Sorean bersama Honda Genio

Kemarin tanggal 13 Agustus 2019 saya dapat pinjaman Honda Genio dari PT. Asia Surya Perkasa main dealer Honda Bangka Belitung. Peluang ini memang sudah cukup lama saya karena memang saya pingin nyobain sesuatu yang baru dari Genio ini, yaitu engine yang baru serta rangka yang baru, yang bisa jadi sebagai basis pengembangan matik entry level Honda berikutnya.


Pertama disclaimer dulu yahh, ini murni feel saya setiap orang beda-beda, pembanding yang saya lakukan dengan matik Honda juga yang saya miliki.
Baik saya ceritakan apa yang saya rasakan, pertama, secara desain, Genio is simple itu saja, artinya Anda nggak bakalan menemukan sesuatu yang falling in love in first sight. Desain betul-betul minimalis, atau lebih tepat retro minimalis, desain turunan Scoopy, minimalis turunan Beat.

Lanjut ke sisi lain, pada bagian depan lampu sudah led, simple, mirip dengan posisi lampu Scoopy namun seperti nya tidak menyilaukan pengendara lain seperti Scoopy mengingat diameter lebih kecil. Lampu sein pada body depan.

Kunci menggunakan secure key shutter, belum keyless, pembuka dari ada tombol disebelah key shutter. Inner racknya lumayan dalam, tidak seperti matik umumnya.
Kemudian ke bagasi bawah Jok, lumayan besar (14 Liter), ada power chargernya. Joknya relatif lebar dan lumayan nyaman menurut saya. Kemudian posisi egronomi stang juga tidak terlalu santai dan tidak terlalu racy, kombinasi, sehingga memang bikin sigap.

Tarikan mesin, dengan generasi baru engine eSP Honda Genio, menurut saya memang relatif beda dengan beat series, torsi terasa lebih garang, plus nafas mesin relatif lebih panjang, namun saya ada merasakan sedikit feel yang agak aneh saat menutup gas untuk mendapatkan efek engine break, getaran belt terasa di pantat, belum tahu penyebabnya apa, mungkin karena jok yang relatif lebih tipis atas gimana saya kurang tahu namun itu feel yang dirasakan.

Panel indikator speedometer sederhana namun fully digital, ada jarak perjalan, kecepatan dan indikator bar bahan bakar. Ada tambahan lampu ECO yang akan menyala saat ECM mendeteksi kita berkendara dengan riding style irit, saat saya coba

Saat melibas bantalan kejut, tidak teras keras atau stif, baik depan maupun belakang shockbreaker feel saya lembut dan nyaman, begitu juga saat melibas jalanan tanah, getaran di stang untuk matik entry level termasuk baik, walau nggak bisa dibandingkan dengan ADV maupun PCX.

Kelincahan Genio patut diacungi jempol dalam selap selip, rem CBS cukup membantu kestabilan saat melakukan late breaking maupun panic breaking.

Pengukuran bahan bakar memang tidak saya lakukan namun garis besarnya sederhana saja dengan engine 110 cc eSP tentunya konsumsi bahan bakar bukan sesuatu yang mesti ditakutkan, apalagi dengan adanya eco indicator akan membuat kita dapat mengetahui pola berkendara kita.

Oke Kawan mungkin demikian first riding impression Honda Genio, saya menggunakan versi CBS Only.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s