140 Milyar…???

Baca di sini bro.
140 Milyar pakai duit siapa yahh, duit rakyat tohh, sedih rasanya tiap bulan dipotong pajak penghasilan, kalau cuma dibikin website, mending dibuat jalan banyak manfaatnya buat masyarakat.

revm-web

Iklan

36 Tahun berjalan di Bumi Allah

Perjalan Hidup adalah bagian dari misteri yang tidak pernah bisa ditebak oleh yang menjalani hidup itu sendiri, termasuklah saya selaku manusia, hanya Allah lah Sang Penguasa segalanya yang mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup setiap mahluk ciptaanNya.

Mistery yang sangat dalam pada setiap detik kehidupan kita menandakan ketidak mampuan saya selaku makhluk Allah, dan tak ada yang dapat memberikan pertolongan dalm menjalani hidup ini. Banyak kesalahan yang telah saya perbuat dalam hidup ini, tak terhitung, kalau bukan karena rahmat dari Allah saya mungkin saja telah lama terpuruk kedalam kenistaan yang tidak bertepi.

Sungguh pertolongan Allah lah yang telah menyebabkan saya tetap dapat tegar berdiri sampai hari ini, walaupun begitu banyak hal yang mesti diperbaiki untuk menyempurnakan tugas saya di dunia ini kepada Nya. Kadang harapan tidaklah sesuai dengan angan-angan yang diinginkan tetapi itulah kehidupan Allah lebih tahu yang terbaik buat saya ketimbang saya sendiri. Selaku pribadi tentunya hanya berdoalah yang dapat Saya lakukan agar apa yang menjadi keinginan dapat terkabul atas izinnya.

36 Tahun bukan lah masa yang singkat bagi saya, banyak hal yang telah terlewati dan terlewatkan, hanya penyesalan yang terasa jika semua tak tersanggupi untuk dipenuhi. Keinginan-keinginan untuk kebaikan selalu tumbuh tapi ada beberapa yang membutuhkan urgensi. Tetapi semuanya bisa tercapaikan dengan bantuan Sang Pencipta karena semua adalah daya upaya dan kemurahan Nya.

Sebagian dapat tercapai dengan mudah sebagian perlu usaha, sebagian lagi sampai saat ini belum terpenuhi, semua harus selalu disyukuri, tak tercapai bukan berarti tak mampu tetapi belum lah mendapat ijin dari Nya karena alasan yang tidak saya ketahui. Saya sangat berharap agar saya memiliki energi kesabaran yang tak terhingga dalam perjalanan yang sementara ini, dalam perjalanan yang sungguh sangat singkat ini. Teringat dulu ketika saya pertama masuk taman kanak-kanak, Sekolah Dasar, SMP, dan SMA, waktu berjalan sampai pada titik ini. Semua seperti melintas dari pintu depan rumah menuju pintu belakang rumah, singkattt sekali.

Pada star ke 37 tahun banyak harapan yang muncul tetapi ada prioritas-prioritas yang utama yang ingin saya capai, terutama menyangkut kewajiban-kewajiban kepada Allah sang Khalik, yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Semoga cita-cita ini dapat segera terwujud dan menemukan pasangan sejati yang pas di hati, untuk membina  kebersamaan sampai akhir hayat nanti…!!!!

Konsistensi is the Key

Mungkin dalam hidup kita maupun putaran saraf pemikiran kita, kita mempunyai begitu berlimpah ide-ide brilian yang luar biasa, dan jika diterapkan mungkin sekali akan mendatangkan kebaikan yang begitu besar.

Tetapi pernahkah kita merenungi, seberapa banyak dari ide kita tersebut terterapkan/terimplementasi dalam kehidupan kita sehari-hari ? Pernah mencoba menghitungnya…???

Mungkin kita akan terperangah ternyata ide-ide besar kita hanya ada dalam angan-angan saja, tidak pernah terwujud dalam kehidupan nyata kita. Seperti juga di diri saya, saya mulai merasakan ide-ide yang saya miliki hanya menemui jalan buntu dan tidak dapat terimplementasi. Lama saya berfikir untuk mencari penyebabnya, ternyata kata kuncinya cuma satu yaitu “KONSISTENSI” atau ISTIQOMAH yang belum menjadi bagian dalam gerak dan jiwa saya pribadi.

Sehingga ide-ide tersebut hanyalah sebatas angan-angan belum menjadi kenyataan. Konsistensi atau istiqomah ini mungkin terlihat sederhana, tetapi akan mengalami banyak halangan jika dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah bagi kita untuk melaksanakannya.

Mungkin kata ini lah yang membedakan saya dengan orang-orang yang meraih begitu banyak kesuksesan di dunia ini,

Mudah-mudahan mulai hari ini dan seterusnya saya bisa konsisten dengan ide dan cita-cita saya, amiennn..

~~~ Semoga Bermanfaat ~~~

Mianova.neT warnet pertama di Negeri Laskar Pelangi berbasis Ubuntu 8.04.2 Hardy Heron

Alhamdulillah setelah perjalanan Panjang… Capek….Melelahkan, Menyenangkan Cita-cita … Harapan dan keinginan,  akhirnya pada tanggal 21 Februari 2009 berdirilah MIANOVA.NET dengan positioning sebagai warnet berbasis FOSS dalam hal ini menggunakan Sistem Operasi Ubuntu 8.04.2 Hardy Heron.

Secara teknis tidak mengalami kendala karena memang ini Project ke-3 dalam membuat warnet berbasis Ubuntu, pertama di IndahNyo@Prabumulih kemudian nikita.net@Prabumulih.

Kendala terutama dari pihak ke 3 seperti sulitnya pasokan daya Listrik PLN dan speddy yang belum 1 Mbps, tetapi Alhamdulillah semua dilewati atas pertolongan Nya.

Ada pengalaman baru dalam hal teknis saat membuat Mianova.net, pada project-project sebelumnya core Duo adalah pilihan prosesor pilihan untuk klien maupun di desktop. Tetapi di Mianova pilihan jatuh ke Intel ATOM . Karena alasan Harga maka hanya di server saja yang menggunakan Core 2 Duo E7200, dengan mother board MSI.

Ok let see the photo’s…

Lagi Nyobain ngeNet di Mianova.net

Lagi Nyobain ngeNet di Mianova.net

Operator Cornerrrr...

Operator Cornerrrr...

TampaK dePan Mianova.neT

TampaK dePan Mianova.neT

Lokasi Mianova.neT :

Jl. Hayatimahim no.2 Rt.20 Rw.08 TANJUNGPANDAN – BELITONG
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Ph : 0719-23950

email : mianova.net@gmail.com

blog   : http://teras.web.id

Semoga dapat memberikan sumbangan kepada kemajuan pengembangan FOSS di Negeri Laskar Pelangi.

~~~ Semoga Bermanfaat ~~~

Live for Human beings

Dalam alur takdir manusia sebenarnya sederhana dan relatif tidak rumit, tetapi kadang manusia itu sendiri lah yang membuat takdirnya menjadi rumit.

Dalam genggaman Takdir seseorang bisa menjadi Presiden, CEO, Tukang sapu, Office Boy, Bisnis Owner, Tukang Ojek Penjual Bakso dan lain sebagainya. Cuma pertanyaannya Apakah pencapaian-pencapaian yang kita lakukan adalah kemuliaan hidup???

Banyak orang tua Bangga ketika sang anak menjadi Direktur, Pegawai Negeri, Anggota DPR dll, Pokoknya sesuatu yang menimbulkan decak kagum orang lain atau sesuatu yang berkilau di mata orang lain… Semua itu adalah Keberhasilan bagi sebagian besar orang.

Benar kah itu …??? Sahih kah semua itu …???

Seorang teman yang sederhana kehidupannya dipandangan mata ku pernah bertanya begini…

“Boi .. pernahkan kau berfikir akan kematian yang pasti kau temui..?? Apa yang kau bawa boi ?? Uang kah ?? Mobil kah ??? Jabatan kah ??? ”

Aku tercengang hah…. iya ya…

Boi.. Boi tak ada yang kau bawa boi… cuma amal kebajikan mu…

Makanya boi BERMANFAAT LAH BAGI MASYARAKAT MU.. Bermanfaatlah boi, bermanfaat lah…

Percuma deretan gelar yang kau raih, rumah besar yang kau punya, tumpukan uang yang kau simpan kalau kau tak ada manfaatnya bagi sekitar mu.

Bermanfaat lah boi selagi masih ada waktu ….

Suge

Berbaring di Pasir Putih Pantai suge
Menatap biru langit yang bersahabat
Memunculkan raut Bidadari yang menawan hatiku
Membawa terbang jauh di antara awan yang berlari kecil di angkasa
meniti sang Angin yang berhembus
menelusuri riak Ombak kecil di Pantai Suge..

Andai bidadari itu tahu betapa dia telah mengambil hatiku
Andai aku bisa meminta tolong awan untuk menyampaikannya
Andai angin membisikinya yang berada nun jauh disana
Andai… Andai … Andai …..

Putih pantai suge.. Bagaikan cinta Putih ini kepadanya
Memudarkan setiap kekesalan yang Ada
Memecahkan setiap karang Keangkuhan
Meredam setiap Badai Amarah …
Hanya Ada Cinta dan cinta ketika wajah itu muncul

Apa pun yang engkau lakukan kepada ku
Hanya ada cinta di hati ini
Tak ada amarah, benci, dendam, maupun kesal.
Berjuta pohon maaf telah aku tanam di hati ini
Untuk setiap kesakitan yang Engkau berikan

Bidadari…
Ijinkan aku memiliki mu…

Badai Pagi di Negeri Laskar Pelangi

Kejut hentak hantaman air datang di pagi hari, ketika seharusnya burung berangkat menjemput rezeki di bawah bimbingan Ilahi. Tak ada yang kuasa mampu menahan karena ini adalah tulisan tangan mu.

Aku termangu menatap setiap setiap tetes air yang runtuh dari langit.

Bukan hari menangisi mu Kejora, tetapi suatu takdir Allah akan rentangan siklus air yang harus tertumpah ke Bumi.

Memberi minum setiap makhluk ciptaannya.

Kupandangi Langit yang kelabu tak nampak diri mu Kejora

Apakah engkau marah pada ku …..

Belitong 10 Desember 2008

Pagi yang sendu, di belahan Badai musim Angin Barat

Negeri Laskar Pelangi

Jauh menatap Kejora …

Buih ombak di tengah laut pertanda Musim Angin Barat tlah tiba, Kusandarkan setiap langkah kaki ku di setiap biduk bima sakti agar tak basah oleh mu wahai Ombak…

Luluh lantah hati ku setiap aku menatap mu Kejora ku, Setiap kejap mata mu adalah menara suar bagi kapal Nelayan agar tak menabrak karang yang ganas, mencegah datangnya Petaka.

Setiap butir ucapan mu bagai nasehat Ummi kepada anaknya agar menjadi Anak yang Sholeh dambaan setiap Orang tua. Senyum kejora bagai penyejuk dahaga di kala aku berlarian diantara Nimbus dan kumulus. Mencari setiap tetes embun penyejuk jiwa.

Tak henti-hentinya kupandangi setiap hembusan nafas mu, mengalir begitu indah, menciptakan ritme-ritme nan syahdu, menggetarkan setiap denyut nafas dan nadi ku. Sungguh suatu cipta Maha Karya yang tak ternilai harganya.

Kejora….

Pucuk pinus menghijau bagaikan permadani yang indah memberi warna teduh bagi sang burung yang kelelahan tak ubahnya seperti menatap wajah mu yang selalu meneduhkan hati ku.

Air sungai yang mengalir jernih, memberi kesegaran bagi alam tak ubah melihat senyum mu yang menggetarkan hatiku dalam setiap lamunan ku.

Langit biru yang teduh, tak ubah seperti tatapan mata mu yang menjernihkan suasana hatiku, membuat setiap denyut nafas ku begitu beharga untuk dilewatkan begitu saja.

Hempasan buih Ombak dihatam karang yang kokoh, seperti pendirian mu yang kukuh dan selalu meneguhkan hati ku

Kejora….

Jika waktu ku masih berpanjang….

Kan kubuat sebuah perahu bintang untuk berlayar di Angkasa menemui mu, Kulewati setiap badai Asteroid dan tembakan komet yang menghadang seperti layaknya Mimpi-mimpi Lintang.

Kejora …

Jika kita bertemu, ijinkan aku membawa mu …, menjadikan mu sebagai sandaran hati ku, membuat mu menjadi permaisuri di hati ku.

Untuk meraup Setiap kebahagian Bersama di sisa-sisa akhir hidup ku.

Belitong, 9 Des 2008

Pukul 22.22 WIB

Teruntuk  Kejora ku yang bersemayam di Antara Andromeda Kehidupan