Engine V-Twin kelas 250cc kebawah, sesuatu bangetttt…!!!

Jaman saat ini sering sekali ekpektasi konsumen jauhhhh dari realisasi produk yang dikeluarkan pabrikan, sering kekecewaan tersebut berakibat konsumen berpindah brand hanya sekedar melampiaskan kekesalannya.

Kondisi ini sering dianggap remeh oleh pabrikan, kadang pabrikan secara tak langsung mengatakan kalau selera konsumen sudah nggak cocok dengan kondisi saat ini. Yuppsss itulah pabrikan kadang mereka terlalu yakin dengan menjadi visi mereka sendiri yang bukan nggak mungkin bakal menyebabkan pabrikan ditinggalkan oleh konsumennya.

2014-honda-vtr-type-ld-engine

lanjut membaca…

Tiger the lost generation

Bicara motor besar untuk rakyat kecil seperti TB rasa-rasanya Honda Tiger adalah mimpi yang pingin dimiliki. Pada zamannya Tiger memang membuat legenda, hingga saat ini masih belum tergantikan. Bagaimana nggak Honda Tiger punya lifetime produk yang luar biasa panjangnya he he he

23042012.Tiger-Overview

lanjut membaca…

Honda… buang semua mesin sport roadbike SOHC mu..!!!

Life is so simple, eat, sleep, old and die…
Melihat pasar roda dua Indonesia, terutama segmen sport TB melihat bahwa memang Honda berusaha memberikan produk yang variatif, mulai dari low end sampai ke high end. Memang secara teori memberikan pilihan yang banyak pada konsumen membuat konsumen tidak akan berpaling kepada produk kompetitor.

WR-CRF250-Engine

lanjut membaca…

Pengganti… Value sama… harga sama

Ngomongin next Honda tiger semakin asyik dengan munculnya CB250F, seolah bakalan jadi pengganti atau penerus tiger di tanah air, namun apakah lantas layak jadi penerus atau lebih kepada new produk yang berjalan pararel dengan produk yang seharusnya menggantikan old tiger.

CB300F_2015_06

lanjut membaca…

Redifined Tiger

Dengan munculnya CBR250R, CBR150R dan New MegaPro, sudah dapat dipastikan AHM akan merombak Kakak Tua nya Yaitu Honda Tiger, kenapa? Sederhana, karena semua jajaran sudah mengalami perubahan bentuk dan pada segmen ini Honda masih berada pada posisi kedua

Beberapa upaya telah dilakukan oleh AHM untuk sang Kakak tertua ini, seperti membuat varian mata picek ala Eropa  yang secara desain memang belum dapat diterima di Indonesia.

Nah menakar-nakar pola pikir konsumen Indonesia bagaimanakah seharusnya Tiger berikutnya.

Belajar pada kedigdayaan nama besar CBR maka Honda seharusnya lebih berkonsentrasi pada segmen sport touring non fairing ini karena sumber kekalahan AHM selama ini adalah pada kelas ini terkhusus di mid level 150 cc, karena pada kelas ini masih bercokol si giant killer Vixi. Sedangkan untuk kelas berfairing sementara Honda masih aman karena tanpa saingan yang berarti. Setelah peluncuran New Megapro otomatis tinggal Tiger yang belum di sentuh. Bagaimanakah layaknya Tiger diperlakukan agar menyentuh mindset konsumen Indonesia.

Pertama yang tentu Honda sendiri sudah paham yang namanya Motor Sport bagi konsumen Indonesia adalah power dan speed, bagaimana meletakkan Tiger baru nantinya secara teknis diatas kertas mempunyai tenaga yang dihasilkan lebih besar dari produk kompetitor lainnya. Walaupun cuma beda 1 hp.

Selanjutnya kelengkapan pada motor, seperti cakram ganda pada rem depan dan belakang, spedometer digital, peredam kejut belakang mono yang memang sudah menjadi tuntutan konsumen pada lazimnya. Pada Honda Tiger pengubahan Spedometer ke digital mungkin perlu dipertimbangkan karena akan menambah nilai dari Tiger itu sendiri.

Kemudian selanjutnya adalah disain, mengingat bagi kebanyakan pengguna Indonesia, motor adalah alat transportasi utama, dalam artian hampir semua aspek kehidupan yang memerlukan alat transportasi akan menggunakan motor, maka desain motor yang ciamik menjadi dambaan bagi setiap pemilik motor, apalagi konsumen motor sport yang umumnya selalu melihat motor dari padangan pertama, disinilah letak PR bagi AHM, karena jika CBR bisa membuat konsumen jatuh hati pada pandangan pertama, setidaknya Tiger pun harus demikian, banyak produk Honda kelas motor sport yang memiliki desain cukup menarik, tinggal dipilih yang mana yang kira-kira akan menarik minat konsumen sehingga berakhir pada keputusan untuk membeli.

Just My Simple Opinion