Memutuskan untuk pindah kamera dengan sensor MFT

Yupss sobat teras belitong, lama tak posting dihinggapi penyakit malas he he biasalah blogger modal dewe jadi nggak kejar tayang, suka tulis, nggak suka tidurrr..!!! Kali ini saya akan berbagi cerita keputusan untuk berpindah brand kamera, bukan karena tak suka tetapi memang brand yang dipergunakan selama ini dipergunakan tidak memiliki sistem yang diinginkan akibatnya ya suka nggak suka pindah brand.
Mungkin bagi sebagian orang saya terkesan aneh, karena sudah pakai kamera dengan sensor full frame kok pindah ke kamera dengan sensor lebih kecil tepatnya micro four thirds (MFT). Namun secara pribadi saya punya alasan sendiri kenapa justru menggunakan kamera dengan sensor MFT

Alasan paling kuat adalah saya menggunakan kamera karena hobby fotografi, terutama genre landscape, sebenarnya tentu untuk mendapatkan fungsi maksimal ketika mengikuti genre ini memang kamera dengan sensor full frame adalah yang paling baik IMHO, namun satu hal yang membuat saya agak jengah dengan kamera dengan sensor FF adalah ukuran yang besar dan berat sehingga membuat saya mesti persiapan yang cukup ketika hendak melakukan sesi hunting sunrise dan sunset, pada awalnya memang tidak mengapa tetapi lama kelamaan merasa tidak praktis sehingga akhirnya niat hunting jadi malas akibatnya nggak produktif.

Kedua saat melakukan street foto kembali ada sedikit ganjalan terutama mengingat ukuran kamera dslr dengan sensor FF relatif besar membuat orang-orang memperhatikan dan ekpresi wajar dan natural relatif sulit didapatkan berbeda ketika saya menggunakan kamera MFT, orang-orang sepertinya tidak peduli dengan kehadiran saja, soo saya senang mendapatkan banyak foto dengan ekpresi yang natural.

Kamera MFT bukan tanpa kekurangan, tentu nggak ada yang sempurna, pertama ukuran diameter lensa standar yang tidak lazim yaitu 37mm untuk Kamera Lumix GX85 saya, akibatnya perlu ring adapter tambahan agar dapat dipasang filter GND maupun ND, nah sementara belum dapat saya pakai tangan untuk menggantikan fungsi holder, kebayangkan pegelnya he he

Update udah dapet ring yang 37-82mm dipasang bisa cuma memang menimbulkan vignette karena memang desainnya di ring 37mm tidak menekuk ke dalam seperti yang dilakukan oleh NISI holder, nggak apalah yang penting nggak pegel megangin filter lagi.

Kekurangan-kekurangan di MFT kalau bagi saya dapat diterima, apalagi ukuran yang sangat ringkas ringan dan tidak menarik perhatian alias low profile membuat saya merasa ini kamera pilihan saya he he he.
Hasil fotonya pun tidak mengecewakan berikut saya berikan contoh.

Asyik juga kan hasilnya, oke lah begitulah kira kira hal hal yang mendasari kenapa saya berpindah brand, yang pasti nggak ada brand yang jelek, karena kalau jelek udah nggak ada lagi brand nya hari ini he he, berikutnya saya akan lebih sering sharing tentang foto ya dan kamera saya, soalnya bosan bahas motor he he he

Semoga bermanfaat…

2 comments on “Memutuskan untuk pindah kamera dengan sensor MFT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s