Pasar second CBR250RR

TerasBelitong.com – Setelah CBR250RR diluncurkan kemudian bisa memberikan penjualan yang bagus bagi Honda, ada hal yang menarik yang selalu pengen TB awasi, apalagi kalau bukan bagaimana harga seken motor ini, terjadi penurunan drastis nggak atau penurunan harga yang relatif wajar sehingga worthed untuk menjadi produk pilihan bagi yang suka tukar tukar tunggangan.

Dari surfing kesalah satu online shop ternama di Indonesia, mencari CBR250RR relatif agak susah, namun tetap ada yang mau jual sihh, tetapi harga yang ditawarkan relatif masih tinggi. Artinya memang CBR250RR mengena di hati konsumen Indonesia. Sehingga tidak muncul kekecewaan saat sudah memilikinya artinya kans untuk segera menjual karena merasa salah beli ternyata cukup minim jika melihat barometer pasar seken roda dua online di Indonesia.

Nah bagaimana kedepannya…??? Tentu data bisa berubah dengan beberapa sebab, bisa saja kompetitor menawarkan produk yang lebih kompetitif. Namun dengan barometer ini menunjukkan Honda harus bisa membuat produk lain yang masterpiece seperti CBR250RR, terutama di segmen matik. Walaupun kuat di matik Honda belum punya masterpiece matik yang terjangkau untuk pasar Indonesia.

Iklan

Januari 2017 : CBR250RR raja motor sport 250cc

Nggak salah dong kalau tahun 2016 lalu TB menobatkan CBR250RR adalah bike of the year, kiprahnya di kelas 250cc memang membuat kompetitor mereka pusing kepala sampai terguling guling dan nungging he he he, bagaimana tidak pakai teorema apapun CBR250RR pun tetap di atas kompetitor mereka.

161212_raw_cbr250rr_0038_01-blog

Nah terbukti memasuk tahun 2017 di bulan Januari 2017 penjuangan CBR250RR langsung bikin produk kompetitor nggak punya taring, penjualan kompetitor yang biasa di angka 1000 unit langsung drop sebanyak 40%. Nggak jatuh jatuh banget mungkin karena kekuatan brand itu sendiri plus basis pemakai yang banyak membuat Ninja 250R masih dapat berbicara. Sementara produk besutan Yamaha R25 tak luput dari imbas keperkasaan CBR 250RR.

Biar nggak pusing berikut TB tampilkan data distribusi sport 250cc yahh :

1. CBR250RR 1.408 unit
2. Ninja 250 653 unit
3. Ninja 250 SL 429 unit
4. R25 278 unit
5. MT25 93 unit
6. KLX 250S 8 unit
7. KLX 250SL 4 unit
8. Z250 1 unit
9. Estrella 250 1 unit

Sumber : Otomotif/Data AISI

Soo ini adalah peringatan atau warning, lebihh tepat ke lampu kuning bagi kompetitor CBR250RR untuk segera upgrade produk andalan mereka dengan fitur lebih sehingga dapat head to head dengan CBR250RR.

Nah kita tunggu saja apa yang akan dilakukan Kawasaki dengan kondisi ini, dan langkah apa yang akan diambil oleh Yamaha biar R25 tidak terpuruk.
Kita tunggu sajahhh Brooo……!!!

CBR250RR Repsol edition only 1000 unit, ini baru benerrrr…!!!!

Berita yang TB baca mengenai puluncuran tim motoGP HRC plus CRF250RALLY serta CRF100L Africatwin oleh Honda merupakan sekumpulan strategi Honda tentunya untuk menjaga atau kerennya memaintenance konsumen di Indonesia, yupppss Indonesia memang punya potensi penikmat roda dua yang besar yahh, bukan sekedar motor sebagai alat transportasi tetapi lebih kepada lifestyle sampai ke investasi.

Pic : tmcblog.com

Pic : tmcblog.com

Peluncuran CBR250RR Repsol edition dengan quota 1000 unit merupakan strategi tepat menurut TB untuk memenuhi kebutuhan lifestyle sekaligus investasi sehingga harga 72juta sangat wajarrrr. Bayangkan saja hanya terdapat 1000 unit lhoo. Kalau penyuka koleksi tentu ini sesuatu banget dan investasi jangka panjang karena pada suatu titik di masa yang akan datang tentu produk ini menjadi sangat worthed.

lanjut membaca…

Riding mode CBR250RR

Salah satu yang membuat CBR250RR beda dan membuatnya menjadi menarik adalah riding mode, ada tiga riding mode pada CBR250RR yaitu comfort, sport dan sport+. Ketiga mode ini dapat dipilih saat motor diam atau saat berjalan cukup dengan menutup throotle gas terlebih dahulu.

Bagi TB ada yang sebenarnya kurang mengena di TB, namun bagi orang lain mungkin biasa aja. Yaitu saat motor di switch off riding mode tidak kembali ke posisi saat terakhir riding mode dipilih tetapi balik ke default riding mode yaitu sport. Ada baiknya dilakukan minor update yaitu riding mode terakhir disimpan sehingga saat motor diswitch on maka riding mode akan berada pada posisi terakhir sebelum motor dimatikan.

Sederhana sih, ini juga selera saja, namun kalau TB seneng yang bisa save last riding mode.

Egronomi CBR250RR

Well mungkin sudah dibahas dibanyak blog bagaimana egronomi motor besutan, nah bukan untuk mengulang bahasan yang sudah pernah ada namun berbagi pengalaman bagaimana egronomi menurut pendapat TB yang telah terbiasa dengan egronomi CBR250R tahun 2011.

egrocbr250rrvscbr250r

Terlihat seperti gambar diatas bahwa CBR250RR memiliki segitiga egronomi yang lebih sporty, dengan posisi underyoke jelas memang Honda menempatkan CBR250RR ke jajaran sport murni bukan sport touring seperti CBR250R. Menarik bahwa dengan egronomi ini arti konsumen pun akan merasakan sensasi motor sport murni, pemberikan komponen Throtle by wire, riding mode, upside down front fork jelas memang sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari egronomi sport ini.

Impresi yang TB rasakan memang terasa motor agak menunduk saat berada di atas motor, namun hal ini tidak menimbulkan rasa capek atau pegal karena posisi tersebut, namun dengan posisi ini pengendara tertutama TB merasakan lebih waspada dalam mengendarai, terutama saat menguji untuk berkendara diatas 100km.

Memang sensasi yang didapatkan adalah serasa mengendarai motor track di jalan raya. Begitulah impresi yang TB rasakan saat menguji egronomi yang ditawarkan oleh CBR250RR.

Umur baru Satu Bulan CBR250RR dianggap nggak moncer… Om telolet Om…

Ini asli TB sih bukan mau membela Honda CBR250RR karena udah dipinjamin buat test ride, tapi lebih kepada pemikiran yang logis saja, bahwa waktu satu bulan pertama produk sudah masuk ke pasaran bukan ukuran kesuksesan produk tersebut. Karena produk masih benar-benar baru, masih banyak tersimpan amunisi untuk bersaing bagi CBR250RR

img_20161211_231203

lanjut membaca…

CBR250RR kesan pertama…!!!

Mungkin kalau secara nasional gaung CBR250RR sudah cukup lama, wajar saja produk sudah diperkenalkan antara Juni/Juli 2016, namun memang untuk masalah distribusi perlu waktu dan tentu akan bertahap, di Belitung pun CBR250RR gaungnya memang sudah menggema, namun memang sifat konsumen di Belitung tidak seheboh konsumen di Jawa, namun sebenar sama saja pengen tahu dan juga punya daya beli yang juga cukup untuk membeli produk premium Honda ini.

Nah setelah peluncuran di Belitong 10 Desember 2016 Teras Belitong Blog (TB) punya kesempatan untuk menguji CBR250RR besutan AHM, dan pada tanggal 11 Desember 2016 TB mendapat kesempatan menguji berbagai Aspek dan performa dari master piece AHM ini. Pada 11 Desember 2016 CBR250RR Mat GunPowder Black Metalic tiba di TB News Room.

161214_raw_cbr250rr_0060-blog

lanjut membaca…