Black Campaign itu promosi gratisssss…!!!

Black campaign kalau menurut TB sih lebih mirip bullying, karena sedikit hal yang tidak biasa atau belum diterima oleh masyarakat maka hal tersebut dimanfaatkan oleh oknum kompetitor untuk memberikan pemberitaan negatif tentang produk tersebut dengan harapan produk tersebut mengalami hambatan dalam penjualan.

Namun sebetulnya di era teknologi informasi yang berkembang cepat, penyebaran informasi yang masif melalui media sosial jelas hal ini akan menjadi antitesis bagi penyebarnya, alih alih mau “membunuh” produk kompetitor malah sebaliknya membuat produk kompetitor semakin bersinar. Kok bisa… ???

Kata kuncinya sederhana, ini adalah era milinial, era informasi, apapun hal yang menjadi viral akan segera mendapatkan klarifikasi, cek and recek sehingga kebenaran sangat mudah terungkap, walau media mainstream dikuasai namun media sosial nggak ada yang bisa larang…!!!

Nah kalau menurut TB tinggalkan cara-cara jaman dulu dalam berkompetisi, lakukan dengan cara-cara yang penuh integritas, faktual dan informatif tanpa harus mengungkap aib produk kompetitor, dengan membiasakan hal-hal positif pada lingkungan persaingan bisnis maka secara tidak langsung anda melakukan pembentukan tim solid dalam ekosistem kerja Anda.

So yuk tinggalin cara-cara yang nggak asyik, karena kemenangan hakiki bukan berasal dari kelemahan lawan, tetapi berasal dari kekuatan tim yang tidak pernah menyerah dalam memperjuang setiap tujuan yang ditetapkan. Adapun penggunaan cara-cara yang tidak etis untuk memperoleh kemenangan justru mencederai kemenangan yang telah kita raih.

Iklan

Harga makin murah, durabilitas … bagaimana..?

Berbagi pengalaman saja, menarik melihat bagaimana upaya pabrikan menekan harga produk mereka, sehingga dengan harga yang asyik di kantong konsumen dapat meminang produk idamannya.Konsumen puas pabrikan untung.
Hal ini lah yang bikin TB bertanya-tanya sebenarnya hitung-hitungannya bijimana yahh…???

lanjut membaca…

Kilas balik 2016 – Honda semakin perkasa, segala rencana terlaksana

Kalau bicara tahun 2016 pada pasar roda dua Indonesia, semua pastinya sudah tahu bahwa Honda begitu perkasa, begitu mendikte pasar, memberikan konsumen produk yang didambakan konsumen. Honda jelas sangat lihai menjalankan semua strategy yang merupakan visi dari grand strategi jangka panjang mereka. Faktor internal mereka sangat lah solid dalam menjalankan strategi disemua lini yang mereka miliki. Walaupun memang memiliki beberapa kelemahan di beberapa sisi, namun faktor eksternal yang mendukung membuat kelemahan tersebut menjadi tertutupi dengan sendirinya.

LOGO_HONDA-GENUINE-PARTS_DLM-PUTIH

Penguasaan pasar yang hampir menyentuh 80% merupakan bukti nyata kerja keras Honda, semua segmen sudah dikuasai, matik, cub, sport, semua dalam genggaman. Sport yang semula diduga sangat sulit direbut ternyata sesuai dengan time line yang mereka rencanakan di 2016.

lanjut membaca…

Motor Listrik nggak cocok di Indonesia, ciyussssss mas…???

Nggak heran kalau AISI bilang nggak cocok motor listrik di Indonesia, lha wong semua Anggotanya adalah produsen motor bakar yang telah investasi pembuatan pabrik dalam nilai rupiah yang nggak sedikit, kalau belum balik modal masa mau bikin fasilitas pabrik baru untuk motor listrik, nah kalau motor listrik lebih laku, gimana nasib motor bakarnya he he he, yahhh tahu lah ya…

lanjut membaca…

Kalau mau bangkit yahh kudu serius bangettt

Suzuki, namannya yang diblantika roda dua Indonesia sempat melegenda, penjualan yang mumpuni kala itu, namun sekarang mesti terpuruk dan hanya saat ini boleh dikatakan IMHO yaaa gitu dehhh ….
Banyak pihak yang menyayangkan, karena memang Suzuki kalau dari segi kualitas udah teruji lahhh, namun sayang kecepatan inovasi mereka kalah dengan Honda dan Yamaha sehingga akhirnya saat ini di Indonesia hanya bisa bergantung dengan Satria FU.

lanjut membaca…

Masuk pasar Indonesia, cerdik mencari ceruk

Penduduk Indonesia yang lebih dari 200jt jiwa merupakan pasar yang empuk bagi segala produk nggak terkecuali pasar roda dua. Bicara pasar roda dua, yahh pastinya nama-nama Jepang yang menguasai pasar yang ada di Indonesia saat ini, Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, seperti barisan samurai yang nggak disadari oleh Bangsa Indonesia, telah menguasai Indonesia pada pasar roda dua nasional

Flag_map_of_Indonesia

lanjut membaca…

Mimpi 250cc 4 silinder

He he he Mimpiiii… But kalau ada ATPM jeli yahh harusnya bisa terwujud. Karena perubahan peraturan menteri Keuangan seperti yang ditulis oleh tmcblog.com membuat ATPM harusnya semakin kreatif untuk membuat ceruk pasar baru. Karena memang keinginan konsumen akan semakin tertahan dengan terjadinya perubahan peraturan menkeu ini plus regulasi baru sim C.

Honda-CB400-Bol-Dor

lanjut membaca…