Pengalaman di motor kecil menentukan pemilihan motor besar ???

He he ketika sudah bosan dengan motor kubikasi kecil dan secara finansial mendukung yahh apa salahnya kalau nyobain yang kubikasi lebih besar lagi.

13-hd-forty-eight-c02-Harley Davidson Bikes wall paper

Namun ketika udah pilih moge apalagi ketika bicara di Indonesia, jarang pengalaman motor kecil jadi acuan, justru ketika berpindah ke moto gede, jaringan pertemanan menjadi acuan.
Mau ngumpul di mana? Mau maen di mana jauh lebih menjadi pilihan. Nah kalau udah gini komunitas alias kawan ngumpul justru berperanan.
Karena memang ketika berpindah ke moge tanpa ada guidance yang jelas,tentu orang lebih memilih kedekatan pertemanan dalam menentukan pilihan. Bukan apa-apa, jika teman udah duluan udah tahu montir yang bagus yang mana sehingga nggak salah dalam menentukan pilihan.

Memang ada biker yang juga paham luar dalam alias hobbies atau juga pedagang yang memang nggak pakai nanya teman, kalau suka beli lahh he he kalau ini jumlahnya tentu nggak signifikan.

Nah dengan kondisi-kondisi seperti ini, makanya di Indonesia jarang pabrikan buat produk yang overkill untuk konsumen Indonesia karena perpindahan sangat lah rentan terjadi. Apalagi ketika uang di tangan godaan rekan, kekuatan brand moge yang sudah eksis akan membuat konsumen berpindah hati.
Apalagi kalau cerita pengalaman, masa motor cc kecil merk A, trus kubikasi besar merk B, coba yang lain akkkkhhhh… lebih asyik kwkwkkw…!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s