Opini : Brand Ambassador lokal vs Internasional

Ada yang menurut TB juga menarik untuk disoroti berkaitan dengan pertarungan antara Vario 125 vs Xeon RC. Melihat bagaimana strategy kedua pabrikan dalam melakukan suksesi terhadap produk mereka disegmen midend skutik ini.
Screenshot-1
AHM lewat vario 125 CBS mepercayakan brand ambassador pada artis lokal Agnes Monica dan VJ Daniel. Sedang YIMM mempercayakan brand ambassador kepada sang juara dunia motoGP 2012 Jorge Lorenzo.
Mari kita telaah lebih dalam kenapa Honda begitu Pede mempercayakan brand Ambassador Vario 125 mereka kepada Agnes Monica bukan kepada Cassey Stonner yang pada tahun peluncuran Vario125 masih berstatus sebagai Juara dunia. Ada apa dibalik semau itu ???
Yang patut disadari adalah segmen pengguna matik midend adalah segmen yang notabene kebanyakan melek akan kualitas produk, melek akan fitur yang disematkan pada produk yang ada dan sangatlah jarang melihat kepada siapa yang menjadi duta dari sang produk. Duta dari produk sering dianggap tidak ada oleh konsumen segmen ini. Sehingga kekuatan dari Brand ambassador pada segmen ini adalah sebagai pembangkit citra positif dari produk tersebut. Sangatlah jarang ketika calon konsumen memilih salah satu matik 125cc ini dengan alasan ada Agnes Monicanya atau karena ada Jorge Lorenzonya
Jangan berharap banyak bahwa sang duta akan dapat membantu meningkatkan penjualan secara signifikan. Mungkin pada masa awal peluncuran bisa memmbantu tetapi ketika sang produk sudah bertempur di pasaran akan menyebabkan kekuatan ambassador hilang dengan sendirinya beralih kepada kekuatan dari produk itu sendiri.
Justru dengan berlebihan dalam memberikan brand ambassador dari produk akan menjadi bumerang bagi produk. Nggak percaya..??? Andai andai saya jika Xeon RC masih tetap inferior dibandingkan dengan Vario 125 yang diusung oleh Agnes Monica, maka bumerang bahwa dengan diusung oleh juara dunia saja masih keok apalagi jika cuma pakai Brand Ambasador lokal :mrgreen: :mrgreen: Nah jadi bahayakann..?? Disini pabrikan sekelas Yamaha kudu sadar, dibandingkan dengan mendatangkan Brand Ambassador jauh-jauh mending biaya difokuskan dengan pengembangan produk yang kaya fitur, Diasyl Cilinder & forged piston anggap aja sudah basi. Perlu sesuatu yang baru untuk dijual pada segmen midend ini sehingga sang skutik terlihat lebih bernilai.
Memang secara cost bisa jadi brand Ambassador Internasional lebih murah karena sekali datang bisa jumpa fans, bisa cerita jadi juara dunia, dan lain sebagainya tetapi haruslah disadari bahwa segmen ini boleh dikatakan well educated, mengerti betul pros dan cons suatu produk, sehingga jika pabrikan berhasil melakukan lompatan besar dalam memberikan pros pada produknya disinyalir akan membuat produk dengan mudah diterima oleh konsumen Indonesia.
Nggak percaya?!? Yuk kita sama-sama lihat pada masa-masa yang akan datang.

5 comments on “Opini : Brand Ambassador lokal vs Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s