Potong harga atau kasih vouncher…???

Strategi harga produk entah roda dua atau bukan adalah bagian dari strategi besar untuk membuat produk melakukan tugasnya mendominasi pasar. Penentuan harga banyak dilakukan tricky kadang juga membingungkan konsumen.

1.price-tag-psd

Nah jika suatu produk hendak dijual dengan menambah imej produk agar lebih menancap di masyarakat tentu ada berbagai cara yang memiliki kesan plus minus. Sering kita lihat bagaimana produk pre-order diberikan potongan harga yang lumayan bagus sehingga membuat konsumen berebutan dalam memesan produk tersebut. Akibatnya jumlah produk yang dijual banyak dan memberikan efek bahwa produk tersebut ternyata laris.

Ada juga tidak memberikan potongan harga, tetapi lebih kepada pemberikan produk komplementer dari produk tersebut misalkan saja indent produk a dapat helm spesial edition. Ada dua kemungkinan jika produk memang benar-benar ditunggu tentunya tetap akan laris walah tanpa hadiah namun dengan adanya hadiah akan memberikan rasa lebih karena konsumen merasa di anak emaskan. Pemberian Voucher atau barang komplementer memberikan efek positif dengan tidak adanya rasa bahwa produk yang mereka beli overprice mengingat produk akan tetap sama saja harganya beli saat ini atau belinya nanti, yang ada hanyalah hadiah yang diberikan.

Apakah pemberian potongan harga lebih jelek dari pemberikan produk komplementer atau voucher ??? Belum tentu tergantung situasi dan kondisinya. Pemberikan potongan harga biasa dilakukan untuk produk yang sudah hadir dipasaran namun memiliki major change atau produk merupakan produk stok lama. Namun untuk kasus stok lama fungsinya hanya untuk menghabiskan produk saja tidak pengaruh pada pembentukan mindset konsumen, malahan mindset konsumen malah akan menyangka produk tersebut tidak laris dipasaran (nggak laris belum tentu nggak bagus).
Sedangkan cara satu lagi berfungsi untuk menciptakan imej bahwa produk eksisting kompetitor ternyata overprice jika dibandingkan produk yang diberikan potongan harga dengan jumlah produk terbatas.

Nah cara mana yang dipakai tergantung kecerdikan produsen dalam melihat potensi pasar, yang pasti dengan konsep ini konsumen tentu punya peluang mendapat produk dengan kualitas yang sama dengan kondisi normal tetapi mengeluarkan lebih sedikit uang atau uang yang dikeluarkan sama tetapi mendapatkan fitur tambahan lainnya.

Silahkan berimprovisasi yang terpenting adalah konsumen diuntungkan..!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s