Suzuka 8 Hours : Kawasaki memutus dominasi Yamaha

Pada ajang Endurance World Championship 2019 di Sirkuit Suzuka, Kawasaki Racing Team menjadi pemenang dalam Balap ketahanan FIM ini. Balapan ketahanan ini sebelumnya menyatakan Yamaha sebagai pemenang namun kemudian hasil review FIM EWC menganulir keputusan tersebut dan menyatakan Kawasaki sebagai Juaranya.

sumber foto : fimewc.com

lanjut membaca…

Iklan

Ninja 250SL tambah fulus dikit, dapat kubikasi 250cc

Pendekatan oleh Kawasaki Indonesia terlihat beda, alih alih melakukan atau memproduksi sport fairing 150cc sebagai pengganti ninja 150cc 2 stroke mereka justru melakukan strategi yang tidak disangka-sangka oleh jagad roda dua Indonesia.

lanjut membaca…

Pertempuran Street Fighter dan Retro Cafe Racer siapa yang menang…?

Melihat kelas sport 150cc naked terlihat ada semacam perubahan arah atau lebih tepatnya balik badan Honda untuk kembali menggunakan headlamp bulat ketimbang menggunakan tetap berubah menjadi headlamp street fighter yang cenderung dual head ala sport fairing.

Memang hal ini belum terjadi di Indonesia, mengingat armada sport Honda yang balik ke lampu bulat baru Verza, namun kehadiran CB150R Exmotion di Thailand, dan menarik minat bagi biker Indonesia, merupakan kode keras dari alam he he he, bahwa kemungkinan besar Honda balik ke headlamp bulat, kalaupun tidak seluruhnya akan terjadi dua produk yang pararel di kelas 150cc dengan beda konsep satu street fighter dan satu cafe racer look.

lanjut membaca…

Ngeri ngeri sedap Kawasaki Ninja 150 jika masuk ke Indonesia.

Yahh jumpa lagi Kawan TB, sorry lama nggak nulis karena lagi malas aja, yuppss efek Honda yang masuk ke level dominan semua jadi kebaca dengan mudah he he he. Oya kawan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Back to topik pengenalan Kawasaki Ninja untuk pasar Eropah 125cc dan 150cc namun TB persempit di kelas 150cc di mana Kawasaki Indonesia pernah berjaya dengan Ninja 150cc 2 Tak

lanjut membaca…

Pasar Dual Purpose 150cc mulai terbagi

Kehadiran Honda CRF150L memang memberikan warna baru bagi pencinta motor dual purpose ini. Semula pasar ini memang dimiliki sepenuhnya oleh Kawasaki KLX, nikmat gurih blue ocean ini akhirnya tidak bisa lagi dipertahankan dengan kehadiran CRF150L. Nama besar CRF jelas memberikan harapan baru bagi penyuka motor dual purpose. Dan memang pada akhirnya CRF150L mulai mendapatkan hati konsumennya.

lanjut membaca…

Ninja 250 mendominasi hingga Februari 2018

Sepanjang tahun 2018 pada kelas 250cc, Kawasaki Ninja 250 menunjukkan eksistensinya di Pasar sport fairing 250cc, dari Januari s.d. Februari 2018 Ninja 250 menunjukkan dominasinya dengan meninggalkan kompetitornya dengan berkali-kali lipat. Jelas ini merupakan suatu bentuk perlawanan Kawasaki atas terganggunya dominasi Ninja 250 di pasar Indonesia.

lanjut membaca…

Kawasaki W175 berlayar tenang di samuda biru

Kecerdikan Kawasaki dalam meracik produk untuk Indonesia memang sudah sangat teruji dari jaman Ninja 250cc, tidak mau ikut arus permainan lawan di pasar Indonesia membuat pabrikan ini memiliki konsumen tersendiri sehingga mereka tetap bertahan di pasar roda dua Indonesia. Kawasaki terus melakukan kejutan kejutan untuk konsumen Indonesia salah satunya yang baru baru ini dengan Kawasaki W175

lanjut membaca…

Pertarungan tinggal di segmen sport

Pasar roda dua Indonesia sudah dapat dipastikan sudah didominasi oleh Honda, suka nggak suka Honda menyadari betapa pentingnya potensi pasar roda dua Indonesia, sehingga segala upaya terus mereka lakukan, pasar gemuk segmen matik berada dalam cengkraman Honda secara masif, potensi untuk lepas secara langsung akibat kelengahan Honda sulit untuk terjadi.

17YM CRF250 Rally

Pasar yang masih bergejolak apalagi kalau bukan segmen sport, lihat saja usaha masif Honda, merilis CBR250RR, merilis CRF250R, merilis CRF150L dan langkah-langkah selanjutnya berupa update produk yang sudah ada dipasaran. Hal ini jelas menunjukkan secara kasat mata, bahwa Honda merasa belum aman di segmen sport, belum semua lini mereka masuki, dan jelas potensinya masih bisa untuk menambah market share mereka.

Sayangnya pabrikan lain yang sedang diserang oleh Honda dan pabrikan lain yang memiliki potensi, masih asyik dengan rencana masing masing pabrikan. Usaha mendikte pasar masih sering dilakukan pabrikan yang relevansinya udah nggak relevan lagi di zaman NOW…!!! Langkah yang paling gampang melihat potensi adalah seperti yang dilakukan Honda, melihat segmen off on road mateng, masukkkk… lakukan ATM, A mati T iru M odiifikasi, nggak kreatif…??? Ukuran kreatifitas menurut TB bukan begitu, kalau berhasil menarik minat pasar dan laris manis, nahh itu yang dicari, jualan kok, dikatakan kreatif tapi nggak bisa laku ya percuma juga coiii…!!!

Segmen sport relatif sulit ditundukkan dengan strategi pada segmen matik, ya…!!! Sport punya loyalis nggak hanya sisi praktis, mengingat harga produk yang relatif lebih tinggi, dan kumpulan pertemanan melalui komunitas yang kuat brotherhoodnya, jelas membuat segmen sport nggak bisa instan dikuasai di saat ini. Contoh CBR250RR yang memang overall ok namun komunitas kompetitor udah lama, soo nggak bisa cepat lahh … perlu waktu… yang justru harus dikejar ya… new customer yang harus well educated sehingga bisa pilih produk yang memang lebih fresh dan baru.

Sama juga dengan usaha Honda masuk ke segmen off on road dengan CRF150L jelas nggak bisa cepat karena memang segmen ini sudah mateng dikuasai oleh Kawasaki, dengan komunitasnya jelas perlu waktu dan perjalanan yang relatif panjang untuk menguasainya. Yang pasti better support ke komunitas diperlukan oleh pabrikan untuk mengambil hati komunitas.

Seperti apa hasilnya, menarik yahh, TB selalu mengamati dan mencoba menganalisa kemungkinan kemungkinan yang terjadi bro, nantikan tulisan TB di blog ini terus yahhh…!!!