Awal dicaci kemudian dicari..!!!

Belajar dari berbagai produk roda dua yang telah menghuni jagad pasar otomotif Indonesia. Berbagai tipikal konsumen terlihat menghadapi setiap produk yang hadir ke tengah mereka.

yamaha-mio-merah

Produk-produk yang memiliki aura untuk sukses selalui didahului dengan cercaan dan cacian yang terlalu over mengekspos kekurangan produk yang pada akhirnya membuat rasa penasaran konsumen atau ketika pabrikan mengatakan produk tersebut kurang cocok dengan konsumen Indonesia, tetapi di sisi lain konsumen menginginkan akibatnya selera tak bisa dilawan, konsumen jadi pemenang, pabrikan yang nurut selera konsumen bergelimang uang.

Nah belajar dari paradigma ini maka pabrikan kudu pasang mata dan selalu memperhatikan blantika blogsphere terutama, sehingga akan mengetahui mainstream selera konsumen, selera yang terbentuk dari berbagai berbagai telaah yang bermuara kepada keputusan untuk membeli.

Cacian seolah kamuflase terhadap selera konsumen, sehingga ketika semua terkuak maka cacian tiada berarti, ketika motor matik diluncurkan oleh Yamaha, pabrikan pesaing cuek bebek seolah nggak peduli dan masih sibuk dengan bebeknya.
Ketika Vario 125 dikatakan ngorok, ketika strater Beat dan saudara-saudaranya dikatakn bletak, ketika retro bukan selera konsumen Indonesia.
Semua seolah tak diperdulikan konsumen dan produk pun laris manis dipasaran :mrgreen: :mrgreen:

One comment on “Awal dicaci kemudian dicari..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s