Efektif kah cara pendekatan…Honda..???

Hari ini 28 Nopember 2016 TB mendapat telepon dari dealer tempat TB membeli Honda Beat POP eSP tahun 2015 untuk undangan makan malam di Restoran Dapur RR, Jl Patimura Tanjung Pendam, ya TB oke in aja lah karena memang ada waktunya, dan tentu TB memiliki sejumlah ekspektasi dengan acara tersebut antara lain bisa mengetahui perkembangan Honda secara umum di Belitong.

honda-beat-pop-esp-2015-otomercon-3

Kira kira pukul 19.30 TB pun sudah meluncur… dan tiba di lokasi yang ditentukan, namun alamakkk belum satu pun peserta padahal TB sudah pikir yang paling akhir datang ehhh ternyata yang pertama, ya sudah nunggu punya punya tunggu baru mulai makan jam 20.30 WIB dahsyattt, untuk aja TB memang udah makan, jadi datang memang membawa sejumlah pertanyaan atas sepak terjang Honda di Belitung, ehh apa mau dikata panitia sepertinya nggak punya persiapan yang memadai, hanya sekedar undangan makan, tanpa ada satupun yang menarik untuk dijadikan bahan konsumen kenapa mereka harus bertahan di Honda.

Hanya karena makan malang…? Enggak lah, sebenarnya acara ini bisa dimaksimalkan oleh Honda kalau mereka memiliki persiapan yang memadai untuk mengelola acara tersebut agar lebih berkesan dan memaksimalkan kedatangan konsumen untuk menjadi agen Honda di masyarakat dengan kemampuan Word By Mouth namun hal tersebut tidak terjadi.
Sayang uang yang sudah dikeluarkan kalau sampai Honda nggak dapetin apapun dari konsumen mereka, paling tidak setia lah dengan produk.

Konsumen seneng aja diundang makan malam, namun perkaranya apakah mereka akan tetap setiap nggak bakalan diprediksi. Nah yang justru paling penting Honda harus nya punya profil pengguna setiap mereka, mulai dari berapa kali ganti oli sebulan atau servis rutin, sampai kebutuhan konsumen akan sparepart Honda. Memberikan gimnick berupa diskon servis dan sparepart adalah hal yang justru langsung dapat dirasakan konsumen. Dengan hard program ini akan sulit bagi kompetitor untuk menyaingi, dan harus dipahami penjualan aksesories Honda dapat memberikan kontribusi yang yahud untuk pendapatan cabang.
Tahap awal harusnya harus lebih ke produk dan interaksi nya terhadap konsumen, apakah enak dikendarai, mudah untuk mendapatkan layanan servis serta ketersedian suku cadang. Semua ini ibarat kebutuhan primer produk, sehingga dengan memberikan layanan ini produk yang gak terlalu digemari pun akan mendapat respon positif pasaran.

Sebelum terlambat Honda harus merubah pola ini, dari sekedar makan makan cantik menjadi makan makan berisi dan berbobot yang dapat memaksimalkan kontribusi terhadap Honda motor secara umum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s