Retro Honda mungkin nggak sih…???

Yupsss pasar retro Indonesia udah mulai panazzzz, kehadiran Kawasaki W175 jelas jelas menunjukkan bahwa visi pabrikan yakin akan potensi pasar retro Nasional. Nah memang belum terbukti dipasaran namun melihat dari antusias modifikasi maka tentunya pasar ini selalu ada dan terus memiliki peminatnya tersendiri. Kalau Kawasaki sudah memulai bagaimana dengan Penguasa pasar Indonesia Honda, akankah mereka meluncurkan produk retro juga tanpa harus menunggu pasar dipenuhi produk kompetitor.

lanjut membaca…

Iklan

Melihat CRF150L dari dekat, built quality mantab…!!!

Hari ini 27 Nopember 2017 saya berkesempatan untuk servis Beat Pop di salah satu dealer Honda di Belitung. Sambil nungguin servis saya iseng lihat display motor baru Honda yaitu CRF150L. Oya info aja, udah lama nggak pergi sendiri servis motor ternyata sekarang Dealer Honda di Tanjungpandan sudah banyak kemajuan lah dalam hal tempat servis, nunggu jadi lebih nyaman, ada free wifi, ada free snack walau cuma aqua gelas wkwk lumayan lah dibandingkan jaman dulu. Ok back to topik CRF150L menurut info motor belum dilaunching di Bangka Belitung but udah dipajang he he he he

Nah yang selalu menjadi incaran pertama TB kalau melihat unit baru adalah build quality produk, yah walau resiko dikomentarin yang nggak enggak dikolom komentar, ya terserah memang seperti apa adanya. Nah impresi TB dari CRF150L untuk built quality udah yahuudd lah, yupss, kalau dibandingkan dengan CBr150R lokal generasi pertama yang plastiknya merong miring sana sini he he he, CRF150L sudah sangat memenuhi dan layak kalau potensi untuk menjadi pilihan konsumen jaman now untuk urusan off road rasanya bukan hal mustahil, tinggal bijimane Honda melakukan branding saja terutama di Belitung, yang sampai saat ini kalau saya lihat sih Honda nggak betul betul kokoh dalam menancapkan kukunya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Peluang CRF150L di Belitong

Oke Sobat Teras Belitong, CRF150L sudah hadir di Belitung dalam pengamatan TB, dalam event road show Honda Calon Rising Star ini sudah dipamerkan. Namun bagaimana peluangnya di Belitong apakah akan menjadi pilihan utama masyarakat Belitong yang menyukai kegiatan off road ataupun hanya sebagai pemanis saja dan menonton kesuksesan brand lain …??? Let See..!!!

lanjut membaca…

CRF150L serupa tapi tak sama…!!!

Menarik bantahan dari AHM yang menyatakan bahwa mesin CRF150L beda dengan mesin Verza walau pun spesifikasi kasat mata yang tertulis sama antara kedua motor tersebut. Memang logika sederhana TB sih keduanya harusnya nggak mungkin menggunakan mesin yang sama pleg karena memang penggunaan berbeda, kalau pun ada bagian yang sama tentu harusnya tidak akan membuat performa motor menjadi menurun drastis saat dipergunakan di arena yang berbeda.

Nah informasi yang TB terima ada beberapa perbedaan yang tidak kasat mata atas kedua mesin motor tersebut, karena akan banyak digunakan di medan off road tentunya AHM melakukan beberapa penyesuaian untuk membuat durabilitas serta kenyamanan berkendara di medan off road terpenuhi.

“Mesin Honda Verza dan CRF150L itu berbeda dengan mesin Honda CRF 150L. Karena pengendara Honda CRF150L itu membutuhkan tenaga lebih dan sering ‘betot’ gas,” ujar Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM), Sarwono Edhi di Bandung saat Fun Touring Honda CRF 2017. “Banyak perbedaannya, pistonnya beda, selain itu ada perlakuan berbeda hardner pada bagian dome-nya. Ini dikerasin supaya tahan, karena mesin Honda CRF150L kan sering stop and go,” katanya. “Kemudian crankshaft juga beda, balancing-nya juga beda. Transmisi sama, kopling sama, durasi cam yang berbeda. Silinder head beda, karena ada pegangan frame. Final ratio juga beda, CRF 49 gear belakang dan 15 di depan. Verza 14-42. Jadi lebih narik di bawah,” ujarnya.

Penjelasan dari sisi mesin oleh Bapak Sarwono Edhi diatas tentu cukup untuk menggambarkan perbedaan di sisi mesin CRF150L dibanding mesin saudara tuanya.
Kalau dari kasat mata sih udah kelihatan yahh, mulai dari spoke weel,upside down front fork, ban tahu serta material body untuk off road yang harus nya tahan atau lentur sehingga resiko pecah seperti body plastik akan menambah biaya produksi. Inti nya ada rupa ada harga.
Kalau saya sih lebih cenderung melihat bagaimana performa penggunaan di lapangan, kalau mesin nggak khawatir, tapi bagaimana dengan sasis dan body plastik hal ini perlu pembuktian, karena penggunaan off road tentunya tidak hanya sekali sekali saja namun berkesinambungan.
Waktu lah nantinya yang akan memperlihatkan durabilitas baik mesin maupun sasis CRF150L, kita tunggu saja…

IMHO… Honda sedang berjuang keras untuk Supra 150 GTR

Supra 150 GTR terlihat memang sedang berusaha terus digenjot oleh AHM, hal ini terlihat dari berbagai event untuk produk tersebut, artinya memang Honda mengkhawatirkan produk tersebut mengalami tekanan habis-habisan dari kompetitor, memang usaha tersebut memberikan pengaruh terhadap produk tersebut, walau pun sebenarnya ekspektasi yang diharapkan oleh Honda lebih dari itu (IMHO).

lanjut membaca…

PCX lokal harus seperti CBR250RR

Hal yang menurut TB yang perlu dikhawatirkan oleh Honda adalah sepak terjang Yamaha NMAX, kenapa,karena Honda nggak memiliki lawan sepadan dengan produk Yamaha ini. Melawan NMAX dengan Vario 150 adalah pendapat ngawur dan nggak mikir, sesuatu yang sangat berbeda. Body semok kok dilawan dengan body krempeng yahh bukan lawan lah.

Namun akhirnya ada isu bahwa Honda mempersiapkan PCX lokal, nahh kalau ini bener harusnya, nggak perlu main psywar, karena konsumen nggak bakalan bisa dibohongin dengan kalimat-kalimat angin surga he he. Belajar dari CBr250RR yang bikin kompetitor jadi cupu, Honda harusnya bikin PCX 150 rasa Indonesia juga harusnya seperti ini. CBR250RR produk lokal yang memang memberikan angin segar bagi pencinta kelas seperempat liter, harusnya AHM pun bisa membuat PCX lokal jadi pilihan yang masuk akan bagi konsumen. Sematkan segala fitur yang memang bikin PCX makin ganteng he he he.
lanjut membaca…

Trail Honda…??? Seriusannn…???

Yah biasalah bro, kalau melihat gelagat Honda yang terus merangsek ke pasar roda dua tanpa kenal lelah dan peduli akan halangan yang ada di depan mata. Info mengenai trail Honda sebenarnya sudah banyak muncul di blog besar, namun memang kondisi pasar yang sedikit lesu seolah menenggelamkan info tersebut, namun berdasarkan info yang TB terima progress terhadap produk tersebut terus dilakukan.

Nah terlihat kalau Honda nggak bakalan main main dengan segmen trail ini, jelas rencana ini adalah ancaman bagi Kawasaki tentunya. Karena memang segmen ini memang baru dikuasai oleh Kawasaki. Walaupun ada produk lokal yang bermain namun tidak lah signifikan.
Artinya di sini kehadiran Honda K84A yang disinyalir CRF150 jelas memang on track, setelah lebih dahulu harus Africa Twin, dan CRF250L tentu kehadiran CRF150 merupakan sesuatu yang ditunggu. Kehadiran CFR150 merupakan usaha AHM untuk tidak memberikan ruang gerak bagi kompetitor, maupun lengah terhadap usaha kompetitor menciptakan pasar baru. Begitu ceruk pasar mulai berkembang dan menunjukkan trend bagus Honda akan masuk untuk mendominasi.

Kapan yaahhh akan meluncur CRF150..??? Prakiraan banyak pihak bahwa kemungkinan semester 2 tahun 2017 CRF150 akan menampakan wujudnya dipasaran. Artinya nggak lama lagi tohhh, artinya juga usaha Honda untuk betul betul mendominasi pasar Indonesia nggak main main, yahh kita tunggu aja, semakin bagus value produk konsumen akan mendapatkan yang terbaik.

Desain PCX lokal akan seperti apa..???

Kehadiran penantang NMAX sudah dapat dipastikan adanya, namun tentunya akan menarik jika menelaah kemana arah desain PCX lokal nantinya. Gambaran penting dari translate desain adalah dapat ditarik benang merahnya dari CBR150R AP Honda Thailand ke CBR150R AHM, CBR250R AP Honda Thailand ke CBR250RR AHM.

Pertama yang signifikan adalah headlamp TB menduga kalau next PCX lokal akan memiliki split head lamp seperti contoh kakak kakaknya di segmen sport yang telah lebih dahulu hadir.

honda-forza-15-02

Karena dengan split head lamp jelas memberikan diferensiasi tersendiri bagi PCX lokal dan pemilik PCX import tidak akan tercederai. Kemudian hal ini juga sejalan dengan kebanyakan selera konsumen Indonesia.

lanjut membaca…

Desember 2016, CBR250RR merokettttt….!!!

Nggak salah kalau TB kasih gelar bahwa CBR250RR adalah bike of the year 2016 walau pada Bulan November 2016 penjualan CBR250RR belum memperlihatkan gejala spike, namun pada bulan Desember 2016, CBR250RR mulaii unjuk gigi menekan penjualan kompetitor mereka.

img_20161211_231203

Bulan Desember 2016 sekaligus menutup tahun 2016 CBR250RR terdistribusi sebanyak 1.849 unit, Ninja 250 Fi 534 unit dan Yamaha R25 sebanyak 100 unit. Dari angka tersebut yang dalam kondisi warning adalah R25, dari awal kehadiran sampai saat ini penjualan di Indonesia memble jauh dari ekspektasi dan nama besar Yamaha yang dikenal sebagai raja sport.

lanjut membaca…

Riding mode CBR250RR

Salah satu yang membuat CBR250RR beda dan membuatnya menjadi menarik adalah riding mode, ada tiga riding mode pada CBR250RR yaitu comfort, sport dan sport+. Ketiga mode ini dapat dipilih saat motor diam atau saat berjalan cukup dengan menutup throotle gas terlebih dahulu.

Bagi TB ada yang sebenarnya kurang mengena di TB, namun bagi orang lain mungkin biasa aja. Yaitu saat motor di switch off riding mode tidak kembali ke posisi saat terakhir riding mode dipilih tetapi balik ke default riding mode yaitu sport. Ada baiknya dilakukan minor update yaitu riding mode terakhir disimpan sehingga saat motor diswitch on maka riding mode akan berada pada posisi terakhir sebelum motor dimatikan.

Sederhana sih, ini juga selera saja, namun kalau TB seneng yang bisa save last riding mode.