Motor Sport setelah jumlah silinder, berikutnya desain plus build quality

Ngomongin motor sport yahhh nggak bisa lepas dari sang penguasa pasar Indonesia, Yamaha…!!! 250cc sudah dikuasai, 150cc yahh dari dulu. Lantas apa yang menyebabkan Yamaha begitu digdaya.. Baru masuk ke segmen 250cc sang penguasa lama langsung tumbangg…!!!!

Yamaha-R25-250-Concept

Kenapa bisa gitu, sebenarnya alasannya gampang, selera konsumen diturutin jangan ditinggalin, di 250cc Yamaha udah ngelihat bagaimana CBR250R besutan Honda terseok-seok mengejar penjualan Ninja 250cc, sooo Don’t reinvent the wheel..!!! Cukup, tiru modifikasi dan sempurnakan, hasilnya R25 cool. Belum lagi bagaimana Yamaha mengemas pasca peluncuran, mulai dari Makan malam, turing Belitung, pembentukan YROI dsb dsb. Semua saling berhubungan secara emosional yang mengikat rasa pemilik R25.

Di kelas 150cc Yamaha masih leading dengan meyakinkan, tetapi di sini terjadi pertempuran yang krusial, karena kontribusi terhadap total market share di sinilah tempatnya. Coba kita lihat sejarahnya, saat Honda masih leading dengan megapro dulu, Vixion masuk, mesin sama-sama SOHC, tetapi dengan desain yang fresh. Perlahan tapi pasti menghancurkan dominasi sport Honda.

Nah sayangnya saat ini Yamaha tidak melakukan update yang berarti Honda kembali masuk dengan DOHC, secara feel nggak beda, tetapi ini jadi senjata, Nah konsumen kudu cerdik di sini, isu DOHC dan SOHC untuk 150cc sebenarnya nggak ngaruhlahhh he he. Namun karena desain Honda kurang berani yahh gitu dehhh masih belum memberi perlawanan yang berarti tetapi jika Yamaha tidak segera menanggapi dengan cepat maka perlahan tapi pasti pasar akan tergerogoti.

Balik ke 250cc, udah hampir pasti Honda akan main dua silinder juga, yahh You know lahh kalau udah ikut masukk, tapi jelas semua project yang beriringan dan saling menguatkan satu sama lain.
Jika nggak tanggap sport Yamaha pasti akan mengalami nasib serupa matik Yamaha.

Build quality juga menjadi PR Honda, karena jujur saja Yamaha better dalam hal ini. Ingat bahwa segmen sport hal ini akan tetap menjadi konsentrasi konsumen, harus betul betul mendekati produk import, tohhh banyak cost lain yang bisa dihemat oleh Pabrikan agar konsumen dapat yang terbaik.

Iklan

One comment on “Motor Sport setelah jumlah silinder, berikutnya desain plus build quality

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s