Motor sport 150cc nggak melulu harus eye catching ..!!!

Motor dengan desain eye catching akan memperoleh respond positif dalam hal penjualan…??? Bisa iya bisa tidak, namun dalam banyak hal desain bukanlah segalanya, namun harus bersinergi dengan banyak hal untuk menghasilkan penjualan yang baik untuk produk dengan katagori produk masal…!!! Kalau lihat pasar India, beda lagi yang menjadi acuan adalah ketangguhan, durabilitas, desain menjadi subjektif, mungkin kebanyakan desain motor di India bakalan dicemoohkan ketika masuk ke Indonesia.

Desain adalah hal pertama yang menjadi penarik minat konsumen, namun desain bukan lah hal yang membuat keputusan konsumen membeli, karena pada motor 150cc jelas konsumennya akan berbeda pengambilan keputusannya dengan motor berkubikasi diatas 500cc, motor 150cc adalah motor all around bukan motor pajangan seperti motor dengan kubikasi diatas 500cc.

lanjut membaca…

Nggak kebayang kalau Vixion sudah DOHC

Data Aisi Juli – Agustus 2016 penjualan motor sport Indonesia menunjukkan kalau Yamaha Vixion masih terdistribusi dengan baik, mampu mengalahkan all new produk besutan kompetitor mereka yaitu Honda CB150R. Boleh dikatakan dari berbagai pembahasan yang terus beredar di jagad blogsphere seolah-olah CB150R akan mudah menaklukan Vixion.

motor-white

Namun faktanya CB150R nggak mudahhh untuk bisa mengalahkan Vixion hingga saat ini, masih tersendat sendat dan tentu ini menjadi PR berat bagi Honda untuk bisa menang mutlak. Nah dengan kondisi Yamaha keukehhh untuk menggunakan engine SOHC 150cc, CB masih perlu usaha keras… untuk bisa mengalahkan.

Nah kebayang nggak kalau Yamaha rilis New Vixion dengan DOHC engine. Bagaimana impactnya buat CB150R tentu lebih dahsyat dan sulit dikalahkan tentunya. Yapss Yamaha kudu sadarlah kalau mereka harus segera berbenah dengan melakukan hal yang sama dengan kompetitor. Mengganti engine Vixion dengan DOHC yang tentunya apalagi kalau bukan memenuhi ekspektasi konsumennya.

Walaupun secara teknologi SOHC bisa atau lebih baik performanya, namun ekspektasi konsumen terhadap mesin DOHC pada kelas sport merupakan bahasa marketing yang kudu dipahami dengan bijak nggak sekedar melulu bicara teknis. Nah jika Yamaha sudah mengganti mesinnya dengan DOHC jelas akan sangat membantu mereka untuk bisa berbicara lebih banyak melawan CB15OR. Nah kalau ngotot nggak mau ganti yahhh perlahan tapi pasti Honda CB150R akan terus menekan secara perlahan tapi pasti.
Nah kalau udah kejadian seperti Mio, ya sudah perlu usaha keras untuk mengembalikannya.