Lumix G100 kamera vlogging dari Panasonic

Panasonic kembali memperkenalkan jajaran kamera bersensor four third yaitu Panasonic G100, kamera yang didesain untuk vlogging ini memang memberikan ukuran compact dan jeroan yang sangat mumpuni untuk melakukan hal-hal tersebut, walau pun terlihat sangat kecil namun jangan dianggap enteng, bisa jadi kecil kecil cabe rawit adalah julukan yang tepat untuk kamera ini.

Kualitas gambar G100 didukung oleh resolusi 20 Megapixel jelas mumpuni, bisa merekam sampai 4K, walaupun minus IBIS namun ada Electronic Image Stabilization yang bekerja sama dengan Optical Image Stabilization lensa sebagai kompensasi ukuran body yang kompak. Namun EIS akan memberikan efek cropping saat perekaman. Namun jika menginginkan tetap wide maka digunakan lensa yang lebih lebar dari bawaannya.

Menurut saya yang menjadi game changer di kamera ini adalah build-in audio yang mumpuni, sehingga penggunaan external mic untuk vlogging dapat dieliminasi.

Panasonic juga memberikan opsi mini tripod untuk melengkapi G100 dengan pilihan tombol Shutter, Rec dan Sleep sehingga tripod tidak hanya sembagai penopang namun juga membantu mengoperasikan kamera tanpa menyentuh kameranya.

Oya tidak perlu khawatir G100 karena kamera vlogging LCD sudah articulated screen yang nyaman dilihat.

Dengan harga rilis $749US atau sekitar Rp.10jtan, kamera ini akan menjadi pilihan baru bagi konten kreator.

Youtube review di sini
Audio review G100 di sini

Mengaktifkan profile Cinelike D dan Cinelike V di Panasonic GX85

Saya suka ngoprek apa saja, termasuk kamera yang saya miliki, Panasonic GX85 adalah salah satunya, zaman cinematik sekarang bikin aku penasaran pengen juga punya tools yang bisa bikin cinematik video, walau nggak sempurna, cukup lah buat memuaskan rasa penasaran saya terhadap trend videografi saat ini.

Nah sayangnya di Panasonic GX85 profile picture cinelike D dan cinelike V tidak disertakan, namun ada saya orang-orang pinter yang berbagi ilmu agar profile itu bisa diaktifkan di GX85. Bagaimana cara deploy kedua profile tersebut ke Kamera Panasonic GX85..? Yuk kita bahas….!!!
lanjut membaca…

Panasonic meluncurkan Lumix S1H

Akhirnya Panasonic meluncurkan kamera mirroless full frame dengan orientasi khusus video, jika Sony memiliki A7S maka Panasonic memperkenalkan Lumix S1H. Kamera yang memang diperuntukkan bagi film maker ini memang sudah banyak ditunggu kehadirannya. Form factor yang boleh dikatakan kecil dengan kemampuan merekam unlimited plus 6K, dan anamorphic pada 4K.

lanjut membaca…

Panasonic S1 dan S1R akhirnya hadir di Indonesia secara resmi

Hari ini 23 April 2019 Panasonic meluncurkan kamera Mirrorless Full Frame mereka yang pertama kalinya di Indonesia. Suatu keputusan yang tepat IMHO dilakukan oleh Panasonic untuk terjun ke dunia Full Frame Mirrorless karena segmen ini sedang berkembang dan akan menjadi primadona dalam beberapa waktu ke depan.

lanjut membaca…

Bocoran Spesifikasi Lumix S1 dan S1R

Melalui situs Nokishita muncul bocoran dari spesifikasi Lumix S1 dan S1R, apa saja, yuk kita lihat

LUMIX S1R
47.3 Mega Piksel Full Frame sensor, tanpa Low pass filter
5-axis hand vibration reduction within the body with 5.5 steps of effect
Dual IS 2 with 6 stages of effect
4K 60p / 50p video
Foto berturut-turut : 9 frames / second (mode fokus AFS), 6 frames / second (mode fokus AFC)
Kemampuan 6K photo at 30 frames per second dan 4K photo mode at 60 frames / sec
5.76 million dot EVF (electronic view finder)
Pembesaran finder dapat disesuaikan dari 0,78 kali menjadi 0,74 kali atau 0,7 kali
Rentang ISO: 50-51200 (Termasuk sensitivitas yang diperluas – standar ISO maksimum 25600)
Dustproof · Drip-proof · Suhu terendah sampai-10 °
Gambar 187 juta piksel (16.736 x 11, 168) dapat dibuat menggunakan mode resolusi tinggi
Advanced Artificial Intelligence Technology Detecting Humans, Cats, Dogs and Birds
Size: 148.9 x 110.0 x 96.7 mm
Berat: 898 g
lanjut membaca…

Panasonic S1 dan S1R akan menyapa 31 Januari 2019…?

Salah satu yang sedang ditunggu di jagat perkameraan adalah kehadiran Panasonic Lumix Full Frame 35mm S1 dan S1R. Kenapa…??? Pertama ini kamera FF pertama Panasonic yang selama ini menggunakan sensor M43, selain itu juga aliansi L-Mount jelas membuat kamera ini dapat dukungan lensa-lensa high end dari Leica dan Sigma

Kok Yakin, yuppp salah satu akun instagram yang sering mengabarkan kamera-kamera terbaru beserta bocorannya memang telah menyampaikan informasinya

lanjut membaca…

Masalah pada lensa Panasonic Leica DG Elmarit 8-18mm F/2.8-4 saat menggunakan filter GND

Lensa Panaleica ini memang jos gandoss buat ngelandscape, bagai saya sih memang memenuhi ekspektasi yang saya inginkan, perfecto lah, sampai pada suatu pagi ada yang aneh dari hasil foto saya. Pertama dugaan saya hanyalah flare dari sinar matahari saja, namun pada beberapa pagi berikutnya dan ternyata…..

lanjut membaca…

DSLR going to die

Tahun 2018 merupakan tonggak sejarah dunia Kamera Mirroless, bagaimana tidak, pemain besar sudah lengkap mengeluarkan versi Full Frame mirrorless masing masing brand. Nikon datang dengan Z series, kemudian Canon dengan R Series, lanjutnya kemudian Panasonic dengan Lumix S mereka. Lengkap toh, Leica udah, Sony dah lama duluan.

lanjut membaca…

Pilih mana LEICA DG VARIO-ELMARIT 12-60mm / F2.8-4.0 ASPH. / POWER O.I.S. atau Panasonic Lumix G Vario 12-60mm f/3.5-5.6 ASPH/POWER O.I.S

Dua lensa MFT ini punya panjang vocal yang sama yaitu 12-60mm yang membedakan secara kasat nata nya pada bukaan maksimalnya yang leica F2.8 yang Lumix G Vario F3.5
Selain itu juga secara fisik kontruksi lensa jelas berbeda lah, Leica 14 elemen dalam 12 grup :
– 4 aspherical lensa
– 2 Extra-Low Dispersion lensa
Nah kalau yang Lumix 11 elemen dalam 9 grup :
– 3 Aspherical lens
– 1 Extra-Low Dispersion lens

lanjut membaca…