Badai Pagi di Negeri Laskar Pelangi

Kejut hentak hantaman air datang di pagi hari, ketika seharusnya burung berangkat menjemput rezeki di bawah bimbingan Ilahi. Tak ada yang kuasa mampu menahan karena ini adalah tulisan tangan mu.

Aku termangu menatap setiap setiap tetes air yang runtuh dari langit.

Bukan hari menangisi mu Kejora, tetapi suatu takdir Allah akan rentangan siklus air yang harus tertumpah ke Bumi.

Memberi minum setiap makhluk ciptaannya.

Kupandangi Langit yang kelabu tak nampak diri mu Kejora

Apakah engkau marah pada ku …..

Belitong 10 Desember 2008

Pagi yang sendu, di belahan Badai musim Angin Barat

Negeri Laskar Pelangi