RCV 213 Marquez centris, why not…?

Ngobrolin motor HRC RCV213 memang tidak ada abisnya. Salah satunya bahwa motor dikmebangkan mengikuti style Marc Marquez, sempat menjadi polemik di jagad media sosial, namun sebenarnya kadang-kadang kita tidak memikirkan hal-hal logic yang pabrikan inginkan, jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang

Jangka pendek tentunya Pabrikan pingin gelar juara, hal ini tentunya pabrikan akan support full pada pembalap yang sudah membuktikan bahwa dapat memberikan gelar juara dunia. Yap ini kuncinya, ingat pertama Marquez pindah ke kelas para raja, doi langsung juara dunia, baby alien kata orang-orang. Dan ingat saat dia pindah ke MotoGP, RCV waktu itu masih Pedrosa centris IMHO.
Nah keberhasilan menyesuaikan diri dengan RCV jelas membuat Honda terpikat dan tentunya dalam jangka pendek harus diyakini bahwa pabrikan pasti akan memprioritaskan juara dunia, itu wajar saja. Karena membangun motor itu penting, namun juara dunia adalah tujuannya.

So banyak beranggapan hal tersebut berbahaya jika marquez hengkang, iya kalau hengkang, namun pertanyaan mau hengkang ke mana..??? Nyari duit ya Honda udah berikan gaji yang dahsyat, nyari fasilitas semua ada, dukungan pabrikan full. Soo hal yang memungkinkan Marquez pindah cuma egonya pengen jurdun dari motor yang berbeda, seperti Stoner.

Lanjut, kalau Marquez nanti sampai pensiun, biji mana…? Motornya bakal susah ditunggangin pembalap lain,menurut saya sih tidak seperti itu, kenapa..?? Adanya test rider, pembalap utama lainnya, pembalap Satelit, disitulah fungsinya, pengembangan motor terus dilakukan, dengan bantuan pembalap utama, satelit dan test rider. Jadi dalam jangka waktu menengah dan panjang motor akan terbentuk menjadi motor yang “dapat diterima” oleh semua pembalap tentunya.

Soo sebenarnya pabrikan manapun yang ketemu pembalap bisa membawa tunggangannya juara dunia, maka jelas akan menjadi prioritas, mau Honda, Ducati, Yamaha, Suzuki, KTM, Aprilia ketika pembalap berhasil membawa tunggangan tersebut menjadi juara dunia, maka sang juara dunia tentu akan mendapat prioritas, inputannya, menjadi pertimbangan pabrikan dsb dsb dsb.

So…menjadi polemik, ketika pembalap yang seperti itu langka, dan salah satunya Marquez yang bercokol di Honda, dan dominasi yang sulit ditaklukkan.
Kalau Marquez di Ducati dan mendominasi juga seperti saat ini, tetap saja selentingan Ducati tend to Marc juga keluar he he he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s