Akhirnya meminang lensa Panasonic Leica DG Vario Elmarit 8-18mm F/2.8-4 ASPH

Setelah sempat dipusingkan mencari lensa Laowa 7.5mm F/2 MFT walaupun status di beberapa web toko kamera terkenal di Jakarta ada namun ketika ditanyakan kosong, hmmm ya sudah lah akhirnya saya pun membeli Lensa Pana Leica DG Vario Elmarit 8-18 F/2.8-4 ASPH.
Sebenarnya masih ada pilihan lain yaitu Panasonic Lumix G Vario 7-14mm f/4.0 cuma karena kurang paham bagaimana masang filter GND buat landscape akhirnya saya pun memilih yang 8-18mm.
Selain itu juga rentang 8-18mm setara dengan 16-36mm pada full format 35mm membuat lensa ini juga bisa asyik buat jalan-jalan.

lanjut membaca…

LAOWA 7.5mm f/2.0 extra wide lensa dengan bukaan besar

Aseli lensa ini bikin TB kepincut untuk meminangnya, bukan apa, bicara lensa super lebar dibody MFT ya susah susah gampang, pilihannya nggak terlalu banyak tiga nama besar pemainnya ya Leica, Panasonic dan Olympus. Nah kehadiran Laowa menjadi alternatif lensa lebar dengan bukaan besar.
Di samping itu harga lensa lebar buatan tiga pabrikan di atas tidaklah murah :
– Panasonic Lumix G Vario 7-14mm f/4.0 Rp. 14.189.000
– Panasonic Leica DG Vario-Elmarit 8-18mm f/2.8-4.0 ASPH Rp. 15.150.000
– Olympus M.Zuiko Digital ED 7-14mm f/2.8 Rp. 20.589.000
– Olympus M.Zuiko Digital ED 9-18mm f/4.0-5.6 Rp.12.669.000

lanjut membaca…

Pilih mana LEICA DG VARIO-ELMARIT 12-60mm / F2.8-4.0 ASPH. / POWER O.I.S. atau Panasonic Lumix G Vario 12-60mm f/3.5-5.6 ASPH/POWER O.I.S

Dua lensa MFT ini punya panjang vocal yang sama yaitu 12-60mm yang membedakan secara kasat nata nya pada bukaan maksimalnya yang leica F2.8 yang Lumix G Vario F3.5
Selain itu juga secara fisik kontruksi lensa jelas berbeda lah, Leica 14 elemen dalam 12 grup :
– 4 aspherical lensa
– 2 Extra-Low Dispersion lensa
Nah kalau yang Lumix 11 elemen dalam 9 grup :
– 3 Aspherical lens
– 1 Extra-Low Dispersion lens

lanjut membaca…

Wadaowww Panasonic rilis lensa for MFT 10-25mm f/1.7, alamak dahsyat kalee…!!!

Yups ajang Photokina 2018 ini Panasonic membuat beberapa kejutan, yang paling ditunggu ya meluncurnya kamera Mirorless Fullframe Lumix S1R dan Lumix S1, dengan sejumlah keunggulannya plus L Mount aliance jelas menjadi ancaman baru di kancah mirorless FF.
Nah gimana dengan MFT sendiri yang selama ini menjadi tulang punggung Panasonic di kancah mirrorless, bakalan dibunuhkah…? Tenang pemirsah ditengah gegap gempitanya Lumix FF S1R, Panasonic pun memperkenalkan new NFT lensa yang menurut TB sih josss mantabbb

lanjut membaca…

Lensa Kit perlu diupdate segera atau bagaimana ya…?

Cerita pengalaman pribadi aja ya, kalau mau ikut boleh nggak juga tidak apa. Dulu pertama punya kamera memang tidak memiliki lensa kit karena ketika itu beli body only dan beli lensa 16-35mm yang memang lensa ring merah alias prime nya canon. Namun lantas apakah dengan hal tersebut membuat saya jadi langsung oke untuk mendapatkan foto yang baik dan bagus, nggak juga sih, tetap mengikuti proses step by step mempelajari kamera sehingga dapat memaksimalkan segala fungsi yang ada di kamera.

Nah beli kamera dengan lensa kit ya Lumix GX85, pada pertengahan tahun 2018 itu pun karena memang pingin punya 2nd kamera yang gampang dibawa-bawa dibandingkan ketika harus membawa kamera DSLR yang berat dan besar. Karena seken kamera ya pikiran saya sebagai komplementer untuk kegiatan moto-moto sambil jalan-jalan, jadi simple dan praktis. Bahkan kepikiran bakalan menjadikannya sebagai kamera utama, hmm bisa…he he he

lanjut membaca…

Memutuskan untuk pindah kamera dengan sensor MFT

Yupss sobat teras belitong, lama tak posting dihinggapi penyakit malas he he biasalah blogger modal dewe jadi nggak kejar tayang, suka tulis, nggak suka tidurrr..!!! Kali ini saya akan berbagi cerita keputusan untuk berpindah brand kamera, bukan karena tak suka tetapi memang brand yang dipergunakan selama ini dipergunakan tidak memiliki sistem yang diinginkan akibatnya ya suka nggak suka pindah brand.
Mungkin bagi sebagian orang saya terkesan aneh, karena sudah pakai kamera dengan sensor full frame kok pindah ke kamera dengan sensor lebih kecil tepatnya micro four thirds (MFT). Namun secara pribadi saya punya alasan sendiri kenapa justru menggunakan kamera dengan sensor MFT

Alasan paling kuat adalah saya menggunakan kamera karena hobby fotografi, terutama genre landscape, sebenarnya tentu untuk mendapatkan fungsi maksimal ketika mengikuti genre ini memang kamera dengan sensor full frame adalah yang paling baik IMHO, namun satu hal yang membuat saya agak jengah dengan kamera dengan sensor FF adalah ukuran yang besar dan berat sehingga membuat saya mesti persiapan yang cukup ketika hendak melakukan sesi hunting sunrise dan sunset, pada awalnya memang tidak mengapa tetapi lama kelamaan merasa tidak praktis sehingga akhirnya niat hunting jadi malas akibatnya nggak produktif.

lanjut membaca…