Upside down standar baru sport 250cc

Kehadiran CBR250RR di segmen sport 250cc memberikan standar baru pada kelas sport 250cc. Mulai dari Throotle By Wire, Mode riding, upside down, swing arm aluminium semua memberikan warna baru pada kelas ini. Namun sebenarnya yang paling duluan harus diimplementasikan segera sebagai tanggap darurat atas kehadiran CBR250RR adalah front upside down fork.

honda-cbr250rr-red-racing-2016

Ya jika memang pabrikan yang memproduksi sport 250cc mau kompetitif langkah awal ya menjadikan upside down sebagai standar pada produk produk mereka berikutnya, suka nggak suka. Karena penambahan front fork upside down akan mengupgrade tampilan produk secara signifikan tentunya. Nah mengenai TWB, riding mode, bisa sebagai next opsional, karena nggak kelihatan dalam wujud fisik produk. Lebih kepada feel pengguna saja.

Apakah Ninja 250cc, R25 bakalan pakai upside down front fork, kalau TB sih yakin 100% walaupun nggak punya bocoran dan link ke pabrikan (ATPM). Penambahan upside down harusnya tidak mendongkrak harga secara signifikan, semakin cerdik perusahaan, maka semakin pintar memangkas harga kalau cuma ditambahin upside down.

Nah ketika sudah ditambahin upside down, produk manakah yang akan lebih dipilih, kita tunggu saja broo….

Iklan

Produk laku nggak melulu soal value

Price value merupakan pertimbang, sooo pasti namun nggak semua hukum itu berlaku apalagi kalau udah bicara masalah pride seseorang terhadap produk, atau imej yang sudah dari awal terbentuk baik mau secara value nggak maksimal, atau apa … jika kemudian ada produk yang berani menentang yaaa bubar jalan tuh produk

Ingat cerita rem ABS, nggak cucok katanya katanya buat motor dibawah 250cc, namun nohhh lihat NMAX dijadikan strong point, konsumen seneng…??? Yahhh laku tuh produk, dst dst dst.

sumber gambar tmcblog.com

lanjut membaca…

Main aman…!!!

Yupss, setelah lama menunggu titik terang arah pengembangan 250cc Honda di Indonesia terlihat mulai mengemukan, entah pasti atau kamuflase saja, namun menilik sejarah yang pernah tercatat memang logis kalau Honda akan memproduksi mesin dua silinder inline ketimbang v-twin yang selama ini bergema di atmosfir blogsphere Indonesia.

lanjut membaca…