Event below the line harusnya terukur

IMHO Melihat sepak terjang Honda di Belitung yang memang masih terseok seok dalam melawan dominasi Yamaha seperti menemui tembok yang tebal dan sulit ditembusss…!!! Apa betul..??? Nggak juga sih tetapi lebih kepada bagaimana membaca konter attack yang dilakukan kompetitor dan melakukan peredaman terhadap kemungkinan efek yang telah dilakukan oleh kompetitor.

Banner-Honda-CB650F-01

TB coba kilas balik di tahun 2015, dalam pengamatan TB Honda sempat optimis dalam usaha mereka menguasai pasar Belitung, secara demografi TB yakin pihak Honda paham bahwa area mana mereka strong dan area mana mereka weak.

Dari berbagai acara a.k.a even yang mereka lakukan, terlihat sejumlah optimisme mereka dalam rangka menguasai pasar roda dua Belitung, namun ketika kompetitor melakukan fightback disini terlihat bahwa strategi tim Honda jadi kacau balau, kompetitor meniru setiap langkah yang dilakukan oleh Honda.

Nah bagaimana mengatasinya…??? Di sini yang membuat brand imej Honda kembali runtuh ketika kompetitor juga melakukan hal yang sama didaerah yang sama. Honda harus paham bahwa awarness masyarakat di Belitung terhadap brand mereka tidak sebagus presepsi brand Yamaha. Nah ini tidak lepas dari sejarah masa lalu Honda di Belitung yang terkenal sebagai brand yang paling susah dalam hal urusan after sales service terutama dalam penyediaan spare part. TB sendiri selaku pemakai Honda CBR250R mengalami kondisi tersebut, sewaktu accu CBR250R sudah soak TB tidak berhasil mendapatkan accu CBR itu sendiri dan menggantinya dengan accu Suzuki Satria FU, belum lagi cerita indikator bensin Supra X 125 orang tua TB, yahh unsolved kalau ngandalin 3S, kudu kreatif sendiri.
Bayangkan berapa banyak yang mengalami masalah yang sama, dan bagaimana tindaklanjutnya, hal ini terjadi dan perlahan menggerogoti imej Honda di Belitung. Nah sebagai Kompetitor Yamaha tidak mengalami hal tersebut, dan akibatnya jelas kalau brand imej Honda tidak sebaik brand imej Yamaha di Belitung

Lantas apakah hal tersebut tidak bisa diperbaiki..??? Tentu saja bisa, namun perlu keseriusan, karena karakteristik masyarakat Belitung sangat familiar, mudah menerima perubahan tapi tidak menerima kalau diberikan janji molor apalagi janji palsu.

Balik ke counter strategi yang dilakukan oleh Kompetitor maka pertama Honda menurut TB harus menentukan dulu daerah mana yang secara potensi harus direbut segera karena memang potensi pasarnya yang bagus atau keperluan menancapkan brand imej.
Fokus terhadap suatu daerah lebih penting ketimbang melakukan even sporadis namun tidak berdampak di sisi pemasaran. Artinya ketika fokus pada suatu daerah maka even akan sering dilakukan di daerah tersebut, bukan hanya sekali, alias saling timpa, saat even mereka lakukan kemudian kompetitor melakukan mereka segera harus melakukan recovery agar imej tetap terjaga dengan baik.

Selain itu perhatikan saat membawa produk ketika dilakukan even, bawalah produk produk top of line brand mereka (bila perlu bawa moge ke acara dangdutan … why not..???), jangan membawa produk yang realatif laris manis dan sudah dikenal, lakukan demo produk dan teknologi yang dimiliki, sebagai edukasi ke masyarakat terhadap teknologi yang mereka miliki. Lakukan diantara acara dangdutan atau even musik yang mereka lakukan sehingga didengar oleh semua masyarakat yang menyaksikan.

Setelah dilakukan even, pantau kembali kondisi dilapangan, apakah kompetitor melakukan acara yang sama, jika iya, lakukan acara lagi didaerah tersebut, hal ini penting untuk meredam, imej yang dibenamkan oleh kompetitor.

Maksimalkan data, lihat efek dari even di daerah tersebut, bila perlu dari setiap even diberi gimnick kalau konsumen dari daerah tersebut melakukan pembelian di main dealer akan mendapatkan hadiah langsung, jadi jangan promo hadiah langsung di pajang di dealer saja, tetapi dimaksimalkan dengan di bawa ke setiap even.

Udah dulu yahhh… capek nulisnya ntar disambung lagi, minimal kalau apa yang TB sarankan diikuti paling tidak 60% jalan menuju kemenangan sudah terbuka he he he, sok tahu yahh broo, ya nggak apa mau percaya oke nggak pun nggak masalah.

Iklan

3 comments on “Event below the line harusnya terukur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s