Opini : Perbaikan layanan Purna Jual harga Mutlak bagi Honda jika ingin eksis di Belitong

Bukan kali pertama TB berbicara mengenai layanan purna jual pabrikan saya kepak. Mulai dari protes mengenai teknologi PGM FI yang memacetkan indikator bensin, pemesan CBR 250 yang pangpingpong, dan terakhir adalah pemesanan sparepart yang memakan waktu 3 Bulanan 👿 👿

Jujur saja bagi TB ini suatu masalah yang kudu segera AHM benahi, point pertama adalah jangan saling menyalahkan atau saling menuding antara dealer dengan Principal, apalagi dihadapan konsumen, karena ini justru secara psikologis membuat konsumen hilang rasa percaya, karena bagaimana mungkin dealer dan principal adalah satu tim yang justru harus bahu membahu menyerap dan memahami serta menyelesaikan masalah di konsumen yang membeli produk mereka.

Kebayang nggak spare part senilai 300rb perlu waktu 3 bln sampai ke konsumen


Menurut pengamatan TB ada yang mandeg, alias tersumbat dalam tatanan alur komunikasi dealer->Main Dealer ->AHM, TB sebagai orang luar tidak mengetahui di mana kemandegan itu terjadi. Tetapi kemandegan itu seolah clear saat konsumen kontak langsung ke customer care astra 😦 ,What a pity, ini sangat tidak baik karena akan menyebabkan seolah-olah dealer tidak becus ngurusin konsumen, akibatnya di ujung tombak AHM akan mengalami erosi kepercayaan, dan konsumen pun capek dengan tingkah polah seperti ini.
Bandingkan dengan konsep Ex Fast nya Yamaha yang begitu teruji dan mumpuni, Yamaha mempunyai keberanian menggaransi sampainya produk ke tangan konsumen. Dan ketersedian sparepart di dealer-dealer Yamaha jauh lebih lengkap dibandingkan dengan dealer-dealer Honda (pendapat pribadi TB dari hasil lihat-lihat dan tanya-tanya).
Secara produk AHM luar biasa, more choice dan more value lah, tetapi dari sisi ketersedian spartpart dilapangan, dan penanganan sparepart yang tidak tesedia benar-benar amburadul dan mengecewakan. Faktor ini jika dibiarkan berkepanjangan akan menjadi cons (sekarang saja udah jadi cons..) dan lubang besar kelemahan AHM untuk merengkuh pasar Roda Dua.
Khususnya di Belitong, di mana Honda bukan menjadi pilihan utama penyebab salah satunya ya ini, beli motor tapi ada ke khawatiran mengenai suku cadang, akibatnya dalam jangka panjang muncul imej di masyarakat kalau beli produk maka rusak buang seperti mocin saja… 😀
Perlu keseriusan AHM untuk menangani masalah ini, karena hal ini tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara top down tetapi merupakan kerjasama dan keterkaitan seluruh lini, baik penjualan, perawatan dan produksi. Belajar dengan mengamati apa yang kompetitor adalah cara terbaik bagi AHM, karena dengan mengamati keberhasilan mengamati kompetitor AHM dapat melakukan improvisasi perbaikan terhadap apa yang telah ada.
Keberhasilan AHM mengcreate produk harusnya merupakan acuan bagi AHM dalam menangani suku cadang. Bahwa membangun produk yang satu Hati dengan Konsumen bukan hanya membuat produk dengan value lebih tetapi juga bagaimana produk yang memiliki value lebih menjadi legend di hati konsumen, tentunya dengan tanggung jawab menyeluruh baik saat melakukan pembuatan produk, penjualan dan penanganan layanan purna jual yang paripurna.
Jika hal-hal tersebut di atas telah terpenuhi barulah sebenarnya slogan OneHeart itu layak disandang oleh Honda, bahwa secara paripurna Honda memiliki produk yang benar-benar memenuhi hati pelanggannya, mulai dari value produk, layanan purna jual dan akhirnya ketersediaan spare part yang lengkap, jelas dan cepat.
Kalau sekarang sih hati konsumen dipenuhi kecemasan nungguin order tidak kunjung tiba, tidak jelasnya pemenuhan service level pelayanan. :mrgreen: :mrgreen:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s