Idul Fitri 1436 H

Lewat blog ini TB mengucapkan selamat Idul Fitri 1436 H, Taqaballahu minna wa mingkum.

Screenshot_2015-07-18-07-00-12

Iklan

Memanfaatkan momentum

Idul fitri identik dengan mudik, yang pasti momentum ini jangan sampai terlepas dari genggaman pabrikan. Ketika tahun lalu menjelang lebaran dan sebelum puasa pabrikan Honda merilis produk, namun kali ini hanya Yamaha justru yang agresif dalam meluncurkan produk.

HondaSFAConcept-6-5291-1414578152

lanjut membaca…

Renungan akhir Ramadhan 1435 H

Tak terasa, fajar 1 Syawal telah muncul dengan terlihatnya hilal di ufuk barak ibu pertiwi, perjalanan panjang selama 29 Hari Ramadhan telah dilalui. Banyak hal yang TB alami namun jujur saja, sedih rasanya ditinggalkan oleh bulan yang penuh kemuliaan ini.

Kesedihan itu ditambah dengan rasa bahwa selama Ramadhan ini hamba tak mampu beribadah dengan maksimal ya Rab, entah apa yang terjadi yang pasti memang hambalah yang futur.
Ya Allah Sang Penguasa Jiwa, bermohon hamba agar dapat bertemu kembali dengan Ramadhan 1436 H nanti, belum lah maksimal ya Rabb apa yang telah hamba lakukan selama Ramadhan kali ini. Ijinkan Hamba kembali memperbaiki diri di Ramadhan yang akan datang.

Ya Rabb, dalam 11 bulan ke depan, hamba bermohon agar selalu dalam bimbingan Mu wahai Sang Maha Penjaga, ijinkan lah hamba untuk menjadi hamba Mu yang shaleh yang selalu menjadi tentara mu di dunia ini. Melaksanakan tugas hamba beribadah kepada Mu dengan Istiqamah.

Rabb hamba yang lemah ini tak kan mampu tanpa pengawasan Mu. Bantulah hamba wahai yang maha Kuasa. Kabulkanlah doa-doa hamba wahai penguasa Segalanya.

Panduan Praktis Berhari Raya

Sumber : http:///www.almanhaj.or.id
Kamis, 24 Juli 2014 19:55:39 WIB
Kategori : Fiqih : Hari Raya

Hari raya yang dalam bahasa Arabnya diungkapkan dengan kata ‘id (العِيْدُ) adalah hari yang padanya ada perkumpulan (manusia). Kata ‘id (العِيْدُ) berasal dari kata ‘aada – ya’udu (عَادَ – يَعُودُ) yang berarti kembali, karena seolah-oleh mereka kembali (berkumpul) lagi. Adapula yang berpendapat bahwa kata ‘id (العِيْدُ) berasal dari kata ‘aadah (العَادَةُ) yang bermakna kebiasaan, karena mereka menjadikannya (yakni perkumpulan tersebut) sebagai kebiasaan. Jamak kata ‘id (العِيْدُ) adalah a’yaad (الأَعْيَادُ). Ibnul A’rabi rahimahullah berkata, “Harirayadinamaidengan‘id karena ia selalu kembali setiap tahunnya dengan membawa kebahagiaan yang baru.”. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Mereka mengatakan, ‘Dan (ia) dinamai dengan ‘Id karena (hari itu) selalu kembali dan berulang. Adapula yang berpendapat karena kembalinya kebahagiaan pada hari tersebut. Ada juga yang berpendapat karena adanya harapan kembalinya hari tersebut bagi orang yang dapat menjumpainya.”

lanjut membaca…

Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri

Sumber : http://almanhaj.or.id

Oleh
Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiyantoro

MENGAPA DINAMAKAN ‘ID?
Secara bahasa, ‘Id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.

Kemudian dinamakan ‘Id, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena, biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.

Baca Selanjutnya…