Sponsorrr pengenn juga sihhh

Menolak lupa ehh salah menolak sponsor dapat saja dilakukan bagi blogger yang dapat tawaran sponsor, alasan yah macem-macem, Mbah Dukun udah mbahas di blognya, dan ya betul apa kata Beliau make sense lahh

spon cuci piring
Sor-logo

lanjut membaca…

Iklan

Nyoba dulu baru komen, Ohh aku sih YES…!!!

Yahh begitulah cuii, TB nulis sesuatu entah itu kekurangan atau permasalahan yahh semua base on fakta, udah dirasain dulu cuii baru ngemeng, bukan sekedar nulis dan ikutan trending topic gitu. Penting bagi TB untuk mengulas sesuatu yang TB memang punya kapabilitas dalam hal yang ditulis.

integritas

lanjut membaca…

Be Creative …

Kadang kita kita nggak nyadar kalau Tuhan ngasih kekurangan kita untuk membuat kita semakin mikir untuk semakin menjadi kreatif dan bergairah dalam segala hal yang penting untuk kebenaran dan kebaikan.

Ketika kita nulis blog misalkan melihat rekan lain yang blognya ngehits atau mudahnya sumber informasi, sepertinya mudah saja, sering kalau TB punya rasa ingin seperti itu, namun ketika rewind ulang tujuan ngeblog for passion dan fun jadi ketawa-ketawa sendiri (nggak ada yang lihat lho) he he kok jadi gitu ya.

Ya udah dengan bekal bahwa yakin bahwa kita bisa, tentu dengan memeras otak kita bisa mendapatkan berita atau menulis segala sesuatu out of box, bukan jauh jauh atau hebat, tapi ya nggak melulu monoton lahh, makanya jarang saat ini TB nulis sesuatu yang lagi hits, misal saja hari ini 27 September 2015 lagi ada gelaran motoGP Aragon, TB nggak minat nulis gelaran tersebut kalau pun nulis akan dengan sudut pandang yang beda.

Trus kalau orang nggak suka gimana…?? Ya biarkan saja tohh kita nulis untuk fun dan passion saja, nggak ngehits nggak apa-apa, nggak dikenal juga nggak masalah, yang penting tulis yang disuka untuk kebenaran dan kebaikan. Lakukan different ways biar tulisan nggak terlihat umum.

He he he gitu ajahh sharingnya bro….

Opini : Paradigma bermotor Indonesia bergeser ke skutik dan sport saja ?

Melihat pergerakan pasar roda dua Indonesia yang unik dan sering berseberangan dengan mindset umum pasar roda dua umumnya, rasanya banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya, mulai dari ATPM, Konsumen, maupun regulator.
Terutama ATPM jika ingin bertahan pada pasar Indonesia, hanya kreatifitas tiada hentilah yang membuat masing-masing ATPM dapat meluncurkan produk-produk yang penuh inovasi.
Jika kita balik ke era tahun 80an s.d. 90 an banyak hal yang telah berubah, mulai dari hilangnya momentum 2 stroke, sampai pada akhirnya munculnya spesies roda dua di Indonesia yang pada akhirnya menjadi pilihan utama konsumen roda dua Indonesia apalagi kalau bukan motor matik. Era Cub a.k.a bebek menunjukkan titik nadir kejayaannya dan mulai surut peminatnya.
Kenapa surut karena kepraktisan bebek telah digantikan dengan kemudahkan matik. Pada awal kemunculan Matik presepsi konsumen bahwa matik motor lemot dan tidak tangguh hanya untuk dalam kota saja,seiring dengan datangnya waktu semua berubah. Sebut saya skutik dengan kubikasi 125cc yang mampu bejaban dengan bebek yang ada. Akibat menjadikan matik semakin digemari dan akhirnya penguasaan pasar matik itu sendiri menjadi lebih superior dan market share cub.
Selanjutnya kenapa TB berani mengatakan arahan juga lebih ke motor sport ? :mrgreen: :mrgreen: Bagi TB hal ini amatlah sederhana karena kata kuncinya adalah praktis dan bertenaga. Ketika konsumen sudah memiliih kata praktis maka produk yang memenuhi adalah matik apapun ceritanya, selanjutnya ketika konsumen perlu yang bertenaga bla bla bla yang memenuhi kriteria tentu akan langsung meloncat ke segmen sport karena dalam paradigma ini segmen bebek menjadi naggung, bahkan dengan kondisi bebek hyper sekalipun, karena tetap saja nantinya bebek dengan kubikasi besar akan mengalami culunisasi :mrgreen: :mrgreen:
Segmen sport kecil akan menjadi jembatan menu kelas moge murni, tentunya hal ini akan terjadi seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi bangsa ini.
Apakah opini TB akan menjadi kenyataan, sama-sama kita lihat perkembangan pada 3 s.d. 4 tahun kedepan. 😀

OPINI : Senyum pun merekahhh di bibir Petinggi AHM ketika melihat Spy Shoot New Vixion

Lho kok bisa Mas Bro ??? He he he ini opini TB saja karena setelah TB melihat piece by piece dan kemudian Video yang dipublish oleh TMCBlog.com, ada keraguan yang terbersit di benak TB melihat apa redesain Yamaha terhadap New Vixion mereka sebagai jawaban dari kehadiran Honda Trelis.

lanjut…

Ha haiiii segitunya kahhh

Mendengar cerita dari seorang rekan yang bekerja di Diler salah satu ATPM besar di Indonesia, yang memaksa karyawannya menggunakan sepeda motor besutan ATPM tersebut, aneh saja ketika bekerja di ATPM tersebut kita kudu beli besutan ATPM itu, hilang dong kebebasan memilih produk yang kita sukai…, hilang dong hak kita selaku yang punya uang.

lanjut…

By bitlow Posted in Opini Dengan kaitkata

Open Source di Sekolah, Uji Kreatifitas dan Kompetensi Pendidik

Sudah hampir tiga tahun saya menetap kembali ke kampung halaman saya di Pulau Belitong, banyak yang berubah setelah 12 tahun ditinggalkan, hampir semua asing bagi saya.

Namun hal-hal itu tidak lah begitu merisaukan bagi orang kampung seperti saya ini karena semua hanyalah riak-riak zaman yang menuju tua.

Ada hal yang sedikit berbeda ketika saya berada di luar pulau Belitong dan sekembalinya saya ke Belitong, terutama dalam salah satu bidang yang saya senangi yaitu dunia perangkat lunak Open Source. Di tempat saya merantau di Sumatera semangat open source lumayan gede, bukan dari institusinya/sekolah itu sendiri, tetapi dari perorangan baik guru maupun murid yang memang ada keinginan belajar dan berbagi dengan Open Source, menghargai hasil karya orang lain dengan menegakkan HAKI.

Di Belitong agak sedikit berbeda, jangankan mau belajar dan berbagi dengan Open Source, mendengar Linux atau Ubuntu kebanyakan belum pernah… 😦 sedih juga..

Ada dua sekolah yang pernah saya tawarkan untuk membuat komunitas belajar open source, sekolah pertama tentunya almamater saya, ada semangat tetapi sampai saat ini mati sebelum memulai. Karena bagi saya belajar Linux yang berperanan besar adalah dari personal yang hendak belajar, merekalah yang harus punya semangat KUAT untuk belajar, tanpa itu, Linux ataupun Ubuntu seperti berlian dalam etalase, Indah tetapi sulit atau hampir tidak mungkin disentuh.

Lama saya merenung mencari penyebabnya, karena biasanya walau hanya segelintir ada antusias yang luar biasa terhadap perangkat lunak Open Source seperti pengalaman yang sebelumnya saya alami. Saya pikir ada yang salah dengan pola pembelajaran perangkat lunak dan ternyata dari hasil penyelidikan saya di lapangan memang betul ada yang gak bener.

Dari pengamatan sepintas saya dan interaksi dengan pelajar yang mengikut pelajaran TIK maka terlihat lah salah satu penyebab tidak tersosialiasinya terletak dari kemampuan pendidik dalam menguasai open source itu sendiri.

Sering saya menemukan anak sekolah bawa laptop atau datang kepada saya dan bertanya ” Bang bisa instalin Corel 10″, saya tanya “Memangny corel buat apaan?” “Untuk belajar buat desain Bang”, jawab mereka. “Memangnya hanya corel yang buat desain?” tanya saya lagi, “Guru kami Bang yang nyuruh Pakai corel”, jawab mereka selanjutnya. Ketika saya jelaskan dan tanya apakah mereka tahu harga lisensi perangkat Lunak Coreldraw, mereka terperangah sembari bilang”Habis.. Guru mintanya seperti itu Bang..”

Nah Begitu juga ketika suatu hari seorang Anak minta ajarkan PHP, saya minta di install Ubuntu linux, biar gampang install LAMPnya, tetapi dia menjawab “Guru kami menyuruh memakai Windows Bang?” Kembali saya pertanyakan legalitas penggunaan MS Windowsnya dan dapat lagi jawaban klise mereka “Disuruh Guru”..

Itulah Fakta dan kenyataan yang ada dilapangan, terlihat sekali Tools jadi suatu yang diagung-agungkan, bukan lah Hasil yang menjadi Baramoter. Seharusnya untuk mendidik kemandirian siswa maka siswa dibebaskan menggunakan Tools apa saja yang mereka bisa yang penting hasilnya mengacu pada apa yang menjadi keinginan sang guru.

Dan untuk memacu penggunaan opensource harusnya guru memberikan nilai lebih kepada siswa yang menggunakan perkakas opensource saat mengerjakan tugasnya masing-masing.

Hanya Opini saya, Semoga ada Manfaatnya..

By bitlow Posted in Opini Dengan kaitkata