Zarco putus dengan KTM, siapa penggantinya…???

Pasca race Austria 2019, Johan Zarco mengumumkan via tweetnya bahwa dia dan tim nya mengakhiri perjanjian dengan KTM sehingga untuk musim 2020 KTM terdapat satu kursi kosong. Saat ini Zarco dan tim secara profesional fokus untuk dapat memberikan yang terbaik dan memperbaiki skillnya pada KTM hingga musim 2019 berakhir.

lanjut membaca…

Iklan

Pertarungan tinggal di segmen sport

Pasar roda dua Indonesia sudah dapat dipastikan sudah didominasi oleh Honda, suka nggak suka Honda menyadari betapa pentingnya potensi pasar roda dua Indonesia, sehingga segala upaya terus mereka lakukan, pasar gemuk segmen matik berada dalam cengkraman Honda secara masif, potensi untuk lepas secara langsung akibat kelengahan Honda sulit untuk terjadi.

17YM CRF250 Rally

Pasar yang masih bergejolak apalagi kalau bukan segmen sport, lihat saja usaha masif Honda, merilis CBR250RR, merilis CRF250R, merilis CRF150L dan langkah-langkah selanjutnya berupa update produk yang sudah ada dipasaran. Hal ini jelas menunjukkan secara kasat mata, bahwa Honda merasa belum aman di segmen sport, belum semua lini mereka masuki, dan jelas potensinya masih bisa untuk menambah market share mereka.

Sayangnya pabrikan lain yang sedang diserang oleh Honda dan pabrikan lain yang memiliki potensi, masih asyik dengan rencana masing masing pabrikan. Usaha mendikte pasar masih sering dilakukan pabrikan yang relevansinya udah nggak relevan lagi di zaman NOW…!!! Langkah yang paling gampang melihat potensi adalah seperti yang dilakukan Honda, melihat segmen off on road mateng, masukkkk… lakukan ATM, A mati T iru M odiifikasi, nggak kreatif…??? Ukuran kreatifitas menurut TB bukan begitu, kalau berhasil menarik minat pasar dan laris manis, nahh itu yang dicari, jualan kok, dikatakan kreatif tapi nggak bisa laku ya percuma juga coiii…!!!

Segmen sport relatif sulit ditundukkan dengan strategi pada segmen matik, ya…!!! Sport punya loyalis nggak hanya sisi praktis, mengingat harga produk yang relatif lebih tinggi, dan kumpulan pertemanan melalui komunitas yang kuat brotherhoodnya, jelas membuat segmen sport nggak bisa instan dikuasai di saat ini. Contoh CBR250RR yang memang overall ok namun komunitas kompetitor udah lama, soo nggak bisa cepat lahh … perlu waktu… yang justru harus dikejar ya… new customer yang harus well educated sehingga bisa pilih produk yang memang lebih fresh dan baru.

Sama juga dengan usaha Honda masuk ke segmen off on road dengan CRF150L jelas nggak bisa cepat karena memang segmen ini sudah mateng dikuasai oleh Kawasaki, dengan komunitasnya jelas perlu waktu dan perjalanan yang relatif panjang untuk menguasainya. Yang pasti better support ke komunitas diperlukan oleh pabrikan untuk mengambil hati komunitas.

Seperti apa hasilnya, menarik yahh, TB selalu mengamati dan mencoba menganalisa kemungkinan kemungkinan yang terjadi bro, nantikan tulisan TB di blog ini terus yahhh…!!!

Motor Jepang jadi pilihan bukan hanya karena harga broo…!!!

Jujur saja kalau TB beli motor Jepang pertama bukan hanya lihat harga…!!! Kalau beli harga murah ya beli saja motor China kan murah he he, nah motor Jepang itu memadukan antara harga terjangkau, ketersedian part yang baik, serta daya tahan alias durabilitas terhadap kondisi jalan dan lingkungan di Indonesia.

black-dagger

Salah besar kalau menghakimi seolah olah memilih motor Jepang karena harga, namun perpaduan faktor-faktor yang TB sebutkan itulah yang membuat motor Jepang dipilih. Nah yang lucu justru motor Eropa, kenapa baru sekarang mau turunin harga…??? Spek Down…???? Kalau nggak spekdown artinya selama ini jualan untung besar dong…!!!

Kalau TB sih melihat masing masing punya segmen lahhh, kalau motor Eropa saat ini biar dijual murah untuk kubikasi kecil jelas perlu waktu untuk menggurita, pabrikan Jepang ketar ketirrrr…??? Nggak lahh, dari mana rumusannya ketar ketir..??? Silahkan hitung market share, namun dengan masuknya Eropa dengan price value yang mumpuni, jelas akan membuat pabrikan Jepang semakin berinovasi untuk memberikan value lebih agar brand mereka tidak ditinggalkan oleh konsumen.

So sebagai konsumen dengan bermainnya brand Eropa dengan harga yang masuk akal di pasar Indonesia, harus cerdas dalam menganalisa kebutuhan kita dengan motor yang ada, sooo motor Eropa atau Jepang sama aja hujan kehujanan panas kepanasan.. 😀 😀 pilih yang memberikan lebihhh buat konsumen, baik penjualan, suku cadang, perawatan, penggunaan. Sooo cerdas saja jangan dengerin bisikan setan he he he 😀 😀

Beli motor Eropa cc kecil… Nggak lahhh kalau sekarang…

Jagad blogsphere sedang dihebohkan dengan penurunan harga KTM baik RC seriess maupun duke series, memang sangat-sangat lah menarik, yahh nama motor Eropa tentu semua sudah tahu standar kualitas mereka, no spec down..!!! Nggak maen maen dalam menggelontorkan produk broo…

2012-KTM-200-Duke-Front-Right

Namun walau dengan segala kelebihannya, bagi TB yang secara finansial terbatas, yahh mikir mikir dulu lah untuk membelinya. Kenapa..??? TB sangat mengkhawatirkan aftersales, maklum motor akan menjadi teman aktifitas sehari-hari. Buat kerja, jalan, maenn dsb dsb, nahhh yang pasti potensi kerusakan tentu akan tinggi, lantas bagaimana dengan suku cadangnya…??? Ketersediaan jika ada.. mahal nggak, truss ada yang dibuat oleh pihak ke 3 nggak..??? Ini bagian yang menjadi pertanyaan TB yang kantong nya tifisss dalam membeli produk. Kalau banyak duit sihh nggak mikir begini he he he.
Bagi TB produk Jepang lebih make sense, bukan apa-apa, produk Jepang memang dibuat untuk memahami iklim dan kondisi finansial kebanyakan konsumennya, iklim Indonesia yang memiliki kelembaban tinggi jelas berbeda dengan iklim Eropa, sehingga produk Eropa di Indonesia perlu banyak penyesuaian lahhh. Nah produk Jepang mau merk apapun, memang sudah memahami situasi dan kondisi iklim Indonesia. Sehingga jauh lebih reliable.

Sooo ini pendapat TB, kalau pembaca tetap mau Beli yahh ndak apa-apa… itung-itung ada yang uji coba sebelum TB nggak bisa lagi nahan keinginan membeli produk Eropa he he he