Keseriusan marketing Pabrikan, lihat di daerah…!!!

Di Jakarta mungkin atau di kota-kota besar lainnya, nggak kelihatan kalau pabrikan roda dua, merk ternama punya masalah. Semua serba cepat, produk cepat, layanan cepat, sparepart cepat. Tapi kalau di daerah bagaimana ? Tentu tolak ukur daerah yang sudah ada dealer lahh minimal, bukan blankspot area alias tidak ada diler resmi di daerah tersebut.

GW250L3_RightSide_YAY

lanjut membaca…

Iklan

Konsumen cenderung menghitung dengan uji coba, bukan dengan matematika

Segmen motor masal punya keunikan tersendiri, bukan apa-apa karena memang konsumennya beragam dan memberikan penilaian masing-masing berbeda untuk tiap produk yang mereka ketahui.

Forza_2014_01

lanjut membaca…

Cari duit vs cari nama

Dalam dunia motor TB mengelompokkan pabrikan dalam dua katagori yang semua berhubungan dengan apa yang pingin mereka lakukan dalam pasar Indonesia. Terlepas bahwa sebenarnya secara umum keduanya saling melengkapi tapi dominasi salah satu membuat dua hal besar antara cari duit dan cari nama dapat dibedakan.

duit jeki

lanjut membaca…

Menyelaraskan keinginan konsumen dan visi pabrikan

Sering kali terdengar komentar kalau pabrikan yang mengikuti selera konsumen lah yang akan menguasai pasar. Kelihatan tidak ada salahnya, namun jika dikaji lebih jauh, ketika pabrikan hanya mengadopsi selera konsumen saja maka pabrikan tersebut tidak akan pernah menciptakan inovasi, karena takut akan kungkungan tidak mengikuti keinginan konsumen.

inovasi-dan-kreatif

lanjut membaca…

Mindset Konsumen Roda dua Negeri Laskar Pelangi – Belitong

Mindset konsumen roda dua di Negeri Laskar Pelangi a.k.a Pulau Belitong terbilang unik, bagaimana tidak wilayah dengan jarak tempuh dari Ibu kota negara hanya sekitar 50 menit menyisakan Pekerjaan rumah tersendiri bagi AHM selaku ATM Honda, percaya atau tidak Yamaha adalah Raja di Belitong.

Dalam metode pengamatan Blink penulis dengan langsung melihat di jalanan diprediksikan pangsa pasar Yamaha sekitar 50 – 65 % an sedangkan Honda mesin puas di Angka 30 persen. Sebelumnya sudah pernah penulis bahas pada tulisan di sini bahwa Yamaha cukup kuat mengakar di Belitong.

Pada tulisan di sini penulis memapar beberapa trik sederhana agar AHM dapat segera melakukan Penetrasi secara cepat dan mematikan untuk menguasai Pasar Belitong. Kali ini adalah gambaran sederhana dari hasil pengamatan Blink penulis mengenai mindset Konsumen di Belitong mengenai kendaraan R2.

1. Produk baru Coba dulu 

Langkah AHM mengeluarkan banyak varian belakangan ini sangat lah berpengaruh terhadap daya serap pasar di Belitong, sebut saja dengan meluncurnya Scoopy, Spacy, Vario CBS Techno, New Megapro, ditambah dengan Iklan yang mumpuni di media elektronik televisi, sangat membantu masyarakat Belitong untuk lebih mengenal produk Honda, paling tidak dengan hadir iklan di Televisi mereka tau ada produk motor Honda, dan jika mereka suka akan datang ke diler untuk menanyakan dan kemudian membelinya. Coba dulu nanti jual jika memang tidak sesuai selera. Untuk itu perlu terus menerus pengenalan melalui media cetak dan elektronik untuk menggugah kesadaran akan adanya produk baru sehingga terjadi edukasi yang cukup untuk memberi tahu konsumen.

2. Biarpun suka kalau nggak ada Barang beli aja yang tetangga

Mungkin sulit menemukan fans boy yang betul-betul fans boy di Belitong sini, pengalaman menunjukan, ketika indent Byson memerlukan waktu lama, ada Vixion yahh ambil Vixion aja, Vixion nggak ada Ambil New MegaPro saja….

Sewaktu CS One sedang pada puncak-puncaknya banyak yang mencari tetapi supply tidak memadai yahhh lari deh ke Jupi MX.

3. CC besar itu Motor Kencangg..!!!

Percaya nggak percaya ini yang jadi senjata Yamaha salah satunya untuk menguasai Belitong, jualan cc besar dan komunikasikan bahwa motor mereka adalah motor Kencang, so setali tiga uang, mindset yang terbentuk selama ini akibat mesin 2 taknya bahwa Yamaha motor kencang tinggal melanjutkan saja, dan hanya sedikit kawan-kawan dari diler Honda yang melakukan komunikasi secara sporadis bahwa Honda tidak perlu cc besar untuk menjadi kencang.!!!

Just My Simple Opinion