s