Cetak Foto ukuran A3 di ubuntu menggunakan kertas A4

Untuk menghasilkan cetakan ukuran A3 dengan menggunakan kertas A4 di Ubuntu dapat menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan software Posterazor.


lanjut membaca…

Agar file system exFat terdeteksi di Ubuntu

Saya agak terkejut ketika memasukkan SDHC Card dari Kamera Sony A7III ke mesin Ubuntu, ternyata tidak terdeteksi dengan mengeluarkan pesan berikut.

Ou ternyata file systemnya adalah exFAT, bukan FAT32 seperti yang dipergunakan oleh Lumix GX85 saya. Apa itu exFAT bisa di cek di sini.
Ya sudah googling ternyata solusinya gampang tinggal install dukungan linux terhadap file system tersebut kalau di Ubuntu perintah instalasinya :

sudo apt install exfat-fuse exfat-utils

Selesai instal, cabut memory dan masukkan ulang, maka Ubuntu akan otomatis membuka memori

Note : Saya menggunakan ubuntu 19.04

Darktable Styles

Seperti halnya program pengolahan RAW foto lainnya, darktable pun memiliki preset, seperti lightr**m preset biasa disebut dtstyle. Fungsinya sama. Dan kitapun bisa membuat sendiri dstyle kita masing-masing sesuai dengan selera yang kita inginkan.

Jika ingin mendapatkan yang sudah jadi dtstyle dapat diunduh di website repository nya di dtstyle.net. Bagaimana cara mengintegrasikan ke dalam Darktable ? Mudah kok.

lanjut membaca…

Jangan nunggu cetar

Foto sunrise atau sunset memang pengennya dapet yang cetar badai, biar keren kali ya he he, akibatnya kalau nggak cetar nggak jadi moto..? Kalau saya sih cetar nggak cetar tetap aja berangkat moto, kenapa, foto itu nggak ada yang salah, mau cetar atau nggak cetak nggak salah, yang pertama kita harus suka dengan foto yang kita buat.

Bagi saya cetar adalah bonus saja, memoto tetap bisa dilakukan kapan pun, yang perlu kita latih adalah rasa dan intuisi kita, sehingga foto yang kita hasilkan saat itu, apapun kondisinya punya makna dan kita sukai, syukur-syukur bisa bermanfaat buat orang lain.

lanjut membaca…

Fotografi dan software open source

Mungkin beberapa tahun yang lalu masih sangat sulit menemukan software yang betul-betul dapat mendukung fotografer ketika hendak menggunakan produk open source dalam kegiatan post processing mereka, namun saat ini terutama bagi TB software open source sudah sangat baik dalam mendukung kegiatan post processing foto.

lanjut membaca…

Lensa Kit perlu diupdate segera atau bagaimana ya…?

Cerita pengalaman pribadi aja ya, kalau mau ikut boleh nggak juga tidak apa. Dulu pertama punya kamera memang tidak memiliki lensa kit karena ketika itu beli body only dan beli lensa 16-35mm yang memang lensa ring merah alias prime nya canon. Namun lantas apakah dengan hal tersebut membuat saya jadi langsung oke untuk mendapatkan foto yang baik dan bagus, nggak juga sih, tetap mengikuti proses step by step mempelajari kamera sehingga dapat memaksimalkan segala fungsi yang ada di kamera.

Nah beli kamera dengan lensa kit ya Lumix GX85, pada pertengahan tahun 2018 itu pun karena memang pingin punya 2nd kamera yang gampang dibawa-bawa dibandingkan ketika harus membawa kamera DSLR yang berat dan besar. Karena seken kamera ya pikiran saya sebagai komplementer untuk kegiatan moto-moto sambil jalan-jalan, jadi simple dan praktis. Bahkan kepikiran bakalan menjadikannya sebagai kamera utama, hmm bisa…he he he

lanjut membaca…

Ternyata google pun bisa salah identifikasi

Hal yang aneh ketika TB rasakan saat melakukan verifikasi email client evolution sebagai mail client di ubuntu linux. Proses verifikasi berjalan normal dan berhasil, namun hal yang menggelikan adalah ketika google mengatakan bahwa saya login menggunakan safari on linux, helllooowww google, di linux ora ono masss browser Safari wkwk wkwk wkwk

Xi xi intermezo ajahh, memang nggak adalah pengaruhnya sihh, artinya memang selama komputer yang digunakan untuk login adalah komputer pribadi bukan publik pc yang banyak bertebaran. Nah bagaimana menurut pembaca teras belitong…????