Lumix G100 kamera vlogging dari Panasonic

Panasonic kembali memperkenalkan jajaran kamera bersensor four third yaitu Panasonic G100, kamera yang didesain untuk vlogging ini memang memberikan ukuran compact dan jeroan yang sangat mumpuni untuk melakukan hal-hal tersebut, walau pun terlihat sangat kecil namun jangan dianggap enteng, bisa jadi kecil kecil cabe rawit adalah julukan yang tepat untuk kamera ini.

Kualitas gambar G100 didukung oleh resolusi 20 Megapixel jelas mumpuni, bisa merekam sampai 4K, walaupun minus IBIS namun ada Electronic Image Stabilization yang bekerja sama dengan Optical Image Stabilization lensa sebagai kompensasi ukuran body yang kompak. Namun EIS akan memberikan efek cropping saat perekaman. Namun jika menginginkan tetap wide maka digunakan lensa yang lebih lebar dari bawaannya.

Menurut saya yang menjadi game changer di kamera ini adalah build-in audio yang mumpuni, sehingga penggunaan external mic untuk vlogging dapat dieliminasi.

Panasonic juga memberikan opsi mini tripod untuk melengkapi G100 dengan pilihan tombol Shutter, Rec dan Sleep sehingga tripod tidak hanya sembagai penopang namun juga membantu mengoperasikan kamera tanpa menyentuh kameranya.

Oya tidak perlu khawatir G100 karena kamera vlogging LCD sudah articulated screen yang nyaman dilihat.

Dengan harga rilis $749US atau sekitar Rp.10jtan, kamera ini akan menjadi pilihan baru bagi konten kreator.

Youtube review di sini
Audio review G100 di sini

Vlog : 70 km bersama ADV150

Dear pembaca Teras Belitong, tanggal 04 Agustus 2019 lalu TB mendapat kesempatan untuk mencoba unit ADV150 versi CBS, berboncengan Mas Dany dari TDM Belitung TB mencoba mengeksplorasi ADV ini di beberapa jalanan di Belitung. Tulisan sudah TB jelaskan di sini.

Nah berikut videonya, biar teman-teman bisa lihat bagaimana pengujian dilakukan, mohon maaf ada beberapa kelalaian teknis, pertama audio bad, karena tidak menggunakan mic jepit hanya mengandalkan mic unit kamera dan kondisi angin kencang menyebabkan suara angin bertiup begitu dominan. Yang kedua kelupaan mengubah orientasi video ke mode landscape sehingga video setelah isi bbm menjadi potrait.
Mudah-mudahan dapat dinikmati dan bermanfaat.