Cara uninstal aplikasi yang menggunakan flatpak

Saya sendiri baru paham flatpak saat pingin nyicipin GIMP 2.10.18, namun sayangnya support yang tidak ada terhadap Qt yang merupakan penyusun G’MIC membuat saya harus menghapus aplikasi yang telah terinstal dari flatpak ini.

Cara hapusnya cukup mudah

1. Lihat dulu aplikasi yang hendak kita hapus karena perlu namanya untuk melakukan uninstal, cara lihatnya dilakukan lewat terminal dengan perintah :

$ flatpak list

2. Lakukan uninstall dengan perintah :

$ flatpak uninstall nama.aplikasi.lengkap

3. Bersihkan file yang tidak diperlukan :

$ flatpak uninstall –unused

Selesai, semoga bermanfaat…!

Kembali menggunakan GIMP 2.10.14 dari PPA

Setelah berhasil menginstal GIMP dari flatpak sehingga mendapatkan versi terbaru yaitu 2.10.18. Namun sayangnya saya kehilang plugin G’MIC Qt yang merupakan salah satu game charger nya GIMP buat saya.Hal ini karena flatpak tidak support Qt sehingga otomatis G’MIC tidak bisa dipergunakan. Setelah browsing sana sini ada cari lain yaitu menggunakan GIMP AppImage agar bisa menjalankan versi 2.10.18 namun ya sudah lah…


lanjut membaca…

Error saat install ulang GIMP

Saat menghapus resource PPA GIMP dan kembali menggunakan versi repository bawaan Ubuntu, proses installasi ulang menemui kendala gagal instalasi, harusnya yang saya lakukan adalah menghapus GIMP dahulu, hapus Repo ppa baru setelah itu install via repo normal.

Karena cara salah saya menemui pesan error

The following packages have unmet dependencies:
gimp : Depends: libgimp2.0 (<= 2.10.8-z) but 2.10.14+om-1ubu19.10.6~ppa is to be installed
Depends: gimp-data (<= 2.10.8-z) but 2.10.14+om-1ubu19.10.6~ppa is to be installed
E: Unable to correct problems, you have held broken packages.

lanjut membaca…

Panasonic S1 dan S1R akan menyapa 31 Januari 2019…?

Salah satu yang sedang ditunggu di jagat perkameraan adalah kehadiran Panasonic Lumix Full Frame 35mm S1 dan S1R. Kenapa…??? Pertama ini kamera FF pertama Panasonic yang selama ini menggunakan sensor M43, selain itu juga aliansi L-Mount jelas membuat kamera ini dapat dukungan lensa-lensa high end dari Leica dan Sigma

Kok Yakin, yuppp salah satu akun instagram yang sering mengabarkan kamera-kamera terbaru beserta bocorannya memang telah menyampaikan informasinya

lanjut membaca…

Akhirnya meminang lensa Panasonic Leica DG Vario Elmarit 8-18mm F/2.8-4 ASPH

Setelah sempat dipusingkan mencari lensa Laowa 7.5mm F/2 MFT walaupun status di beberapa web toko kamera terkenal di Jakarta ada namun ketika ditanyakan kosong, hmmm ya sudah lah akhirnya saya pun membeli Lensa Pana Leica DG Vario Elmarit 8-18 F/2.8-4 ASPH.
Sebenarnya masih ada pilihan lain yaitu Panasonic Lumix G Vario 7-14mm f/4.0 cuma karena kurang paham bagaimana masang filter GND buat landscape akhirnya saya pun memilih yang 8-18mm.
Selain itu juga rentang 8-18mm setara dengan 16-36mm pada full format 35mm membuat lensa ini juga bisa asyik buat jalan-jalan.

lanjut membaca…

DSLR going to die

Tahun 2018 merupakan tonggak sejarah dunia Kamera Mirroless, bagaimana tidak, pemain besar sudah lengkap mengeluarkan versi Full Frame mirrorless masing masing brand. Nikon datang dengan Z series, kemudian Canon dengan R Series, lanjutnya kemudian Panasonic dengan Lumix S mereka. Lengkap toh, Leica udah, Sony dah lama duluan.

lanjut membaca…

Lensa Kit perlu diupdate segera atau bagaimana ya…?

Cerita pengalaman pribadi aja ya, kalau mau ikut boleh nggak juga tidak apa. Dulu pertama punya kamera memang tidak memiliki lensa kit karena ketika itu beli body only dan beli lensa 16-35mm yang memang lensa ring merah alias prime nya canon. Namun lantas apakah dengan hal tersebut membuat saya jadi langsung oke untuk mendapatkan foto yang baik dan bagus, nggak juga sih, tetap mengikuti proses step by step mempelajari kamera sehingga dapat memaksimalkan segala fungsi yang ada di kamera.

Nah beli kamera dengan lensa kit ya Lumix GX85, pada pertengahan tahun 2018 itu pun karena memang pingin punya 2nd kamera yang gampang dibawa-bawa dibandingkan ketika harus membawa kamera DSLR yang berat dan besar. Karena seken kamera ya pikiran saya sebagai komplementer untuk kegiatan moto-moto sambil jalan-jalan, jadi simple dan praktis. Bahkan kepikiran bakalan menjadikannya sebagai kamera utama, hmm bisa…he he he

lanjut membaca…