Aerox 155 akan bertarung dengan…???

Aerox 155 sudah siap siap bisa diinden di situs Yamahamotoronline.com artinya juga Aerox 155 VVA akan menjadi bagian armada Yamaha dalam kancah pertarungan matik 150ccan di Indonesia. Menarik untuk diperhatikan, bahwa mesin Aerox 155 sepertinya identik dengn NMAX 155. Ya memang common part sangat baik untuk menekan cost produksi sehingga ketika didelivery ke konsumen akan mendapatkan harga yang relatif terjangkau.

screenshot-from-2017-01-02-230454

Pertanyaannya adalah kehadiran Aerox 155 membuka pasar baru atau membungkam produk kompetitor, pertama adalah membuka pasar baru, bisa saja dan mungkin saja, namun yang mesti dipahami Yamaha, produk produk gaya maskulin dan racing memang akan menarik pada first sight namun perlu dicermati oleh Yamaha, bahwa menarik minat wanita terhadap matik jauh lebih krusial, jelas dengan desain Aerox saat ini pangsa pasar yang hendak dicapai adalah kaum urban maskulin. Artinya desain yang ditawarkan oleh Yamaha sudah jenuh, sepintas dengan MX150 pun mirip. Selain itu juga dek tidak rata akan membuat matik ini kehilangan fungsionalnya, jika diperuntukkan untuk kerja berat penggunaan sehari hari, kalau sekedar gaya-gayaan boleh lah.
Yang TB takutkan justru Aerox 155 akan memakan pasar NMAX 155 karena kesamaan DNA yang mereka miliki. Yang pingin big matik namun bosan dengan NMAX memilih alternatif Aerox 155, ini artinya nggak terbentuk pasar baru yang ada teman makan teman.

lanjut membaca…

Iklan

250cc kalau bisa sih jangan pakai lama

He he maunya, tapi menurut TB korelasi logis dengan situasi pasar, penyerapan pasar 250cc motor sport fairing sudah dapat dipastikan nggak bakalan sama moncernya dengan pasar 150cc fairing. So what..???

Yamaha-R25-250-Concept

Artinya pabrikan kudu cerdik menanggapi permintaan konsumen, udah tau pasar serettt gerakan lambat yaa sutra kompetitor yang ready stok bakalan jadi incaran. Hati-hati..!!!.

Kalau pasarnya sempit yahh kudu cepat dan sigap, jangan mikir kalau konsumen akan cinta pada brand yang kita usung, tapi mikirlah kalau konsumen punya otak dan bisa mikir, brand nggak jadi patokan, sudah ada barometer umum.

Contoh kasus udah banyak, CBR250R dulu awal meluncur peminat kalau di Belitong lumayan, tapi indentnya nggak ampun ampunan, modar dah banyak yang pindah ke Ninja.

Kalau mau eksis apapun sebenar ya itu tadi sigap cepat dan tanggap karena peluang nggak pernah datang dua kali.