Isu berikutnya adalah FITUR a.k.a value

Ketika berbicara sepeda motor tidak terlepas dari konsumsi bahan bakar, dan ketika berbicara bahan bakar efisiensi alias mil age adalah sesuatu yang biasa dan lazim dibahas, jaman pakai karbu ada pabrikan yang tidak mengedepankan isu konsumsi ini, sebagai pengguna R2 harian dan blogger Teras Belitong(TB) pernah membahas bahwa isu irit alias efisiensi penggunaan bahan bakar akan mengemuka dan tidak lah butuh waktu terlalu lama, memasuk tahun 2012 ketika teknologi injeksi mulai didengungkan ternyata irit alias hemat BBM pun jadi iklan jualan “Lebih Hemat 30%” :mrgreen: :mrgreen:

Lantas berikutnya selain irit kendaraan roda dua memberikan nilai lebih bagi pembelinya tetapi tanpa pengorbanan kenaikan harga yang signifikan, bisakahh ??? Tentu saja bisa !!! Tinggal bagaimana pabrikan mau berbagi kemudahan dengan konsumennya saja 😀

Fitur yang akan berpengaruh langsung pada mindset konsumen akan kelebihan dari motor yang dibelinya, dan suatu waktu nanti sesuatu yang pada mulanya adalah bagian dari fitur akan tereliminasi menjadi fungsi standar secara umum manakala semua pabrikan motor telah mengaplikasikan pada produk mereka.

Pemberian fitur banyak diaplikasikan pada produk-produk yang sifatnya produksi masal dan bukan produk flagship , karena memang pada segmen mass market masing-masing pabrikan memiliki harga yang terpaut sedikit satu dengan yang lain. Sehingga untuk menambah daya dobrak selain brand imej yang telah dimiliki oleh Pabrikan pemberian nilai lebih dan menangkap need konsumen akan memberikan efek yang cukup signifikan dalam membuat pola mindset konsumen terhadap produk yang digelontorkan.

Sudah tidak zamannya lagi menyematkan fitur step by step seperti jaman dahulu, ketika konsumen mulai teriak baru tambah fitur, teriak lagi tambah fitur. :mrgreen: :mrgreen: Justru diera Marketing 2.0, ibarat gelas kosong barang siapa yang lebih dahulu mengisinya dengan penuh dia lah pemenangnya 😀 .Ketika kompetitor berani memberikan banyak fitur tetapi banderol harga sama atau lebih kecil dari harga kompetitor hal ini akan membuat konsumen mempertanyakan produk yang kita jual, karena minim fitur tetapi memiliki harga yang sama..!!!

Sehingga kesimpulannya produk yang berani menyematkan fitur  maksimal lah yang akan mendapat apresiasi konsumen, dan jika muncul pertanyaan lhhaa kalau semua fitur sudah disematkan, bagaimana kita mau upgrade atau menambah fitur baru kedepannya ??? Disinilah letak kreatifitas, dan semakin pendeknya life cycle suatu produk. Jangan berharap pada saat ini produk massal punya life cycle yang panjang yang ada adalah konsep FASTER – BETTER . Pabrikan yang mampu mewujudkan produk dengan fitur maksimal dengan cepat dan lebih baiklah yang akan menguasai pasar, dan pabrikan yang mau lebih cepat mengganti produk dengan yang lebih baik lah yang akan bertahan lama di pasar domestik Roda dua Indonesia..!!!

Iklan

One comment on “Isu berikutnya adalah FITUR a.k.a value

  1. Ping-balik: Mengira-ngira counter Honda terhadap Mio Soul GT | Teras Belitong Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s