Suka duka ngelandscape dengan sensor micro 4/3

Sudah jadi rahasia umum kalau foto landscape apalagi main slow speed tentu akan sangat menyenangkan menggunakan kamera dengan sensor full frame, yah bukan apa kondisi kontras tinggi saat memoto akan sangat diuntungkan dengan kemampuan sensor full frame dalam menangkap cahaya dan dynamic range yang tinggi membuat detil foto tetap terjaga .

Sebagai pengguna kamera sensor micro 4/3 tentu menghadapi kendala saat menggunakan kamera dalam kodisi kontras yang tinggi saat sunrise dan sunset, namun semua itu by trial saya dapat kan solusinya.
Portabilitas kamera micro 4/3 memang nggak ada lawan he he, kecil nyaman dibawa dan nggak mencolok, karena hal inilah saya memilih kamera micro 4/3 untuk hobi fotografi saya terutama foto landscape.
Untuk landscape saya menggunakan lensa ultra wide setara dengan lensa 16-35mm di kamera Full Frame, ada sedikit distorsi namun dapat dilakukan koreksi saat melakukan post processing menggunakan aplikasi di komputer PC. Saya menggunakan pengolahan gambar format RAW yang bernama Darktable. Aplikasi darktable sangatlah mumpuni bagi saya, dan dapat digunakan pada sistem operasi komputer mulai dari MacOS, Linux dan Windows.
Saya sering ditanya kenapa menggunakan aplikasi ini oleh beberapa teman, kenapa menggunakan aplikasi ini? Kenapa tidak menggunakan aplikasi yang umum dikenal seperti Lightroom, CaptureOne, jawaban saya singkat saja, yaitu gratis, nggak perlu crack, nggak perlu mesti ngakal-ngakalin program komputer, tinggal install dan belajar menggunakannya. Sedangkan aplikasi seperti Lightroom bagi saya tidak ekonomis jika harus membeli, namun tidak boleh juga saya dzalim dengan menggunakan software propriatery tanpa membayarnya alias bajakan.

Baiklah, balik ke ngelandscapenya, kamera yang menggunakan sensor micro 4/3 memberikan saya banyak keuntungan sebagai fotografer landscape, bentuknya yang kecil ringan dan tidak mencolok membuat gairah memoto itu meluap-luap. Dulu ketika masih menggunakan DSLR sering kali malas berburu sunset sunrise, karena udah kebayang akan menyandang tas besar dan relatif berat. Apalagi dibandingkan dengan tas kamera micro 4/3, cukup dengan tas slempang udah nyaman buat jalan berburu sunset atau sunrise.

Nah bagaimana saat memoto apakah ada kendala …???
Pertama karena kecil yang asyik di tripod jadi kokoh karena ringan sih. Intinya banyak kemudahan.Namun ada kendala saat melakukan pemotretan dalam kecepan lambat. Saat Shutter Speed diatur diatas 10 detik maka foto terlihat agak kehijauan. Sampai saat ini saya belum ketemu penyebabnya, namun kemungkinan karena panas yang diakibatkan oleh sensor mempengaruhi berkas RAW yang ditulis ke memori CMIIW.

Mungkin begitu dulu sharing dari saya, next saya akan mencoba memotret milky way dengan kamera M4/3 Panasonic GX85

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s