Lorenzo kembali membalap di MotoGP Seri Silverstone

Setelah absen empat balapan, Lorenzo kembali akan turun lagi digelaran motoGP 2019 seri Silverstone. Kecelakaan patah tulang belakang T6 dan T8 di Assen Belanda, membuat Spaniard ini harus beristirahat cukup lama.

Walau sempat memberikan penampilan yang cukup agresif di Catalunya, namun Jorge masih berada dalam kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan RCV213.
“Sangat baik untuk kembali dengan Tim Repsol Honda, sudah lama sejak Assen,” kata Lorenzo. “Saya ingin kembali lebih cepat, tetapi cedera yang saya alami membuat saya harus istirahat”

“Saat berada jauh dari trek, saya telah bekerja keras untuk menjadi sesiap mungkin untuk Silverstone tetapi saya tahu itu akan membutuhkan waktu untuk kembali cepat. Saya senang dan siap untuk kembali dengan tim sehingga kami dapat terus meningkatkan dan mendapatkan hasil yang kami tahu dapat kami capai.”

Banyak rumor yang beredar saat JL99 pada proses recovery, mulai dari pensiun, balik lagi ke Ducati, pindah ke Petronas Yamaha, walau faktanya Jorge masih memiliki kontrak dengan HRC sampai 2020.

Lorenzo mempunyai kenangan manis di Silverstone pada tahun 2013 saat mengalahkan Marquez di putaran terakhir.
Yuk kita tunggu aksi X-Fuera di Silverstone 2019

Iklan

Fokus di Retro 150cc

Yamaha sudah meluncurkan XSR155 di Thailand, di Indonesia tidak lama lagi kemungkinan, harga mungkin di Indonesia lebih murah, namun karena belum meluncur di Indonesia belum tahu akan seperti apa Yamaha XSR155 ini dan bagaimana reaksi pasarnya..? Sebagaian ada yang mengatakan menarik sebagian biasa-biasa saja, namun yang pasti dengan konsep yang berbeda dengan kompetitornya maka potensi untuk memiliki pasar tersendiri tentu terbuka lebar.


lanjut membaca…

Mio Gear harusnya hanya sebagai pelengkap

Beredarnya pendaftaran paten Mio Gear menimbulkan banyak asumsi terhadap motor yang berpotensi dirilis oleh Yamaha Indonesia. Wajar lah kalau Yamaha melakukan update terhadap lini matik entry level mereka, karena memang terlihat entry level Yamaha hampir dapat dipastikan tidak berdaya menghadapi entry level Honda, walau sudah disematkan mesin 125cc yang lebih bertenaga.

Info persiapan Mio Gear menarik untuk disimak, kemana arah yang dilakukan oleh Yamaha, agar Mio yang dulunya adalah raja matik entry level dapat berkembang kembali. Sejumlah info yang saya baca menunjukkan bahwa Mio Gear akan menganut kaki-kaki gambot seperti layaknya skutik Yamaha yang telah beredar lebih dulu yaitu Yamaha Freego.

Jujur saya agak kaget kalau ini benar-benar terjadi, kenapa…? Sulit menurut saya untuk melakukan blue ocean strategi pada produk yang akan diharapkan terjual dalam jumlah besar. Karena mau tidak mau jika pun pada awalnya bermain sendiri maka nggak perlu waktu lama kompetitor akan menirunya.
Selain itu, kaki kaki gambot yang diterapkan oleh Yamaha pada Yamaha Freego jelas membuat desain Freego mirip-mirip skutik dari India. Yang bukan menjadi barometer selera konsumen Indonesia, makanya saya menyarankan Yamaha mengganti Freego dengan BW 125.

Penting bagi Yamaha untuk berfikir ulang menggunakan ban 12″ pada skutik entry level, karena bukan style konsumen Indonesia untuk skutik entry level, adapun Scoopy memang memiliki segmen sendiri dan memang tampilan menjadi lebih ciamik saat New Scoopy berpadu dengan ban 12″.

Namun jika memang Yamaha tetap kekeuh untuk merilis Yamaha Mio Gear dengan kaki-kaki 12″ menurut saya ini tidak akan pernah menjadi pemain utama, hanya lah pelengkap dan ujung-ujungnya menjadi beban produksi Yamaha sendiri IMHO.

Menurut saya yang perlu Yamaha lakukan adalah mengembalikan DNA Race pada produk-produk mereka, balik ke filosofi Yamaha itu sendiri, jangan berfikir untuk mengalahkan kompetitor, atur ulang barisan produk, keluarkan style Yamaha pada setiap produk, bukan produk yang mengejar selera sesaat namun produk yang memberikan konsumen feel untuk memilikinya.

Menurut saya Mio Gear jika tetap memaksakan hanya dengan mengganti kaki-kaki saja, tak lebih sebagai pelengkap lini produk yang mereka miliki, ndak percaya kita tunggu saja.

Ganti Fino dengan QBix

Yamaha Fino adalah salah skutik retro dari Yamaha, namun sayangnya walaupun saya tidak punya datanya penjualan Yamaha Fino secara kasat mata tidak menggembirakan, terbukti di Belitung pun Yamaha Fino jarang sekali terlihat, apalagi semenjak Honda mengeluarkan Scoopy dengan ban gambot otomatis sangat jarang terlihat Fino baru mengaspal di Jalanan Belitung.


lanjut membaca…

Upgrade Darktable dari Github

Setelah berhasil install Darktable dari github saya agak bingung ehh kalau ada upgrade gimana ya..? Bisa nggak ..?? Eh ternyata gampang. Cukup buka terminal dan ikut langkah-langkah berikut ini.

1. Buka terminal, pindah ke direktory dimana darktable awal copy dari github dalam hal ini kalau saya di direktory darktable di home folder.
Jalan kan perintah git pull


lanjut membaca…

Yamaha harus hadirkan BW125

Saya pikir Yamaha mesti segera berbenah agar pasar mereka tidak terus terpuruk, jujur saya merindukan Yamaha yang dulu saat mereka gencar mengeluarkan produk-produk inovatif yang SESUAI dengan selera konsumen Indonesia. Jupiter burung hantu, Mio, Vixion adalah sejarah kejayaan Yamaha di masa lalu, namun karena tidak ada yang abadi kecuali perubahan.


lanjut membaca…