Silaturahmi

Silaturahmi membuka pintu rezeki, merupakan ungkapan yang tidak bisa kita bantah menurut TB. Terlihat sederhana namun mengandung filosofi yang mendalam dalam khasanah kita membangun komunikasi dengan konsumen. Jangan sampai silaturahmi dilakukan ketika terjadi masalah saja dengan konsumen namun hendaknya dilakukan intens untuk menjaga kedekatan emosi antara pabrikan dengan konsumen.

salaman

Wujud nyata silaturahmi dengan konsumen adalah dengan aktifitas marketing yang berkesinambungan, tidak hanya didaerah yang belum dikuasai tetapi juga pada daerah yang telah dikuasai. Hal ini sangat penting, ibarat hubungan personal, mempertahankan hubungan jauh lebih mudah dari pada memulai hubungan.

Memelihara hubungan dengan konsumen jauh lebih murah biayanya ketimbang Anda harus mencari konsumen baru, soo, dua hal ini harus dijalankan secara pararel, konsumen baru tetap harus dicari namun relationship yang telah ada dan terbentuk harus dibina.

Kadang pabrikan menganggap remeh eksisting customer hanya karena mereka tidak membeli produk lagi, jauh lebih mengagungkan calon customer baru yang sudah pasti akan mencetak penjualan sehingga dapat mengisi target yang telah ditentukan.

Dalam jangka pendek hal tersebut ada benarnya, namun dalam jangka panjang, harus dipikirkan ulang, bisnis roda dua bukan hanya jual produk, jual service, suku cadang, aksesoris resmi, mechandise adalah penopang pabrikan dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, justru hal-hal begini yang sering terlupakan.

Selain itu juga eksisting customer juga memiliki pengalaman yang dengan produk yang dimilikinya, sehingga dapat dijadikan sumber inspirasi dan edukasi bagi proses eksekusi calon customer baru. Kejelian ini harus dimiliki oleh pabrikan hingga di level dealer, sehingga integrasi penjualan dapat dilakukan dengan maintenance eksisting customer.

Saat ini TB lihat eksisting customer yang dihargai oleh Pabrikan lewat dealer adalah klub-klub motor yang telah berafiliasi dengan pabrikan, that’s correct …!!! Tapi nggak mencapai sebagian besar konsumen, justru yang sifatnya indipendenlah yang secara statistik lebih besar dari klub yang ada. Silahkan bandingkan sendiri. Lantas mau dikemanain mereka..??? Dibiarkan saja hilang, atau menghilang dan memilih produk kompetitor karena tidak ada perhatian dari pabrikan..???

Terserah sih kalau TB, namun saat ini pabrikan kudu mengubah pola yang mereka lakukan untuk melakukan penertrasi maksimal ke pasar yang ada, mulai dari menggunakan sosial media, hadir disemua event yang punya nilai besar dimata konsumen pada umumnya, lebih peka terhadap keluhan konsumen tanpa melihat kedekatan maupun produk yang dimiliki.

TB yakin, kalau hal ini bisa dibangun oleh Pabrikan via dealer, maka konsumen akan jadi bagian dari family Pabrikan sehingga memberikan efek manfaat yang jauh lebih besar ke pabrikan ketimbang konsep lama yang saat ini TB lihat masih menjadi andalan, yahh akibatnya nggak akan maksimal dengan dinamika yang ada saat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s