Darktable 2.7 ternyata banyak fitur baru

Setelah berjuang untuk bisa instalasi Darktable 2.7 dari Github dan berhasil seperti yang saya sampaikan di sini, karena fitur Lut 3D yang saya ingin coba ternyata belum bisa saya klik dan sedang mencari tahu penyebabnya apa. Saya mencoba DT 2.7 ini untuk melakukan editing berkas RAW dari Sony A7III


lanjut membaca…

Panasonic S1 dan S1R akan menyapa 31 Januari 2019…?

Salah satu yang sedang ditunggu di jagat perkameraan adalah kehadiran Panasonic Lumix Full Frame 35mm S1 dan S1R. Kenapa…??? Pertama ini kamera FF pertama Panasonic yang selama ini menggunakan sensor M43, selain itu juga aliansi L-Mount jelas membuat kamera ini dapat dukungan lensa-lensa high end dari Leica dan Sigma

Kok Yakin, yuppp salah satu akun instagram yang sering mengabarkan kamera-kamera terbaru beserta bocorannya memang telah menyampaikan informasinya

lanjut membaca…

Akhirnya meminang lensa Panasonic Leica DG Vario Elmarit 8-18mm F/2.8-4 ASPH

Setelah sempat dipusingkan mencari lensa Laowa 7.5mm F/2 MFT walaupun status di beberapa web toko kamera terkenal di Jakarta ada namun ketika ditanyakan kosong, hmmm ya sudah lah akhirnya saya pun membeli Lensa Pana Leica DG Vario Elmarit 8-18 F/2.8-4 ASPH.
Sebenarnya masih ada pilihan lain yaitu Panasonic Lumix G Vario 7-14mm f/4.0 cuma karena kurang paham bagaimana masang filter GND buat landscape akhirnya saya pun memilih yang 8-18mm.
Selain itu juga rentang 8-18mm setara dengan 16-36mm pada full format 35mm membuat lensa ini juga bisa asyik buat jalan-jalan.

lanjut membaca…

DSLR going to die

Tahun 2018 merupakan tonggak sejarah dunia Kamera Mirroless, bagaimana tidak, pemain besar sudah lengkap mengeluarkan versi Full Frame mirrorless masing masing brand. Nikon datang dengan Z series, kemudian Canon dengan R Series, lanjutnya kemudian Panasonic dengan Lumix S mereka. Lengkap toh, Leica udah, Sony dah lama duluan.

lanjut membaca…

Lensa Kit perlu diupdate segera atau bagaimana ya…?

Cerita pengalaman pribadi aja ya, kalau mau ikut boleh nggak juga tidak apa. Dulu pertama punya kamera memang tidak memiliki lensa kit karena ketika itu beli body only dan beli lensa 16-35mm yang memang lensa ring merah alias prime nya canon. Namun lantas apakah dengan hal tersebut membuat saya jadi langsung oke untuk mendapatkan foto yang baik dan bagus, nggak juga sih, tetap mengikuti proses step by step mempelajari kamera sehingga dapat memaksimalkan segala fungsi yang ada di kamera.

Nah beli kamera dengan lensa kit ya Lumix GX85, pada pertengahan tahun 2018 itu pun karena memang pingin punya 2nd kamera yang gampang dibawa-bawa dibandingkan ketika harus membawa kamera DSLR yang berat dan besar. Karena seken kamera ya pikiran saya sebagai komplementer untuk kegiatan moto-moto sambil jalan-jalan, jadi simple dan praktis. Bahkan kepikiran bakalan menjadikannya sebagai kamera utama, hmm bisa…he he he

lanjut membaca…

IMHO : Lightroom akhirnya menggantikan darktable…

Sebenarnya saya termasuk sudah sangat puas dengan performa darktable, aplikasi pengolahan raw yang cukup mumpuni, memang luar biasa sih, gratis namun sangat powerfull. Namun setelah saya mengupgrade kamera saya,maka masalah kemudian menjadi muncul. Entah kenapa tiba tiba file RAW dari kamera baru saya berubah jadi aneh, ngeblok hitam padahal detil di kamera ketangkep, histogram ETTR.

Bikin frustasi juga nih, iseng iseng coba akses raw file dengan program RawTherapee eng ing eng ternyata berkas raw nya normal normal sajahh yahhh

Ya udah akhirnya putusin ninggalin darktable dan berpindah ke lightroom, first impresion sih agak kagok ehh setelah nyari nyari di youtube tutorialnya, ternyata lightroom lebih simple sih dari darktable he he he… Ya sudah lanjut landscape dengan dukungan lightroom.

Tamron memperkenalkan lensa ultra zoom 18-400mm F/3.5-6.3 DI II VC HLD

Baru baru ini perusahaan yang memproduksi lensa kamera dan cukup dikenal di Indonesia,mengumumkan produk baru mereka yang sangat dramatis dan mungkin bisa menjadi lensa sapu jagad untuk kamera DSLR yang banyak dipergunakan oleh fotografer saat ini.

YA betul Tamron 18-400 F/3.5-6.3 DI II VC HLD(model B028), dahsyattt banget range focal yang dicakupnya 18mm s.d 400mm pertama di Dunia.Setelah sebelumnya Tamron memiliki lensa Zoom dengan focal range 28-200mm, kehadiran model terbaru ini jelas menunjukkan lompatan yang signifikan dilakukan oleh Tamron. Selain itu juga desain yang kompak jelas menjadi unggulan lensa ini sehingga bagi yang hobby traveling lensa ini merupakan pilihan wajib untuk menemani aktifitas traveling.

lanjut membaca…

Dapat mainan baru Feiyu Tech Summon Plus 4K Handheld Gimbal Camera

Ada rizki berupa unit kamera di lengkapi dengan gimbal dari produsen gimbal ternama Feiyu Tech, generasi berikutnya dari Summon yaitu summon+. Kesaan pertama waktu buka box alias unboxing, kotak profesional, manual book ada, ada slave buat nyimpan Summon+, dilengkapi dengan batere 22650 3000mA.

Yang pertama TB cari adalah dimana beli batere he he , walaupun kemampuan batere bawaan cukup mumpuni namun nggak salah nyiapin batere cadangan, sayangnya setelah browsing batere 22650 masih langka sepertinya di Indonesia, mungkin saat ini kedepan kemungkinan besar akan cepat tersedia.

Kesan pertama melihat build quality produk memang tidak diragukan, memang wajar kalau Feiyu tech merupakan salah satu pilihan gimbal elektronik yang banyak dipakai saat ini.
Lanjut baca manual selanjutnya pasang batere 22650 dan coba switch on Summon+, setelah switch on TB coba lakukan tilt maupun pan menggunakan joystick Summon+, semua berjalan mulus, manual book sangat membantu walaupun dalam bahasa Inggris. Fungsi perekaman berjalan lancar by default resolusi 1080 dan 60 fps, walaupun sudah support 4K namun TB lebih prefer pakai 1080.

Akses ke menu kamera juga mudah dilakukan dan dimengerti. Udah tak sabar nih mau coba buat video dengan Summon+, ditunggu yahh broo…

EOS M mirrorless yang cukup asyik

Kalau bicara kamera Miroless jelas EOS M memang bukan pilihan yang menarik, generasi pertama Mirorless Canon ini kalau buat foto pengalaman penulis memang bikin keki dengan autofocusnya. Namun memang kondisinya seperti itu namun bukan berarti kamera ini bikin jutek he he nggak sama sekali. Ukuran nya yang enak dibawa traveling membuat kamera ini menjadi sahabat penulis setiap kali melakukan perjalanan keluar pulau Belitung.

Menurut saya hasil fotonya pun dalam pandangan awam penulis tidak lah mengecewakan. Mounting lensa EOS adalah EF-M, jika sudah memiliki lensa EF tidak perlu khawatir lensa tersebut tetap dapat kita pergunakan dengan menggunakan mount adapter EF-EOS M. Semua fungsi seperti Autofocus tetap dapat berfungsi saat menggunakan mounting ini.

Penulis menggunakan adapter ini saat menggunakan lensa EF. Kapan lensa EF penulis gunakan, biasanya saat memerlukan manual fokus seperti memoto bintang, atau foto foto yang menggunakan shutter speed lambat dan memerlukan manual fokus.

lanjut membaca…