Fuji GFX100, serasa LCGC dalam genggaman

Fujifilm pada tanggal 25 Juli 2019 bertempat di West Mall Grand Indonesia memperkenalkan kamera Mirrorless medium format terbaru mereka yaitu Fuji GFX 100 seharga 154.999.000,- dengan promo dapat lisensi Capture One Pro Fujifilm, seharga mobil LCGC ya he he he.

Apa yang hal-hal yang membuatnya bisa seharga segitu ya..? Yuk kita lihat…
Pertama jelas sensornya Medium Format 43.8 x 32.9mm BSI CMOS menghasilkan resolusi maksimal 102MP (11.648×8.736 piksel) didukung prosesor X-Processor 4 mampu menghasilkan RAW 16bit, artinya warna akan lebih kaya tentunya.
ISO native yang dihasilkan adalah ISO 100-12800 namun dapat diperluas menjadi ISO 50-102400

Yang menarik juga GFX100 adalah medium format pertama yang menerapkan IBIS sehingga mampu untuk 5.5 stop. Dan kemampuan deteksi hybrid AF dengan 3,76 juta piksel pendeteksi fasa yang tersebar di semua area sensor. Kemampuan IBIS ini jelas sangat sangat bermanfaat pada medium format mengingat ukuran sensor yang besar rentan goyangan saat memotret handheld.

Deteksi fasa GFX100 jelas membuat autofocus nya gesit, sehingga untuk subyek yang bergerak seperti satwa ataupun olahraga dapat ditangani dengan baik.

Kalau urusan body dengan harga segitu ya su pastilah Magnesium alloy dengan wheater dan dust sealed pada 95 titik, tahan beku sampai suhu -10 Celcius.
Untuk media penyimpanan seperti biasa kalau yang kelas pro ya ada dua slot SDHC yang sudah support UHSII.
Yang lainnya dukungan USB C 3.2, layar LCD 3,2 inci yang bisa dilipat untuk horizontal dan vertikal, dan jendela bidik OLED 5,76 juta dot yang bisa dilepas.

sumber : dpreview

Untuk Video juga pasti lumayan Joss lah, kemampuan merekan DCI dan UHD 4K dengan 400 Mbps ke perekam eksternal via HDMI, memakai codec H.265 atau H.264 dan 10 bit 4:2:2 F-log untuk ngoprek kesan sinematik .
Video dengan sensor medium format akan tampak beda diantaranya memiliki Depth of Field yang tipis, reproduksi warna yang kaya, dan ISO tinggi namun rendah noise sehingga menampilkan video yang lebih unik dan profesional.

Whorted atau nggak..??? Tergantung kebutuhan lah, kalau nggak punya darah Miss Queen ya hajar saja beli, pasti beda dengan kamera-kamera pada umumnya. Fotografer komersial dengan kebutuhan cetak besar, detil yang maksimal jelas membutuhkan ini.

Kalau saya ya, kalau ada pakai nggak ada cari yang lain he he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s