Marquez kembali raih point penuh…!!!

Yuppss kawan mungkin udah agak telah yahh saya tulis tapi pengen nulis jadi tulis deh he he he, agak nggak nyadar gelaran motoGP di Thailand sirkuit Buriram digelar sekitar jam 3 sorean, baru ingat kawan Indonesia dan Bangkok pada posisi satu zona waktu jadi nggak ada beda. Nah saat balapan berlangsung posisi lagi di Badara Soekarno Hatta, yuppss Alhamdulillah bisa streaming via XL

Nonton di sisa laps tinggal 5 putaran lagi, menyaksikan bagaimana ketatnya pertarungan Dovi dan Marc, dan melihat Yamaha Vinales dan Rossi yang kali ini bangkit mengejar di posisi tiga dan empat. Namun memang keperkasaan Ducati dan Honda terlihat disini. 4 dan 93 bertarung ketat di depan. Singkat kata saja Marc pada last lap masih memimpin, dengand defence strategi Marc mencoba untuk terus menutup celah, kesempatan Dovi muncul di last lap, Dovi melakukan attack dengan late breaking namun Marc nggak kalah cerdik, dengan mengambil dari dalam racing line karena Dovi sedikit melebar suka nggak suka Marc akan keluar lebih dahulu. Dan berakselerasi menuju finis. Hal ini mirip dengan kejadian Austria 2017.

Marc memberikan pelajaran kepada kita dengan exit speed sedikit lebih lambat dari Ducati, bukan berarti nggak ada cara untuk menang dengan strategi yang cerdik kelemahan motor dapat teratasi dengan strategi yang memang dimatangkan oleh pembalap. Nah mungkin disini sering muncul anggapan bahwa Marc hanya bisa mendesain buat diri sendiri, bukan buat pembalap lain. Kalau saya pikir sih sah sah saja memang pembalap melakukan hal tersebut, yang dibutuhkan dari pembalap adalah kecepatan beradaptasi dengan motor baru mereka, sambil melakukan perbaikan untuk membuat motor menjadi mature dalam balapan.

Bagi TB semua pembalap motoGP adalah pembalap hebat, namun kondisi di balapan baik tim penyokong kondisi motor, sirkuit juga mempengaruhi performa mereka, kecepatan pembalap membaca dan melakukan penyesuaian dengan faktor faktor eksternal akan menjadi kunci kemenangan bagi mereka.
Yupp memang motor pabrikan katakan beda dengan satelit tim, namun jika sama atau beda beda dikit maka faktor pembalap jadi penentu utama, lihat bagaimana sebenarnya Marc lebih suffer dari Dovi namun strategi dan kematangan seorang Marc membuat dia dapat terus berada di podium motoGP.
Sikap mental yang dahsyat buat Anak muda seumuran Marc, tidak ada yang salah yang salah adalah tidak melakukan persiapan dengan matang.

Semoga Indonesia punya pembalap sekaliber Marquez suatu hari kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s