Art vs Function, Eropa vs Jepang

Kalau ndenger merk Vespa, Ducati, Aprilia diotak TB udah muncul lima huruf “MAHAL” 😀 😀 yuppss tapi itulah faktanya produk Eropa harga belum tentu berbanding lurus dengan fitur yang diberikan oleh produk.

2013-vespa-946

Kenapa bisa mahal ..?? Gampang sebenarnya, produk Eropa kadang tidak hanya menyertakan unsur produk atau just produk tetapi melibatkan emosi yang mendalam terkadang bukan teknologi yang dikedepankan justru emosi yang menonjol. Sehingga kadang kalau produk diposisikan bukan sebagai karya industri tetapi lebih kepada karya seni.

Soo jangan heran kalau harga jadi sesuatu yang nggak masuk akal, tetapi bagi rakyat kecil seperti TB semua hanya bisa dinikmati dan dikagumi, nggak bisa beli nggak apa-apa lah, yang penting bisa memiliki sesuai fungsi.

Dan di pasar wajar kalau produk eropa kalah bersaing dengan produk jepang, karena memang produk jepang diset untuk bisa laku dalam quantity yang banyak semua faktor telah dipertimbangkan sehingga konsumen yang beli tidak merasa keberatan dengan setiap sen yang mereka keluarkan.

Nah produk eropa memerlukan konsumen-konsumen loyalis, atau konsumen yang punya taste tersendiri terhadap produk didukung dengan kemapanan ekonomi sehingga bisa membeli.

Soo kutubisasi ini akan terus ada sampai akhir zaman, dua kutub ini saling melengkapi sehingga membuat porsi yang indah dalam kehidupan sehari-hari, jangan membeli kalau merasa overprice, jangan mencaci jika merasa mahal. Konsumen is King, lihat, timbang dan beli. Suka-suka yang mana. Jika mahal tinggalkan, jika senang beli..!!! Piss..!!! :mrgreen: :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s