70 km bersama ADV150

Yihaaaa, hari ini 4 Agustus 2019, TB dapat kesempatan untuk mencoba matik baru Honda yaitu ADV150, Oya ADV yang kita pergunakan adalah versi CBS. Thank to Pak @Danian.dany dan @tunashondababel atas pinjaman ADVnya. Baik saya akan ceritakan pengalaman bersama ADV150 sejauh lebih kurang 70km.



Baiklah pertama ada impresi saat awal memegang stang Honda ADV150, stan memang fisiknya lebih lebar dari stang matik Honda pada umumnya. Sehingga siku sedikit tertekuk, bagi saya hal ini seperti posisi stang motor sport. Walau agak lebar namun penyesuaiannya tidak sulit dan cepat dalam menguasai sepeda motor.

Oya dengan tinggi 165cm, ADV memiliki seat height 795mm lebh tinggi dari CBR250RR yang hanya 790mm, agak sedikit jinjit sih namun tetap under kontrol he he he.

Nah bagian yang menarik adalah ketika memulai starter ADV150, sunyi dan paling penting MINUS GETARAN di STANG, wesss saya makin excited dan sesuai ekspetasi saya ketika mulai jalan, terasa memang beda bangettt sama small matik tunggangan saya. No Tremor, mesin haluss hampir nggak terdengar hffftttt botjoorrrrrr celengan temannsssss….!!!

Oya dalam nyobain tifis-tifis ini saya boncengan dengan Mas Dany sehingga feel yang dirasakan adalah feel riding boncengan. Nah feel jok saat boncengan ini nyaman, nggak terasa sempit dan memang joknya lebar plus busanya sama. Namun ada feel saat melibas rintangan jok agak tertekan ke dalam karena ruang udara di bawah jok, plus material plastik jok yang lentur.

Saat mencoba geber motor di jalanan aspal kecepatan jelajah 80km/jam plus nggak terjadi gejala getaran di stang, yang lama kelamaan bikin kita lelah, mantab sob ini, jujur kalau bawa matik kecil udah diatas 60 km perjam getaran terasa banget.

Kemudian saya pun mengalihkan jalur motor ke jalanan yang belum di aspal, saat memasukin jalanan terdapat jebakan betmen jalanan, terlihat mulus karena tertutup serbuk kayu ternyata memberikan saya peluang untuk mencoba kinerja dari shockbreaker depan dan belakang secara tidak sengaja.
Lubang yang cukup dalam itu, ternyata tidak terjadi bunyi jedag jedug seperti yang ditemui pada video yang beredar, plus shockbreaker belakang pun mengayun sempurna, sampai-sampai yang boncengan saya berkomentar uasyikkk e mas….
Yups saya mencoba menaikkan kecepatan pada jalan berkontur tanah, untuk melihat bagaimana kestabilan motor ini, memang terasa beda, stabil, stang tidak bergetar keras walau tidak rata, suspensi bekerja dengan sangat baik.
Yang menarik saat mencoba tenaga ADV150 dan suspensinya di tanjakan tanah, dengan boncengan tenaga tetap mantabbb nggak ada cerita mentok gas. Juara bangettt…
Begitu juga ketika saya coba sendirian, naik dari pangkal tanjakan tanpa ancang-ancang tetap bertenaga dan suspensinya tetap empuk nggak mantul-mantul.

Yappss puas melibas trek tanah, oya lagi musim kemarau soo nggak ada trek berlumpur sob jadi trek berdebu aja he he he, kami kembali kembali ke jalan raya, yapppss masuk ke jalanan berliku mencoba menikmati cornering dengan ADV150, waduhhh sooobb sampean mesti coba nih motor corneringnya uassliii enaakk ee pol, manteb, mungkin pengaruh ban yang tapaknya lebar dan suspensi tabung belakang, jadi nggak ada gejala goyang dombrettt saat cornering agak ekstrim, bener-bener puoll mantebbb.

Masuk ke perkampungan nelayan, diujung kampung ada tanjakan yang bikin motor biasanya ngos ngosan, nahhh pake ADV 150 ini saya betul-betul merasakan feeling bahwa motor sepertinya enteng melibas tanjakan tersebut, harusss coba soobb biar tahu bedanya.

Kami mulai menelusuri sisi pantai, anginn cukup kencang, mampir sebentar , nah windshield pun saya naikin, agak sedikit membantu walau tidak maksimal, satu point nih winshield harus di modif atau mungkin kedepan AHM bakal spesial bikin versi real adventure.

Jalan dipinggir pantai memang memberikan sensasi tersendiri, ADV saya aja crusing di 80km/jam tapi terpaan angin yang kuat membuat saya sedikit limbung, walau motor sangat stabil dan tidak terpengaruh tiupan angin, namun saya tentu mengalami dua kendala, pertama harus mengendalikan motor kedua menahan gempuran angin timur yang berhembus cukup kencang. Yappss akhirnya turunin kecepatan menjadi 60km/jam, lumayan membuat saya tidak struggle terhadap hembusan angin.

Namun saat perjalanan saya mengarah ke barat lagi artinya angin dari belakang saya kembali geber gas, dan menjaga cruising speed di angka 90km/jam on speedo, cukup lama, jalanan yang relatif mulus, motor yang stabil membuat angka 80-90km/jam seperti berjalan diangka 60km/jam saja, nggak ada gejala getaran stang, maupun sliding di ban, benar-benar pengalaman baru naik matik, yang stabil dan smooth.
Setingan torsi yang lebih besar dari PCX membuat ADV150 membuat ADV relatif mudah untuk mengail tenaga sesaat setelah menutup gas ditikungan atau saat melakukan pengereman.

Pada pengereman pun, nggak terjadi gejala limbung, walau cuma versi CBS, namun sebenarnya kalau saya lebih senang non CBS, karena filosofi motor Adventure, harusnya pengendara bisa mengontrol sendiri pengeremannya he he, jadi feel ngeremnya nggak dipengaruhi penarikan dua tali gas depan dan belakang , kalau ABS lebih baik tentunya, karena memang fitur ABS adalah fitur standar pengereman masa yang akan datang.

Balik keperjalanan, saya akhirnya menyudahi perjalanan dengan ADV150 ini dengan total jarak tempuh plus minus 70km. Kinerja suspensi dan jok yang baik membuat pantat tidak terasa pegal, namun memang pinggang ada rasa capeknya he he, yang saya acungi jempol tidak tangan tidak lelah, bahkan saya sepat mencoba pegang tangan sebelah saat kecepatn 70km/jam, betul-betul nggak kerasa getaran, saluttt.

Apa yang menurut saya perlu ditambahkan pada ADV150 :
1. Windshield agak besar sehingga dapat membantu pengendara saat berkendara diterpaan angin.
2. Tenaga, artinya bukan power yang kurang namun sebagai matik premium yang diatas harga matik lainnya, faktor ini harus menjadi pertimbangan Honda, karena saya ingat walau ini bukan Apple to apple, tahun 2011 saya beli CBR250R single silinder non ABS, power nya jauh diatas ADV150 tentunya, namun harga nggak beda jauh, waktu itu 40.250.000,- , IMHO penting banget kalau ADV naikin tenaga 2-3 Kw, biar superiornya tetap terjaga.

Kesimpulan saya, Matik ini memang memberikan kesan yang sangat berbeda dari matik pada umumnya, terlihat Honda memang melakukan effort yang luar biasa dalam menghadirkan matik ini. Jadi wajar kalau banyak orang menyukainya dan salah satunya adalah saya.

Disclaimer
Tulisan ini murni impresi saya pribadi dan pendapat saya pribadi, setiap orang bisa berbeda pendapat, soo tidak ada yang salah dan yang benar, selama Anda bisa menikmati perjalanan dengan motor apapun silahkan saja.
Bagi saya ADV 150 adalah salah satu master piece AHM tahun 2019, terlepas dari kekurangan yang saya temukan selama pengujian, namun ADV150 tetap merupakan recommended bike menurut saya.

Iklan

One comment on “70 km bersama ADV150

  1. Ping-balik: Vlog : 70 km bersama ADV150 | Teras Belitong Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s