Ngeri ngeri sedap Kawasaki Ninja 150 jika masuk ke Indonesia.

Yahh jumpa lagi Kawan TB, sorry lama nggak nulis karena lagi malas aja, yuppss efek Honda yang masuk ke level dominan semua jadi kebaca dengan mudah he he he. Oya kawan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Back to topik pengenalan Kawasaki Ninja untuk pasar Eropah 125cc dan 150cc namun TB persempit di kelas 150cc di mana Kawasaki Indonesia pernah berjaya dengan Ninja 150cc 2 Tak

lanjut membaca…

Iklan

ZX25R… Kawasaki is Kawasaki

Beredarnya rendering foto Kawasaki 250R 4 silinder bikin geger jagad motorisme Indonesia khususnya, ya iya lahhh, sempat diberitakan batal dikembangkan ehhh tetiba muncul di Young Machine Japan Magazine, udah tahu lah kalau udah masuk Young Machine, dikit laggggiiii ituuuu….

lanjut membaca…

Pasar Dual Purpose 150cc mulai terbagi

Kehadiran Honda CRF150L memang memberikan warna baru bagi pencinta motor dual purpose ini. Semula pasar ini memang dimiliki sepenuhnya oleh Kawasaki KLX, nikmat gurih blue ocean ini akhirnya tidak bisa lagi dipertahankan dengan kehadiran CRF150L. Nama besar CRF jelas memberikan harapan baru bagi penyuka motor dual purpose. Dan memang pada akhirnya CRF150L mulai mendapatkan hati konsumennya.

lanjut membaca…

Ninja 250 mendominasi hingga Februari 2018

Sepanjang tahun 2018 pada kelas 250cc, Kawasaki Ninja 250 menunjukkan eksistensinya di Pasar sport fairing 250cc, dari Januari s.d. Februari 2018 Ninja 250 menunjukkan dominasinya dengan meninggalkan kompetitornya dengan berkali-kali lipat. Jelas ini merupakan suatu bentuk perlawanan Kawasaki atas terganggunya dominasi Ninja 250 di pasar Indonesia.

lanjut membaca…

Kawasaki W175 berlayar tenang di samuda biru

Kecerdikan Kawasaki dalam meracik produk untuk Indonesia memang sudah sangat teruji dari jaman Ninja 250cc, tidak mau ikut arus permainan lawan di pasar Indonesia membuat pabrikan ini memiliki konsumen tersendiri sehingga mereka tetap bertahan di pasar roda dua Indonesia. Kawasaki terus melakukan kejutan kejutan untuk konsumen Indonesia salah satunya yang baru baru ini dengan Kawasaki W175

lanjut membaca…

Pertarungan tinggal di segmen sport

Pasar roda dua Indonesia sudah dapat dipastikan sudah didominasi oleh Honda, suka nggak suka Honda menyadari betapa pentingnya potensi pasar roda dua Indonesia, sehingga segala upaya terus mereka lakukan, pasar gemuk segmen matik berada dalam cengkraman Honda secara masif, potensi untuk lepas secara langsung akibat kelengahan Honda sulit untuk terjadi.

17YM CRF250 Rally

Pasar yang masih bergejolak apalagi kalau bukan segmen sport, lihat saja usaha masif Honda, merilis CBR250RR, merilis CRF250R, merilis CRF150L dan langkah-langkah selanjutnya berupa update produk yang sudah ada dipasaran. Hal ini jelas menunjukkan secara kasat mata, bahwa Honda merasa belum aman di segmen sport, belum semua lini mereka masuki, dan jelas potensinya masih bisa untuk menambah market share mereka.

Sayangnya pabrikan lain yang sedang diserang oleh Honda dan pabrikan lain yang memiliki potensi, masih asyik dengan rencana masing masing pabrikan. Usaha mendikte pasar masih sering dilakukan pabrikan yang relevansinya udah nggak relevan lagi di zaman NOW…!!! Langkah yang paling gampang melihat potensi adalah seperti yang dilakukan Honda, melihat segmen off on road mateng, masukkkk… lakukan ATM, A mati T iru M odiifikasi, nggak kreatif…??? Ukuran kreatifitas menurut TB bukan begitu, kalau berhasil menarik minat pasar dan laris manis, nahh itu yang dicari, jualan kok, dikatakan kreatif tapi nggak bisa laku ya percuma juga coiii…!!!

Segmen sport relatif sulit ditundukkan dengan strategi pada segmen matik, ya…!!! Sport punya loyalis nggak hanya sisi praktis, mengingat harga produk yang relatif lebih tinggi, dan kumpulan pertemanan melalui komunitas yang kuat brotherhoodnya, jelas membuat segmen sport nggak bisa instan dikuasai di saat ini. Contoh CBR250RR yang memang overall ok namun komunitas kompetitor udah lama, soo nggak bisa cepat lahh … perlu waktu… yang justru harus dikejar ya… new customer yang harus well educated sehingga bisa pilih produk yang memang lebih fresh dan baru.

Sama juga dengan usaha Honda masuk ke segmen off on road dengan CRF150L jelas nggak bisa cepat karena memang segmen ini sudah mateng dikuasai oleh Kawasaki, dengan komunitasnya jelas perlu waktu dan perjalanan yang relatif panjang untuk menguasainya. Yang pasti better support ke komunitas diperlukan oleh pabrikan untuk mengambil hati komunitas.

Seperti apa hasilnya, menarik yahh, TB selalu mengamati dan mencoba menganalisa kemungkinan kemungkinan yang terjadi bro, nantikan tulisan TB di blog ini terus yahhh…!!!

Kawasaki W175, upaya Kawasaki jadi first mover minim gangguan

Lho kok, yayyy begitulah kalau saya melihatnya, pertama kalau ngomongin first mover jelas Kawasaki merupakan barometer di Indonesia. Ninja 250 adalah legenda yang sampai saat ini masih mendominasi adalah bukti nyata kecerdikan Kawasaki melihat pasar Indonesia.

Kawasaki Way terus berlanjut setelah Ninja 250, diikuti KLX generation yang juga membuat pasar baru di segmen roda Indonesia. Karena potensi pasar dua genre ini pabrikan lain pun tertarik sehingga turut serta meramaikan, Yamaha dan Honda pastinya merasa kecolongan. Tetapi memang nggak mudah untuk menggeser penguasa eksisting. Namun jelas langkah pabrikan lain yang mengikuti adalah ancaman serius bagi Kawasaki. Kelemahan jaringan 3S yang sedikit pasti akan menjadi momok bagi konsumen yang selama ini telah menggunakan produk selalin Kawasaki, sehingga dengan masuknya pabrikan lain ke segmen yang sama, konsumen yang selama ini ragu dengan masuknya kedua pabrikan hilang ragunya. Terlebih Honda melihat segmen off on road KLX yang moncer tentunya nggak mau berlama-lama dengan segera memunculkan CRF150L

Nah kenapa TB berani nyebut kalau W175 adalah diferensiasi yang aman..!!! Sebenarnya ini juga nggak lepas dari basis mesin yang dibawa oleh W175 dengan kubikasi yang unik, jelas membuat perbedaan sendiri sehingga pabrikan yang lain tentu harus mikir ulang untuk membuat kubikasi yang sama, paling tidak perlu waktu mikir yang lama, buka apa-apa cost efisiensi adalah momok bagi pabrikan besar.
Pabrikan lain bisa saja bikin sport retro, tapi kemungkinan besar kubikasi yang akan ditawarkan diangka 150cc jelas ini mungkin pikiran jeli Kawasaki untuk mengamankan dari gangguan pabrikan lain yang mengekor gerakan mereka, keberanian menggunakan karburator di era injeksi pun menjadi menarik, karena apa…??? Motor ini akan menjadi incaran oprekan bengkel bengkel yang masih berkutat dengan teknologi karbu, sehingga ongkos oprek bisa ditekan untuk mendapatkan kenaikan performa dari sport retro ini.

Apakah prediksi TB tersebut benar, memang perlu waktu untuk mengujinya, karena dinamika pasar terus terjadi, namun satu yang pasti kehadiran Kawasaki W175 akan memberikan warna sendiri dipasar Indonesia, penyuka retro yang malas untuk modif atau kemahalan beli Estrella punya pilihan dengan harga yang lebih murah walau kubikasi lebih rendah.

New Ninja 250R akan mirip Ninja 400…???

Menyimak langkah Kawasaki dalam menghadapi pertarungan kelas 250cc di Indonesia tentu sangat menarik, karena memang sebagai pionir, Kawasaki lah yang telah membuat pasar 250cc sport fairing Indonesia menjadi ramai dan mengundang pabrikan lain hadir di segmen ini.

Kehadiran Honda dengan CBR250RR lah yang menjadi tantangan baru Kawasaki untuk tetap menjadi raja di segmen ini, karena dengan CBR250RR kedua produk saling salip dalam angka penjualan di Indonesia. Sehingga hal ini adalah lampu kuning bagi Kawasaki di Indonesia, belum lagi penguatan brand CBR250RR di ajang AARC 2017.
lanjut membaca…

Kenapa Kawasaki nggak mau main di Sport 150cc..???

Pertanyaan besar bagi TB dan juga pastinya penyuka motor lainnya. Bagaimana tidak, siapa penyuka motor sport 150cc yang gak kenal dengan kehebatan Kawasaki Ninja 150cc, motor dua tak ini menjadi legenda dan sampai saat ini masih memiliki value yang tinggi di kalangan anak muda. Namun sayang ketika pasar 2 tak semakin terkikis Kawasaki tidak mentransformasikan Ninja 2 Tak 150cc menjadi Ninja 4 tak 150cc. Kenapa…???

Sekarang semua bisa punya Ninja #semuabisapunyaninja

A post shared by Kawasaki Motor Indonesia (@kawasaki_indonesia) on

Tentu yang lebih tahu adalah pihak Kawasaki sendiri, namun dalam pengamatan TB kenapa Kawasaki nggak mau bermain di kelas 150cc 4 tak, jelas lebih kepada hitung-hitungan bisnis saja, karena mereka (Kawasaki) akan bertarung pada segmen dimana raksasa bercokol, jelas ini perlu effort yang kuat, mulai dari dana sampai promosi, pada segmen ini karena pasarnya lumayan baik, jelas pertarungan sangat sengit, Honda, Yamaha sudah memiliki basis produk yang memang sudah terbukti disegmen ini, sehingga Kawasaki masuk harus dengan effort besar dan untung kecil,bagaimana tidak karena penghuni segmen ini telah memiliki produk yang mature.
Kawasaki butuh riset untuk mendapatkan produk yang memenuhi, jargon ninja mereka, bisa dibayangkan kalau produk dengan jargon ninja mudah keok dibuat oleh kompetitor, jelas akan mempengaruhi imej produk yang berperforma tinggi pada brand Kawasaki.
Nah tentu keputusan ini bukan perkara mudah, sehingga perlu dibuatkan exit strategi bagi pencinta Kawasaki, apa, logika sederhana dilakukan jika dengan harga lebih sedikit dari ninja 2 Tak 150cc bisa memperoleh produk 250cc yang performanya juga mirip namun secara branding lebih kuat kenapa nggak main di 250cc saja, dan akhirnya keluarnya Ninja 250SL, sayangnya ekspektasi konsumen bedahhh cuyyy, harga bikin produk ini jadi melempem.

Nahhh karena nggak laku bisa saja terjadi stop produksi atas produk tersebut, akibatnya untuk menghabiskan produk yang menumpuk perlu stimulus, yaaa dengan jargon #semuabisapunyaninja tentu akan terjadi penawaran yang menarik untuk produk Kawasaki yang slow moving.

Nah kesalahan strategi ini harus dibayar mahal oleh Kawasaki tentunya, suka nggak suka, selera pasar adalah sumber informasi yang tepat untuk bisa masuk ke pasar yang ada, sooo jangan coba melawan jika nggak mau tekorrr…!!!