Opini : Paradigma bermotor Indonesia bergeser ke skutik dan sport saja ?

Melihat pergerakan pasar roda dua Indonesia yang unik dan sering berseberangan dengan mindset umum pasar roda dua umumnya, rasanya banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya, mulai dari ATPM, Konsumen, maupun regulator.
Terutama ATPM jika ingin bertahan pada pasar Indonesia, hanya kreatifitas tiada hentilah yang membuat masing-masing ATPM dapat meluncurkan produk-produk yang penuh inovasi.
Jika kita balik ke era tahun 80an s.d. 90 an banyak hal yang telah berubah, mulai dari hilangnya momentum 2 stroke, sampai pada akhirnya munculnya spesies roda dua di Indonesia yang pada akhirnya menjadi pilihan utama konsumen roda dua Indonesia apalagi kalau bukan motor matik. Era Cub a.k.a bebek menunjukkan titik nadir kejayaannya dan mulai surut peminatnya.
Kenapa surut karena kepraktisan bebek telah digantikan dengan kemudahkan matik. Pada awal kemunculan Matik presepsi konsumen bahwa matik motor lemot dan tidak tangguh hanya untuk dalam kota saja,seiring dengan datangnya waktu semua berubah. Sebut saya skutik dengan kubikasi 125cc yang mampu bejaban dengan bebek yang ada. Akibat menjadikan matik semakin digemari dan akhirnya penguasaan pasar matik itu sendiri menjadi lebih superior dan market share cub.
Selanjutnya kenapa TB berani mengatakan arahan juga lebih ke motor sport ? :mrgreen: :mrgreen: Bagi TB hal ini amatlah sederhana karena kata kuncinya adalah praktis dan bertenaga. Ketika konsumen sudah memiliih kata praktis maka produk yang memenuhi adalah matik apapun ceritanya, selanjutnya ketika konsumen perlu yang bertenaga bla bla bla yang memenuhi kriteria tentu akan langsung meloncat ke segmen sport karena dalam paradigma ini segmen bebek menjadi naggung, bahkan dengan kondisi bebek hyper sekalipun, karena tetap saja nantinya bebek dengan kubikasi besar akan mengalami culunisasi :mrgreen: :mrgreen:
Segmen sport kecil akan menjadi jembatan menu kelas moge murni, tentunya hal ini akan terjadi seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi bangsa ini.
Apakah opini TB akan menjadi kenyataan, sama-sama kita lihat perkembangan pada 3 s.d. 4 tahun kedepan. 😀

One comment on “Opini : Paradigma bermotor Indonesia bergeser ke skutik dan sport saja ?

  1. Ping-balik: Opini : Akankah Motor Bebek dikalahkan oleh Motor Sport | Teras Belitong Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s