Jika Forza 300 masuk Indonesia, PCX 150 bertransformasi menjadi Vario 150 ???

Kelas Matik sudah pasti akan bertumbuh di berbagai belahan dunia termasuk juga di Indonesia. Sebagai penguasa pasar matik di Indonesia tentunya AHM nggak bakalan lengah dan terbuai atas pencapaian selama ini dan juga tentunya segala daya dan upaya terus mereka lakukan untuk melenggangkan kekuasan di segmen ini.
forza300
Nah ketika berbicara penguasaan segmen ini, maka pemberian Value yang lebih dibandingkan kompetitor merupakan jamaknya strategi Honda. Berkenaan dengan kepastian Yamaha memasukkan Yamaha Tmax 500tentunya strategi kompetitor telah terbaca oleh Honda. Dan rasanya produk tandingan telah ada yaitu Forza 300, memang secara kubikasi kecil tetapi melihat fungsionalitas misal saja dual helm-in tentu menjadi menarik.
Namun baiklah balik ketopik awal ketika memang jadi AHM memasukkan Forza 300 ini tentu produk Flagship berpindah ke Forza 300, nah bagaimana PCX 150 ??? Yupp seiring dengan perkembang tentunya kubikasi 125 tidaklah cukup mumpuni untuk skutik mid end, sehingga angka kubikasi 150 cc rasanya akan menjadi pilihan untuk kelas mid end, artinya terjadi pergeseran paradigman perskutikan nantinya 😀 😀
Lantas AHM tentu akan melakukan transformasi kembali produk flagshipnya menjadi mid end produk, seperti ketika mereka mentranformasikan PCX 125 menjadi Vario 125. Artinya kemungkinan besar PCX 150 akan menjelma menjadi Vario 150 sehingga lini produk menjadi bervariasi, atau pun bisa juga PCX 150 dan Vario 125 beriringan berjalan untuk mewakili segmennya masing-masing. PCX lebih kepada pride sedangkan Vario mewakili jiwa dinamis dan sporty.
Mungkinkah seperti itu ??? Kita lihat saja nanti Brooo :mrgreen: :mrgreen:

4 comments on “Jika Forza 300 masuk Indonesia, PCX 150 bertransformasi menjadi Vario 150 ???

    • Mudah-mudahan mas udah waktu skutik era 150 buat mid end, lebih powerful, ibarat sport kan yang 150cc yang paling laris karena posisi pas, nggak kekecilan dan gak kegedean he he IMHO

      Suka

  1. Wah dikelas matic kan Honda masih punya Air Blade yang head to head dengan Nuovo… Air blade ini yang posisinya diantara Vario/Click dengan PCX. Lalu masih ada SH 125 dan SH 150 yang double rear shock tapi memiliki deck rata. Perkembangan logis untuk Vario atau Click lebih logis jika basisnya SH. Itu pun posisi Vario masih kokoh hingga saat ini jadi rasanya pasar light-mid compact scooter masih akan didominasi Honda. Sedang pasar maxi compact hanya di isi suzuki hayate karena katanya kan orang Indonesia kurang suka matic bertulang tengah.

    Adapun di kelas mid-maxi scooter selain PCX dan Forza yang 300cc masih ada Faze yang 250cc. Jika Yamaha benar-benar jadi merilis T-Max 500 cc di Indonesia….Yamaha harus benar-benar memastikan strateginya. Apakah akan serius bermain dipasar maxi scooter atau hanya sekadar meluncurkan produk flagship scooter sebagai ajang pamer teknologi dan desain? Pasarnya akan sangat niche itupun masih harus bersaing dengan Suzuki Skywave 250cc dan SYM Joymax 250cc. Belum lagi stigma Yamaha dalam mensupport produk CBU scooternya yang mengecewakan di awal 2000-an lewat Majesty masih menyisakan keraguan di penggemar scooter mid-maxi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s