HRC kembali bermasalah dengan RC213V 2017

Sepanjang minggu ini pemberitaan mengenai winter test Sepang Sirkuit memenuhi jagad blogger papan atas, terlihat dalam test ini tim tim yang sebelumnya belum berbicara banyak seperti Suzuki, mulai menampakkan geliatnya. Bahkan pabrikan sekelas Honda dengan pembalap Juara Dunia 2016 Marc Marquez tidak mampu menembus 5 besar pada test hari pertama dan hari kedua.

pirro_0-gallery_full_top_fullscreen

Menarik sih menurut TB, karena sepertinya HRC lemah sekali jika kondisi seperti ini, seolah Honda gagal development ecu standar magneti manarelli, menarik bukan…?? Pabrikan sekelas Honda kesulitan karena icu ini he he, sesuatu bangett sehingga pabrikan lain dengan mudah unggul di sesi test ini.

lanjut membaca…

Desain Sirkuit MotoGP Palembang

TB sempat melakukan perjalanan ke Palembang antara 15-17 Desember 2016, dan menginap di kawasan jalan Radial Palembang, eghhh nggak sengaja nemu artikel di salah satu majalah di Hotel tempat menginap gambar desain Sirkuit motoGP Palembang

img_20161216_224657-blog

lanjut membaca…

CBR1000RR ancaman baru WSBK… sepertinya…

Kok sepertinya…?? Ya iya lah bro, kan belum terbukti nyata,he he namun melihat informasi yang TB dapatkan di sini. Jelas lah Honda sepertinya merasa kesal dengan kemampuan tim mereka di ajang WSBK, Kawasaki begitu mendominasi sooo harus ada produk mereka yang juga mampu menyaingi dominasi Kompetitor.

Nah Honda nggak tanggung tanggung bakalan bikin dua versi yaitu versi SP1 dan SP2, SP1 satu saja lumayan cadas, berat udah turun 2kg power naik 11 hp, mantabb lahh. Nah untuk yang bikin cadas adalah adanya versi SP2 yang hanya diproduksi 500 unit, what 500 unit…??? Yahh betul vrohh, buat nyukupin syarat wajib kuota homologasi dari FIM biar 2017 bisa langsung mbalap di WorldSBK wuihhh….!!!

Nah menarik terlihat Honda seperti sadar dominasi di motoGP nggak membuat mereka dengan mudah bisa berjaya di WSBK, soo kalau mau dikata saat ini Honda nggak begitu kompetitif di WSBK. Kalau nggak diperhatikan jelas akan ngaruh. Karena memang jualan moge jelas motor yang di pakai di WSBK bukan di MotoGP akibatnya kalau nggak kompetitif jelas bakalan ngerusak potensi pasar yang ada. Cara terbaik ya berbenah dan menciptakan produk yang juga kompetitif tentunya.

Faktanya kita tunggu di musim WSBK 2017 broo yahh…

Dua pembalap Honda non pabrikan bikin kejutan musim motoGP 2016

Yahhh bro semua udah lihat aksi Jack Miller dan Carl Cruthlow pada musim 2016 motoGP, berhasil mempercundang pembalap pabrikan. Sejarah telah mencatat. Bahwa dua pembalap ini merupakan pembalap tim satelit yang berhasil mencapai podium tertinggi dalam seri motoGP 2016.
Ini adalah kejutan, karena selama ini yang selalu dijagokan adalah tim satelit Yamaha, namun faktanya yang memberikan bukti adalah tim satelit Honda.

Namun harus disadari bahwa untuk membuat pembalap satelit menjadi kompetitif perlu keadaan cuaca yang berbeda, duo Honda tersebut unggul saat cuaca hujan tidak menentu, soo walau pun perlu kondisi ekstreem agar bisa naik podium, namun setidaknya hal ini memberikan tontonan yang menarik dan membuat motoGP menjadi kembali atraktif he he he…

Ditunggu pembalap satelit lainnya untuk menjadi juara seri. Yang pasti konsistensi Marc Marquez membuat perolehan pointnya semakin membaik.

Ekspor lebih kencang dari domestik, siap-siap aja dipindahkan basis produksi

Masih ingat 5 tahun yang lalu mas bro.. apa an sihh he he, ingat nggak negara Thailand. Ketika itu kita-kita di Indonesia ngiri bin ngecesss, ya bagaimana nggak hampir semua pabrikan Jepang membuat negara tersebut sebagai pusat produksi global produk mereka.

Nah sekarang bagaimana ..??? Ya bukan apa-apa suka nggak suka pabrikan Jepang pindah ke Indonesia, lihat saja Yamaha R25, CBR150R, CBR250RR, dan banyak lagi produk-produk yang membuat iri biker negara lain. Penyebabnya bagi TB sederhana, yaaa pasar saja dan konsumen. Pasar dan konsumen di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar untuk sepeda motor, dan hal ini juga ibarat ada gula ada semut, sampai akhirnya negara gajah putih pun ditinggalkan.

Namun dibalik itu pabrikan lokal yang telah memiliki produk global tentu nggak bisa tinggal diam, kerja harus semakin, keras, pasar domestik harus menjadi bidikan utama, Nah ketika bidikan sudah baik namun hasil eksekusinya nggak bagus… alias pasar lokal melempem, namun di sisi lain pasar Internasional jauh lebih baik, yaaah artinya ada yang salah dengan pabrikan lokal, kenapa…??? Yahh kalau kompetitor semakin mengrogoti artinya marketing lokal memang gak jualan.

Selain itu ketika eksport jauh lebih besar artinya juga pabrikan lokal siap siap aja ditinggalkan principal yang terus menjadi posisi aman, dengan menjadikan pusat-pusat produksi mereka lebih dekat pada konsumen mereka.

Nah masih Bangga pasar eksport lebih kenceng dari pasar lokal…??? MIKIRRRRRR ….