36 Tahun berjalan di Bumi Allah

Perjalan Hidup adalah bagian dari misteri yang tidak pernah bisa ditebak oleh yang menjalani hidup itu sendiri, termasuklah saya selaku manusia, hanya Allah lah Sang Penguasa segalanya yang mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup setiap mahluk ciptaanNya.

Mistery yang sangat dalam pada setiap detik kehidupan kita menandakan ketidak mampuan saya selaku makhluk Allah, dan tak ada yang dapat memberikan pertolongan dalm menjalani hidup ini. Banyak kesalahan yang telah saya perbuat dalam hidup ini, tak terhitung, kalau bukan karena rahmat dari Allah saya mungkin saja telah lama terpuruk kedalam kenistaan yang tidak bertepi.

Sungguh pertolongan Allah lah yang telah menyebabkan saya tetap dapat tegar berdiri sampai hari ini, walaupun begitu banyak hal yang mesti diperbaiki untuk menyempurnakan tugas saya di dunia ini kepada Nya. Kadang harapan tidaklah sesuai dengan angan-angan yang diinginkan tetapi itulah kehidupan Allah lebih tahu yang terbaik buat saya ketimbang saya sendiri. Selaku pribadi tentunya hanya berdoalah yang dapat Saya lakukan agar apa yang menjadi keinginan dapat terkabul atas izinnya.

36 Tahun bukan lah masa yang singkat bagi saya, banyak hal yang telah terlewati dan terlewatkan, hanya penyesalan yang terasa jika semua tak tersanggupi untuk dipenuhi. Keinginan-keinginan untuk kebaikan selalu tumbuh tapi ada beberapa yang membutuhkan urgensi. Tetapi semuanya bisa tercapaikan dengan bantuan Sang Pencipta karena semua adalah daya upaya dan kemurahan Nya.

Sebagian dapat tercapai dengan mudah sebagian perlu usaha, sebagian lagi sampai saat ini belum terpenuhi, semua harus selalu disyukuri, tak tercapai bukan berarti tak mampu tetapi belum lah mendapat ijin dari Nya karena alasan yang tidak saya ketahui. Saya sangat berharap agar saya memiliki energi kesabaran yang tak terhingga dalam perjalanan yang sementara ini, dalam perjalanan yang sungguh sangat singkat ini. Teringat dulu ketika saya pertama masuk taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP, dan SMA, waktu berjalan sampai pada titik ini. Semua seperti melintas dari pintu depan rumah menuju pintu belakang rumah, singkattt sekali.

Pada star ke 37 tahun banyak harapan yang muncul tetapi ada prioritas-prioritas yang utama yang ingin saya capai, terutama menyangkut kewajiban-kewajiban kepada Allah sang Khalik, yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Semoga cita-cita ini dapat segera terwujud dan menemukan pasangan sejati yang pas di hati, untuk membina  kebersamaan sampai akhir hayat nanti…!!!!