Konsumen entry level mengharapkan apa…???

Melihat pertandingan matik entry level menurut TB dengan kondisi saat ini seperti pertarungan dua punggawa strategi pemasaran di Indonesia. Strategi mana yang paling juosss memang harus di uji oleh waktu, namun sebagai blogger TB mencoba mengurai untuk melihat apa yang dilakukan oleh pabrikan untuk menarik minat dan membaca ekspektasi konsumen pada segmen entry level tersebut.

Yamaha-Mio-125-Blue-Core

Membeli produk entry level memang konsumen akan lebih mengutamakan rasionalitas sederhana. Pokoke ada motor…!!! Trus selanjutnya karena day by day use, alias motor harian konsumen pastinya pingin operasional cost rendah. Cost rendah udah pasti sambungannya ke konsumsi bahan bakar. Nah pada konsumsi bahan bakar tentu mindset konsumen semakin besar kubikasi faktanya makin lebih boros, artinya jika betul-betul hendak merasuki alam bawah sadar konsumen, harus tidak boleh secara frontal menyerang pada kelaziman yang diketahui konsumen suatu segmen. Ketika bicara hemat, konsumen secara tidak sadar sudah terpola alam bawah sadarnya kalau kubikasi besar akan lebih boros dari kubikasi kecil, silinder banyak lebih boros dan silinder dikit.
Ini yang terjadi, soo realita ini harus disikapi dengan cerdik, artinya jika ingin menjual kepada main stream konsumen entry level yang daily use produk, apalagi naiknya bbm bikin keki kantong, kubikasi besar bisa saja, menjual, tetapi how many, yang menjual justru bagaimana produk menjadi irit se iritnya dalam tataran logis.

Lanjut ke Durabilitas.
Konsumen apapun segmennya tentu menginginkan produk yang mereka beli aweettt dan tahan lama. Nah isu durabilitas sudah tidak efektif kalau menurut TB untuk produk produk Jepang. Apa alasannya…???
Pernah ingat booming motor China…??? Dan hangus ketika produk tidak memiliki durabilitas alias ambrol koprol dalam pemakaian beberapa tahun saja, akibat terjadi titik balik mindset, bahwa motor-motor China merupakan produk yang sangat rentan dan konsumen pun sudah membentuk pola alam bawah sadarnya kalau produk Jepang adalah produk awet sooo akibatnya secara brand semua produk Jepang mainstream seperti Honda, Kawasaki, Suzuki, Yamaha memiliki index durabilitas yang baik di hati konsumen, kondisi ini membuat produk motor Jepang membuang energi jika menjual durabilitas.

Yang kudu pabrikan juga sadari kalau segmen low end, bukanlah segmen yang akan memperkosa produk untuk menggunaan yang nonstop atau ekstreem lainnya, yang mereka lakukan adalah produk untuk aktifitas sehari-hari, baik bekerja, sosialisasi dsb dsb sehingga menjual durabilitas dengan melakukan uji ekstreem memang membuat konsumen menjadi tersadar tetapi bukan menjadikan alasan utama konsumen dalam memilih produk.

Fitur produk
Kalau dulu motor is motor, tarik gas jalan. Nah jaman sosial network terjadi transformasi, motor adalah identitas diri, motor adalah kecanggihan teknologi, bukan lagi untuk sekedar mesin yang mengantar dari satu tempat ketempat yang lainya. Sisi emosi ini menjadi penting. Ketika membeli produk dengan harga yang sama, tetapi produk A mendapatkan banyak bonus, sedang produk B hanyalah produk saja tanpa embel embel apa pun tentu secara emosional produk A lama kelamaan akan menjadi pilihan konsumen.
Istilah kata sekarang apa yang didapat dengan membayar dengan harga yang sama. Jika ada pabrikan memberikan lebih banyak dari pabrikan lainnya, bisa muncul tataran berikutnya bahwa produk kompetitor dianggap secara imej adalah produk over price.
So dengan kondisi ini pabrikan harus lihayyyy memberikan fitur yang masuk ke mindset konsumen, mulai dari tangible sampai ke intangible, kerasa langsung maupun gak langsung.
Pada konsumen entry level, rasa iri muncul ketika melihat produk diatasnya memiliki produk yang tidak dimiliki oleh produk yang dimilikinya. Sooo keirian ini dapat dimaksimalkan sehingga konsumen menjadikan produk low end pabrik tersebut menjadi pilihannya.
Jarang konsumen menginginkan atau memiliki keirian pada produk di atasnya terhadap sesuatu yang berhubungan dengan engine, katakanlah kubikasi. Karena konsumen juga sangat mahfum dan sadar kalau kubikasi itu erat dengan harga. Masa sihh Moge seharga motor kubikasi kecil.
Soo konsumen entry level jarang menuntut hal tersebut karena memang kubikasi adalah sejumlah uang yang harus mereka keluarkan, mulai harga motor sampai ke operasional yang menuntut biaya bahan bakar yang lebih besar.
Fiturpun mereka sedikit nggak tertarik untuk menuntut karena juga sadar bahwa fitur pun punya koneksi dengan harga. Namun jika pabrikan menyematkan tentu konsumen gak bakal menolak, apalagi penambahan fitur ini tidak akan menambah bocorr pengeluaran konsumen. Alias penambahan fitur tidak akan menambah biaya operasional. Apalagi fitur tersebut dapat menghemat atau mengurangi biaya operasional. Tentunya Mau Bangetttttt…!!!

Selain hal di atas tentu yang krusial tidak boleh dilupakan oleh pabrikan adalah desain..!!! Bagaimana produk memiliki desain yang memang match dengan keinginan konsumen saat ini, karena pada segmen entry level desain memberikan kontribusi yang besar terhadap keputusan membeli. Produk yang oke desainnya akan membawa konsumen ke level kepercayaan diri terhadap produk, nggak hanya aktifitas rutinitas tetapi juga hal-hal lain yang memberikan unsur kepercayaan diri kepada konsumen.

Soo siapa pemenang pada segmen entry level matik ini bro..??? Biar waktu yang menjawab..!!!

Iklan

2 comments on “Konsumen entry level mengharapkan apa…???

  1. Yang diharapkan adalah durabilitas tinggi sehingga hanya perlu low maintenance, kalau harus ganti parts ya murah aja gak usah mahal2….soal boros-irit bisa disiasati dengan kompresi tinggi dan tangki bensin yang besar…..lainnya gak perlu….bare bone aja fiturnya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s