IMHO : Lightroom akhirnya menggantikan darktable…

Sebenarnya saya termasuk sudah sangat puas dengan performa darktable, aplikasi pengolahan raw yang cukup mumpuni, memang luar biasa sih, gratis namun sangat powerfull. Namun setelah saya mengupgrade kamera saya,maka masalah kemudian menjadi muncul. Entah kenapa tiba tiba file RAW dari kamera baru saya berubah jadi aneh, ngeblok hitam padahal detil di kamera ketangkep, histogram ETTR.

Bikin frustasi juga nih, iseng iseng coba akses raw file dengan program RawTherapee eng ing eng ternyata berkas raw nya normal normal sajahh yahhh

Ya udah akhirnya putusin ninggalin darktable dan berpindah ke lightroom, first impresion sih agak kagok ehh setelah nyari nyari di youtube tutorialnya, ternyata lightroom lebih simple sih dari darktable he he he… Ya sudah lanjut landscape dengan dukungan lightroom.

Iklan

Tamron memperkenalkan lensa ultra zoom 18-400mm F/3.5-6.3 DI II VC HLD

Baru baru ini perusahaan yang memproduksi lensa kamera dan cukup dikenal di Indonesia,mengumumkan produk baru mereka yang sangat dramatis dan mungkin bisa menjadi lensa sapu jagad untuk kamera DSLR yang banyak dipergunakan oleh fotografer saat ini.

YA betul Tamron 18-400 F/3.5-6.3 DI II VC HLD(model B028), dahsyattt banget range focal yang dicakupnya 18mm s.d 400mm pertama di Dunia.Setelah sebelumnya Tamron memiliki lensa Zoom dengan focal range 28-200mm, kehadiran model terbaru ini jelas menunjukkan lompatan yang signifikan dilakukan oleh Tamron. Selain itu juga desain yang kompak jelas menjadi unggulan lensa ini sehingga bagi yang hobby traveling lensa ini merupakan pilihan wajib untuk menemani aktifitas traveling.

lanjut membaca…

Dapat mainan baru Feiyu Tech Summon Plus 4K Handheld Gimbal Camera

Ada rizki berupa unit kamera di lengkapi dengan gimbal dari produsen gimbal ternama Feiyu Tech, generasi berikutnya dari Summon yaitu summon+. Kesaan pertama waktu buka box alias unboxing, kotak profesional, manual book ada, ada slave buat nyimpan Summon+, dilengkapi dengan batere 22650 3000mA.

Yang pertama TB cari adalah dimana beli batere he he , walaupun kemampuan batere bawaan cukup mumpuni namun nggak salah nyiapin batere cadangan, sayangnya setelah browsing batere 22650 masih langka sepertinya di Indonesia, mungkin saat ini kedepan kemungkinan besar akan cepat tersedia.

Kesan pertama melihat build quality produk memang tidak diragukan, memang wajar kalau Feiyu tech merupakan salah satu pilihan gimbal elektronik yang banyak dipakai saat ini.
Lanjut baca manual selanjutnya pasang batere 22650 dan coba switch on Summon+, setelah switch on TB coba lakukan tilt maupun pan menggunakan joystick Summon+, semua berjalan mulus, manual book sangat membantu walaupun dalam bahasa Inggris. Fungsi perekaman berjalan lancar by default resolusi 1080 dan 60 fps, walaupun sudah support 4K namun TB lebih prefer pakai 1080.

Akses ke menu kamera juga mudah dilakukan dan dimengerti. Udah tak sabar nih mau coba buat video dengan Summon+, ditunggu yahh broo…

EOS M mirrorless yang cukup asyik

Kalau bicara kamera Miroless jelas EOS M memang bukan pilihan yang menarik, generasi pertama Mirorless Canon ini kalau buat foto pengalaman penulis memang bikin keki dengan autofocusnya. Namun memang kondisinya seperti itu namun bukan berarti kamera ini bikin jutek he he nggak sama sekali. Ukuran nya yang enak dibawa traveling membuat kamera ini menjadi sahabat penulis setiap kali melakukan perjalanan keluar pulau Belitung.

Menurut saya hasil fotonya pun dalam pandangan awam penulis tidak lah mengecewakan. Mounting lensa EOS adalah EF-M, jika sudah memiliki lensa EF tidak perlu khawatir lensa tersebut tetap dapat kita pergunakan dengan menggunakan mount adapter EF-EOS M. Semua fungsi seperti Autofocus tetap dapat berfungsi saat menggunakan mounting ini.

Penulis menggunakan adapter ini saat menggunakan lensa EF. Kapan lensa EF penulis gunakan, biasanya saat memerlukan manual fokus seperti memoto bintang, atau foto foto yang menggunakan shutter speed lambat dan memerlukan manual fokus.

lanjut membaca…

Desa TanjongBinga Spot Sunset yang okehhh punya

Yappss bagi Travelers atau kawan kawan fotografer amatir ataupun pro Desa Tanjong Binga merupakan spot menarik untuk menanti matahari terbenam dan mengabadikan ciptaan Tuhan dalam frame foto kita. Sepanjang sisi barat Desa ini berjejer tempat menjemur ikan asin atau dalam bahasa lokal disebut para para, soo kita bisa dapat foreground yang menarik.
Jika ini mendapatkan ke khas an batu Belitung bisa ke posisi belakang pabrik es di sudut desa Tanjungbinga, kalau ragu bisa tanya ke warga setempat

160912_raw_tanjongbinga_0040-wp

Nah yang perlu dipersiapkan selain kamera dan perlengkapannya antara lain obat obat, minuman dan topi mengingat kita menghadap langsung ke Matahari. Jika nggak tahan bau ikan asin maka kudu pakai penutup hidung.
Nah biar nggak hanya dapetin moment sunset, teman teman bisa datang lebih awal semisal jam 16.00 karena pada saat itu banyak aktifitas warga yang sedang merapikan jemuran ikan asinnya untuk disimpan ke gudang penyimpanan.

160912_raw_tanjongbinga_0010-wp

Oke guysss langsung eksekusi aja ke lapangan yahhh….

Magic latern for Canon EOS 70D, sharing pengalaman…!!!

Sebagai amatiran dalam dunia fotografi TB sangat menyukai genre landscape baik sunrise, daylight, maupun sunset, apikk lahhh kalau ngelihat foto-foto sunset dan sunrise. Kendala utama saat mengambil foto pada kondisi itu adalah area terang dan gelap yang sangat kontras sehingga penggunaan filter menjadi wajib bagi yang serius dalam genre ini.

Selain penggunaan filter, menggeser histogram kearah kanan atau biasa dikenal dengan ETTR (Exposure to the Right)namun tidak menabrak dinding sebelah kanan adalah cara paling gampang untuk mendapatkan foto yang masih cukup cahaya namun tidak mengalami overexposure

Nah kadang sulit tohh mau lihat terus histogram kalau lagi moto sooo ada cara gampang untuk yakin kalau setingan exposure kita sudah condong ke sebelah kanan. Cukup dengan menginstall Magic Latern (ML) pada EOS kita. Versi EOS 70D masih versi beta tapi nggak apalah nggak ada salahnya mencoba. Oyyyaaa kalau tanya cara install maupun dimana unduh magic latern di googling aja yah bro banyak petunjuknya.

Nah kalau sudah diinstall sebelum mengaktifkan fungsi ETTR maka modul ETTR kudu diload dulu yahh, kemudian restart EOS mu brooo, setelah itu akses menu ML dengan tekan tolong tempat sampah, cari modul ETTR seperti gambar diatas dan pilih. Untuk mengubah setingan dalam ETTR cukup akses dengan tombol Q ada beberapa pilihan dibiarkan default aja.

Oya ada fitur link to Dual ISO, sebelum fitur itu diaktifkan modulnya kudu diload juga seperti modul ETTR. Selanjutnya untuk setingan dua iso cukup 100/400 aja broo, biar nggak banyak kehilangan detil fotonya.

Selanjutnya silahkan mencoba yahhh kalau kesulitan jangan tanya saya yahhh, tanya gooogle aja he he he….

Fotografernet street hunting 2015 belitong

Yeyy telat nulisnya, nggak apalah yang penting diberitakan karena kemarin sempat error leptopnya, bertempat di kota Tanjungpandan, komunitas Fotografer Belitong mengikuti ajang #FNSH2015 , diikuti 27 orang teman teman penyuka fotografi dari kawasan belitung, rute dimulai di kawasan KV senang – Jl. Endek – Gang Kimting – Pasar Tradisional Kota Tanjungpandan, Jl. Suprapto balik lagi ke Jl Endek dan selesai di KV Senang.

12088190_10203684966044438_16123290935554946_n

Sesi Foto di Kawasan KV Senang (atas) dan Sesi Foto di depan tugu Satam bundaran Satam (bawah)

12105813_10203685476017187_1515653115633408663_n

Acara 11 Oktober 2015 dimulai pukul 07.00 sd 10.00, yuppsss rame. Nantikan dan ikuti event Fotografi di Belitong selanjutnya.