Akhirnya Lumix S dari Panasonic diperkenalkan

Dengan mengusung semboyan Full Frame Without Compromise hari ini 1 Februari 2019 pukul 11.30 Waktu London, Panasonic resmi meluncurkan Kamera Lumix S Series S1 dan S1R dengan ukuran sensor Full Frame 35mm dan 3 Lensa dengan L Mount yaitu Lumix S 24-105mm F4, Lumix S Pro 50mm F1.4, Lumix S Pro 70-200mm F4.

Kalau spek kan udah terlihat di botjoran, bagaimana harganya, di web bhphotovideo.com sudah dapat dilakukan preorder dan harganya juga sudah ada.
– Lumix DC-S1R dengan Lensa Lumix S 24-105mm dibaderol $ 4.597.99
– Lumix DC-S1R Body Only $ 3,697.99
– Lumix DC-S1 dengan Lensa 24-105mm $3,397.99
– Lumix DC-S1 Body Only $2,497.99
– Lensa Panasonic Lumix S 24-105mm f/4 Macro O.I.S. $1,297.99
– Lensa Panasonic Lumix S PRO 70-200mm f/4 O.I.S. $1,697.99
– Lensa Panasonic Lumix S PRO 50mm f/1.4 $2,297.99
– Batere Panasonic DMW-BLJ31 Rechargeable Lithium-Ion(7.2V, 3100mAh) $87.99
– Charger Panasonic DMW-BTC14 Battery $117.99
– Battere Grip Panasonic DMW-BGS1 $347.99
– Panasonic DMW-DCC16 DC Coupler $47.99
– Panasonic DMW-RS2 Remote Shutter $67.99
– Panasonic DMW-EC6 Eyecup $27.99

Semua produk akan tersedia pada 4 April 2019
Bagaimana di Indonesia ..?? Kita Tunggu saja…

Panasonic S1 dan S1R akan menyapa 31 Januari 2019…?

Salah satu yang sedang ditunggu di jagat perkameraan adalah kehadiran Panasonic Lumix Full Frame 35mm S1 dan S1R. Kenapa…??? Pertama ini kamera FF pertama Panasonic yang selama ini menggunakan sensor M43, selain itu juga aliansi L-Mount jelas membuat kamera ini dapat dukungan lensa-lensa high end dari Leica dan Sigma

Kok Yakin, yuppp salah satu akun instagram yang sering mengabarkan kamera-kamera terbaru beserta bocorannya memang telah menyampaikan informasinya

lanjut membaca…

Sigma patentkan teknologi dual layer sensor Foveon Full Frame…???

Seperti yang sudah diketahui bahwa sigma dengan aliansi L-mount nya menjanjikan akan merilis Kamera Full Frame dengan teknologi Foveon. Walau pun Foveon merupakan teknologi yang ciamik dalam menangkap warna, namun harus diakui dari sisi kecepatan dan kinerja iso tinggi kamera Sigma yang menggunakan teknologi Foveon saat ini belum lah setara dengan kamera-kamera DSLR dan DSLM umumnya.

Sigma selaku pemilik Foveon telah mengajukan paten sensor menggunakan lapisan ganda piksel untuk meningkatkan kecepatan pembacaan, hal ini tentu merupakan kabar gembira dan disinyalir ini adalah jawaban Sigma untuk kamera full frame yang akan mereka rilis.

Dari gambar di atas terlihat bahwa Setiap piksel memiliki dua lapisan “B dan G” atau “G dan R”

Struktur sensor (a) dan virtual Bayer array (b)

Semua piksel memiliki lapisan G (a) dan warna hilang R atau B pada setiap piksel diinterpolasi sebagai virtual Bayer array (b).

Metode ini akan membantu peningkatan kecepatan pembacaan sensor FOVEON untuk live-view frame rate tinggi dan perekaman video.

Menarik menurut saya, layak untuk ditunggu he he he

Sigma akan membuat Full Frame dengan Foveon dan L Mount , layak ditunggu…!!!

Jujur saja saya begitu tertarik dengan teknologi sensor Foveon yang di kembangkan oleh Sigma, bagaimana tidak melihat dari cara kerja yang ditawarkan oleh tiga lapisan Red Green Blue ala Paveon kehilangan warna minor seperti pada teknologi single layer saat ini teratasi, artinya foto akan menjadi WIYSWIYG.

lanjut membaca…

DSLR going to die

Tahun 2018 merupakan tonggak sejarah dunia Kamera Mirroless, bagaimana tidak, pemain besar sudah lengkap mengeluarkan versi Full Frame mirrorless masing masing brand. Nikon datang dengan Z series, kemudian Canon dengan R Series, lanjutnya kemudian Panasonic dengan Lumix S mereka. Lengkap toh, Leica udah, Sony dah lama duluan.

lanjut membaca…

Mirroless full frame menjawab tantangan penghobi fotografi

Lho kok bisa…??? Yupsss pabrikan jelas tergantung pada penghobi fotografi bukan tergantung pada fotografer profesional untuk mengembangkan penjualannya. Kalau fotografer yang kawakan alias profesional ya toolsnya apa yang ada di tangan itu yang mereka pakai,namun penghobi fotografi yang punya uang mereka punya keinginan sendiri terutama diera mobilitas tinggi saat ini kebanyakan pengen produk yang ringkas namun punya kualitas profesional

lanjut membaca…

Benarkah kamera full frame hanya lebih di sensor saja..???

Jujur saja sebagai orang yang awam pada awalnya dengan kamera DSLR, saya pertama selalu mencari referensi dari Internet dan tulisan-tulisan fotografer kawakan mengenai kamera, lensa, komposisi dan sebagainya.
Salah satu kalimat yang terngiang-ngiang sampai saat ini adalah pernyataan mengenai sensor kamera DSLR fullframe dan APS-C yang hanya dibedakan dengan bahasa sederhana dan lugas yaitu cuma seperti beda nonton TV ukuran 40″ dan 32″, just simple like that…!!!

lanjut membaca…