Biarkan Cinta itu tetap tumbuh, walau waktu akan memisahkan Kita

Bidadari Ku, Perjalanan rasanya semakin panjang saja, terpaan badai Kehidupan membuat diri Ku merasa letih dalam jalani tiap langkah alunan waktu ini. Hanya saja setiap mata ini menatap bening mata Mu, tulus senyum Mu dan desau suara mu yang merdu di telinga ku, sontak letih ku hilang berganti dengan asa dan dian semangat yang begitu membara, seolah akan membawa diriku dan dirimu hidup berjuta-juta tahun lagi.

Waktu seperti begitu mudah dan cepat berlalu, mengantar kita ketepian batas kehidupan, menunggu detik-detik ketika raga memisahkan diri dari roh. Melewati batas masa dan warna kehidupan serasa tanpa ada jeda walau secara data sangatlah lama.

Bidadari ku harapku tak pernah pupus kepada Mu, walau hinaan, cercaan, makian terlontar jelas dari mulut mu, aku tahu itu bukan dari hati Mu. Bidadari ku percuma saja kau lakukan itu, cinta ku tak pernah pudar karenanya, sayang ku tak pernah hapus oleh itu, asa ku selalu bertumbuh disetiap makian mu.

Andailah saja ada yang bisa membunuh rasa itu, andai lah saja ada yang bisa membuat ku meredam semua impian itu hanya satu bidadari ku, cuma satu permata hati ku, hanya Allah yang bisa melenyapkan segalanya. Entah dengan menyabut nyawa ku, entah dengan membuat ku lupa akan diri mu.

Bidadari ku sampai saat ini aku tak pernah melupakan mu, bayangan dirimu selalu hadir dalam setiap gerak langkahku, selalu menjadi teman pengobat rindu akan dirimu, selalu bersama disetiap helaan nafas ku.

Bidadari ku, semoga Allah meluluhkan hati mu, semoga Allah menumbuhkan rasa cinta dihati mu kepada ku, semoga Allah menyatukan kita dalam pernikahan didunia maupun diakhirat kelak.

~~~ Amien ya Robbiil Alamin ~~~

Live for Human beings

Dalam alur takdir manusia sebenarnya sederhana dan relatif tidak rumit, tetapi kadang manusia itu sendiri lah yang membuat takdirnya menjadi rumit.

Dalam genggaman Takdir seseorang bisa menjadi Presiden, CEO, Tukang sapu, Office Boy, Bisnis Owner, Tukang Ojek Penjual Bakso dan lain sebagainya. Cuma pertanyaannya Apakah pencapaian-pencapaian yang kita lakukan adalah kemuliaan hidup???

Banyak orang tua Bangga ketika sang anak menjadi Direktur, Pegawai Negeri, Anggota DPR dll, Pokoknya sesuatu yang menimbulkan decak kagum orang lain atau sesuatu yang berkilau di mata orang lain… Semua itu adalah Keberhasilan bagi sebagian besar orang.

Benar kah itu …??? Sahih kah semua itu …???

Seorang teman yang sederhana kehidupannya dipandangan mata ku pernah bertanya begini…

“Boi .. pernahkan kau berfikir akan kematian yang pasti kau temui..?? Apa yang kau bawa boi ?? Uang kah ?? Mobil kah ??? Jabatan kah ??? ”

Aku tercengang hah…. iya ya…

Boi.. Boi tak ada yang kau bawa boi… cuma amal kebajikan mu…

Makanya boi BERMANFAAT LAH BAGI MASYARAKAT MU.. Bermanfaatlah boi, bermanfaat lah…

Percuma deretan gelar yang kau raih, rumah besar yang kau punya, tumpukan uang yang kau simpan kalau kau tak ada manfaatnya bagi sekitar mu.

Bermanfaat lah boi selagi masih ada waktu ….

Suge

Berbaring di Pasir Putih Pantai suge
Menatap biru langit yang bersahabat
Memunculkan raut Bidadari yang menawan hatiku
Membawa terbang jauh di antara awan yang berlari kecil di angkasa
meniti sang Angin yang berhembus
menelusuri riak Ombak kecil di Pantai Suge..

Andai bidadari itu tahu betapa dia telah mengambil hatiku
Andai aku bisa meminta tolong awan untuk menyampaikannya
Andai angin membisikinya yang berada nun jauh disana
Andai… Andai … Andai …..

Putih pantai suge.. Bagaikan cinta Putih ini kepadanya
Memudarkan setiap kekesalan yang Ada
Memecahkan setiap karang Keangkuhan
Meredam setiap Badai Amarah …
Hanya Ada Cinta dan cinta ketika wajah itu muncul

Apa pun yang engkau lakukan kepada ku
Hanya ada cinta di hati ini
Tak ada amarah, benci, dendam, maupun kesal.
Berjuta pohon maaf telah aku tanam di hati ini
Untuk setiap kesakitan yang Engkau berikan

Bidadari…
Ijinkan aku memiliki mu…